Melestarikan Budaya Batik: Ketika Sosok Perempuan Tegar Divisualisasikan Secara Anggun Melalui Bunga Nusantara
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, banyak orang tua muda mulai kembali mencari makna dalam pilihan busana mereka. Bukan sekadar soal tampilan, tetapi juga cerita dan nilai yang ingin dibawa serta diwariskan. Di titik inilah batik tetap menemukan relevansinya—sebagai warisan budaya yang terus hidup dan beradaptasi dengan zaman.
Berangkat dari semangat tersebut, Batik Danar Hadi menghadirkan koleksi terbarunya bertajuk “Sekar Setaman”. Koleksi ini mengangkat metafora keindahan taman bunga yang beraneka ragam dan tumbuh selaras dalam satu kesatuan harmonis, merefleksikan keberagaman karakter, warna, dan filosofi kehidupan yang berpadu indah layaknya batik.
Tema “Sekar Setaman” tidak hanya menonjolkan keanggunan visual aneka bunga, tetapi juga menyimpan pesan tentang harmoni dalam keberagaman. Seperti bunga-bunga dalam sebuah taman yang berbeda namun saling melengkapi, batik diposisikan sebagai medium yang menyatukan kekayaan tradisi dengan desain modern.
Managing Director Batik Danar Hadi, Diana Santosa, menjelaskan bahwa setiap motif bunga dalam koleksi ini dipilih karena membawa filosofi hidup yang luhur. Melalui pendekatan tersebut, koleksi “Sekar Setaman” diharapkan mampu merepresentasikan sosok perempuan Indonesia yang tegar, anggun, dan sarat makna.
Empat Bunga sebagai Simbol Kehidupan
Koleksi ini mengeksplorasi empat bunga utama yang kaya makna simbolis, yaitu:
- Bunga Seruni (Krisan), melambangkan keteguhan, optimisme, dan kebahagiaan.
- Anggrek Bulan, merepresentasikan keanggunan abadi, kemurnian, dan cinta tulus.
- Bunga Kenanga, mengandung makna keluhuran budi, kesetiaan, dan kedamaian.
- Bunga Mawar, menjadi simbol keindahan, cinta, dan romansa.
Keempat motif tersebut dirangkai sebagai satu kesatuan visual yang saling melengkapi, mencerminkan keberagaman yang harmonis. Nilai filosofis flora Nusantara ini diwujudkan melalui perpaduan teknik batik cap, batik tulis, dan tulkom (tulis kombinasi). Teknik tersebut diaplikasikan pada material pilihan seperti sutra crepe, Thai silk, organza, dan tenun ATBM.
Palet warna solid dan pastel dipilih untuk menghadirkan kesan lembut dan elegan, sekaligus menonjolkan detail halus setiap motif tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.
Diana Santosa menegaskan bahwa koleksi “Sekar Setaman” menjadi bukti bahwa batik tidak pernah berhenti bertumbuh. Dengan memadukan akar tradisi yang kuat dan ekspresi mode kontemporer, koleksi ini dihadirkan sebagai busana yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menyentuh jiwa dan bercerita. Melalui koleksi ini, mereka kembali menegaskan komitmennya dalam merawat warisan budaya Nusantara, sekaligus membangun identitas batik sebagai wastra yang relevan dan bermakna lintas generasi.