Menjaga Pikiran Tetap Jernih: Adem dari Hati hingga Hidrasi ala Gusti Bhre
Pernahkah kamu merasa dunia berjalan terlalu cepat? Di era digital yang serba instan, rasa cemas sering kali muncul tanpa diundang, membuat pikiran terasa "gerah" meski cuaca sedang tidak panas.
Namun, perjalanan ke tepian Sungai Pusur, Klaten, Jawa Tengah, pada Senin siang, 04 Mei 2026, memberikan pandangan baru tentang makna sejati dari kata "Adem". Ternyata, ketenangan pikiran atau mindfulness bisa dimulai dari hal paling mendasar yang kita konsumsi setiap hari. Ya, air mineral.
Melalui perjalanan bertajuk "Adem from the Source: A Journey from Nature to Soul", AQUA mengajak kita untuk melihat bagaimana air pegunungan dikelola dengan penuh kehati-hatian. Di sini, menjaga air bukan sekadar urusan teknis pabrik, melainkan sebuah bentuk penghormatan terhadap kehidupan. Bukan sekadar melepas dahaga, minum air yang terjaga kemurniannya dari sumber yang terlindungi, adalah langkah kecil untuk mencintai diri sendiri.
Adem yang Dimulai dari Dalam
Ketenangan atau kondisi stay adem bukan berarti tidak adanya masalah, melainkan kemampuan untuk mengelola respons kita terhadapnya. Hal ini selaras dengan filosofi yang dibagikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X atau yang akrab disapa Gusti Bhre saat melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan mitra AQUA, destinasi wisata Rivermoon yang berada di bantaran Sungai Pusur, Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 04 Mei 2026. Menurutnya, ketenangan adalah sebuah pondasi sebelum kita melangkah untuk membuat keputusan besar bagi lingkungan maupun diri sendiri.
"Adem itu menurut saya dimulai dari dalam. Dari bagaimana kita melihat ke dalam, merefleksi diri, melihat kurangnya di mana, baiknya di mana. Dari situ ada keselarasan antara hati dan pikiran kita. Mungkin bahasa sekarangnya itu mindfulness atau self-awareness," ungkap Gusti Bhre seusai bersama-sama melepas ikan Nilem ke Sungai Pusur (ikan Nilem berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan, mengendalikan populasi lumut atau alga secara alami karena sifat herbivoranya).
Gusti Bhre menambahkan bahwa secara teknis, ketenangan bisa dijemput dengan cara yang sangat sederhana: "Dimulai dari napas, merasakan diri kita, dan dari situ kita bisa mendapat titik ketenangan," cetusnya.
Kesehatan Konsumen sebagai Prioritas Utama
Kesadaran akan pentingnya menjaga "keademan" ini juga menjadi jiwa dalam menghadirkan produk dimana kualitas air yang sampai ke tangan konsumen harus mampu mendukung kesehatan fisik agar pikiran pun tetap terjaga fokusnya. Saat tubuh terhidrasi dengan baik, sistem saraf bekerja lebih optimal, dan kendali diri pun tetap berada di tangan kita.
Jeffrey Ricardo, Senior Manager Public Affairs and Sustainability AQUA, menegaskan bahwa kepedulian terhadap konsumen adalah alasan mengapa pelestarian lingkungan menjadi harga mati bagi perusahaan.
"In the end, kalau juga kesehatan konsumen tidak kita jaga, kita punya produk, siapa yang mau beli? Makanya ini sangat kritikal buat kita. Kami berkomitmen untuk memulihkan air ke alam lebih banyak daripada yang akan digunakan," tandas Jeffrey.
Inilah arti dari Stay Adem, Stay in Control. Dengan menjaga kualitas air dari hulu hingga ke dalam tubuh, kita sedang membangun benteng ketenangan. Sebuah kemampuan untuk tetap jernih berpikir dan memegang kendali penuh atas diri sendiri, bahkan di tengah jadwal yang paling padat sekalipun. Karena ketika pikiran kita adem, dunia di sekitar kita pun akan terasa lebih selaras.