Menjawab Kecemasan Orang Tua, Baterai Litium Koin Dilengkapi Bitter Coating dan Kemasan Child Resistant Hadir untuk Keamanan Anak
Moms, tentunya bagi kita orang dewasa, remote televisi, jam tangan, timbangan, atau mainan mungkin hanyalah benda-benda biasa yang setiap hari ada di rumah. Namun, bagi anak kecil yang sedang aktif mengeksplorasi dunia, benda-benda tersebut bisa terlihat begitu menarik, termasuk baterai koin kecil yang digunakan di dalamnya.
Tak heran jika anak pada usia tertentu ingin memegang, menggigit, bahkan memasukkan berbagai benda ke dalam mulut.
Menurut dokter spesialis anak, dr. Lucky Yogasatria Natasukma, Sp.A., perilaku tersebut merupakan bagian dari proses eksplorasi sensori anak.
“Kalau kita sekarang mengenal dunia dengan mata, penciuman, dan tangan, pada anak usia sekitar 6 bulan sampai 1,5 tahun, salah satu eksplorasi utamanya adalah melalui mulut. Jadi, benda apa pun yang menarik perhatian bisa dimasukkan ke dalam mulut. Itu merupakan bagian dari eksplorasi sensori,” jelas dr. Lucky saat ditemui dalam acara Product Lunch, Talk Show dan Factory Visit bertajuk “Protecting Every Family with Panasonic Bitter Coating Technology” di PECGI Cibitung, Kamis (20/8).
Menurut dr. Lucky, perilaku memasukkan benda ke mulut mulai terlihat sejak sekitar usia 2 bulan, semakin sering ketika anak berusia sekitar 1 tahun, kemudian mulai berkurang pada usia sekitar 1,5 tahun. Setelah usia 2 tahun, perilaku tersebut biasanya mulai menghilang.
Justru pada fase ketika anak mulai mampu mengambil atau meraih benda di sekitarnya, orang tua perlu semakin memperhatikan keamanan lingkungan. Anak belum memahami mana benda yang berbahaya dan mana yang tidak.
“Anak belum tahu mana yang berbahaya dan mana yang tidak. Rasa ingin tahunya besar dan hampir semua benda terlihat menarik,” kata dr. Lucky.
Karena itu, ketika anak mulai mampu meraih benda, lingkungan rumah perlu dibuat lebih aman. Benda-benda kecil dan berbahaya yang mudah menarik perhatian anak sebaiknya tidak diletakkan dalam jangkauan mereka.
Dari Rasa Penasaran ke Kondisi Darurat
Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah ketika benda yang dimasukkan anak ke dalam mulut justru masuk ke jalan napas.
Dalam kondisi seperti ini, orang tua perlu memperhatikan respons anak. Jika anak masih dapat batuk dengan kuat, bernapas, menangis, atau berbicara, berarti jalan napas belum tertutup sepenuhnya dan masih terdapat aliran udara.
“Kalau batuknya masih kuat, berarti jalan napas belum tertutup sepenuhnya. Kalau anak masih bisa bernapas, masih bisa menangis, dan masih bisa batuk kuat, berarti masih ada aliran udara. Orang tua cukup mendorong anak untuk terus batuk agar benda yang tertelan bisa keluar sendiri sambil mengawasi dengan ketat,” jelas dr. Lucky.
Sebaliknya, kondisi menjadi lebih serius ketika sumbatan jalan napas semakin berat. Anak dapat mengalami kesulitan bernapas, tidak mampu bersuara atau berbicara, hingga mulai membiru. Dalam kondisi tersebut, pertolongan choking perlu segera diberikan.
Jika benda sudah masuk ke saluran pernapasan tetapi anak masih dapat bernapas, kondisi tersebut juga tetap perlu diperhatikan. Batuk yang terus berlangsung atau perubahan suara napas dapat menjadi tanda adanya benda asing di saluran pernapasan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Bukan Hanya Jalan Napas, Benda yang Tertelan Juga Perlu Diwaspadai
Risiko tidak berhenti ketika benda tidak masuk ke jalan napas. Benda yang tertelan dapat masuk ke saluran pencernaan.
Jika benda tersebut kecil, bulat, licin, dan tidak memiliki bagian yang berbahaya, pada kondisi tertentu benda dapat keluar sendiri melalui saluran pencernaan. Namun, benda yang tersangkut, memiliki bentuk yang tidak sesuai, atau mempunyai bagian tajam dapat menimbulkan masalah dan mungkin memerlukan tindakan medis untuk mengeluarkannya.
Salah satu benda yang mendapat perhatian khusus adalah baterai koin.
Baterai koin berukuran kecil dan mengilap sehingga sangat mudah ditemukan di lingkungan rumah. Baterai jenis ini digunakan pada berbagai perangkat, mulai dari remote TV, jam tangan, timbangan, hingga mainan anak. Karakteristik tersebut juga dapat menarik perhatian anak yang sedang berada dalam fase eksplorasi oral dan memicu rasa penasaran untuk memasukkannya ke dalam mulut.
Menurut dr. Lucky, baterai yang tertelan dan tersangkut di esofagus dapat menimbulkan reaksi yang merusak jaringan. “Baterai yang masuk ke dalam saluran pencernaan itu emergency. Every second counts,” tegasnya.
Baterai yang tersangkut di esofagus dapat menyebabkan luka bakar pada jaringan dan, dalam kondisi berat, menyebabkan kebocoran atau perforasi. Reaksi kimia tersebut dapat menyebabkan kerusakan jaringan dalam hitungan jam, sementara anak pada awalnya belum tentu menunjukkan gejala yang berat.
Karena itu, ketika orang tua mengetahui atau mencurigai anak menelan baterai koin, penanganan medis perlu dilakukan segera dan tidak menunggu hingga anak terlihat mengalami keluhan berat.
Perlindungan Dimulai Sebelum Baterai Berada di Tangan Anak
Menjawab risiko tersebut, Panasonic menghadirkan generasi terbaru Baterai Litium Koin yang dilengkapi inovasi keamanan bagi anak melalui fitur Bitter Coating dan Child-resistant Package.
Inovasi ini dirancang untuk membantu mengurangi risiko anak memasukkan atau menelan baterai, yang kerap digunakan pada berbagai perangkat elektronik di rumah. Baterai Litium Koin ini diproduksi di PT Panasonic Gobel Energy Indonesia (PECGI), Cibitung, serta hadir dengan peningkatan masa simpan dari sebelumnya 5 tahun menjadi 12 tahun.
Bitter Coating menggunakan Denatonium Benzoate, lapisan tipis yang berasa sangat pahit namun aman dan tidak beracun. Lapisan tersebut bekerja sebagai garis pertahanan pertama. Begitu baterai menyentuh lidah, rasa pahitnya ditujukan untuk memicu refleks alami anak agar segera mengeluarkan benda tersebut dari mulut sebelum tertelan.
Sementara itu, Child-resistant Package dirancang agar kemasan lebih sulit dibuka oleh anak. Dengan demikian, perlindungan tambahan diberikan sejak baterai masih berada di dalam kemasan.
Kedua fitur tersebut menjadi bagian dari upaya membantu mengurangi risiko baterai koin tertelan secara tidak sengaja dan meminimalkan bahaya medis. Namun, keberadaan fitur keamanan tetap perlu berjalan bersama pengawasan orang tua dan pengelolaan lingkungan rumah yang aman.
“Inovasi ini kami kembangkan dari kekhawatiran nyata orang tua terhadap risiko benda kecil di rumah yang dapat tertelan anak. Melalui komitmen Care for Your Family, kami menghadirkan perlindungan ganda tanpa mengurangi performa daya baterai. Produksi lokal di fasilitas PECGI Cibitung juga menjadi langkah penting kami untuk memastikan produk yang aman dan berkualitas tinggi ini mudah diakses oleh keluarga Indonesia,” ujar Arif Gobel, Direktur PT Panasonic Gobel Indonesia.
Bukan Berarti Orang Tua Bisa Lengah
Meski hadir dengan fitur perlindungan tambahan, keamanan anak tetap tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi. Pengawasan orang tua dan pengelolaan lingkungan rumah yang aman perlu berjalan bersama sebagai bagian dari upaya pencegahan kecelakaan pada anak.
Septi Nila Hutami, Battery Product Marketing Manager PT Panasonic Gobel Indonesia, menekankan pentingnya pengawasan dan lingkungan rumah yang aman.
“Kasus anak menelan baterai koin merupakan kondisi darurat yang dampaknya sangat cepat dan berpotensi fatal. Pengawasan aktif orang tua serta pengelolaan lingkungan rumah yang aman tetap menjadi kunci utama. Orang tua harus selalu memastikan perangkat elektronik terpasang rapat dan penyimpanan baterai berada di luar jangkauan anak-anak. Adanya edukasi serta langkah preventif pada benda-benda berisiko di rumah sangat penting untuk membantu mengurangi risiko kecelakaan domestik pada anak,” jelas Septi.
Pesan tersebut sejalan dengan penjelasan dr. Lucky mengenai pentingnya membuat rumah menjadi lingkungan yang aman.
Ketika anak sedang berada dalam fase eksplorasi oral, larangan untuk tidak memasukkan benda ke dalam mulut belum tentu cukup. Anak belum memiliki kemampuan untuk memahami risiko seperti orang dewasa.Karena itu, orang tua dapat mengurangi kesempatan anak bertemu dengan benda berbahaya.
Yuk, Moms, ciptakan rumah aman bagi anakBenda-benda kecil yang berbahaya bisa disimpan di tempat yang tidak dapat dijangkau anak. Perangkat elektronik dapat diperiksa kembali untuk memastikan kompartemen baterainya tertutup dengan baik.
Dengan kata lain, mengawasi anak penting, tetapi membuat lingkungan aman juga sama pentingnya.
Melalui kegiatan pemaparan product knowledge, factory tour, uji coba teknologi Bitter Coating, hingga sesi talkshow interaktif bersama dokter spesialis anak, perusahaan tidak hanya memperkenalkan inovasi keamanan pada baterai koin, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pencegahan dan menciptakan lingkungan rumah yang lebih aman bagi anak.
Melalui peluncuran ini, mereka menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia daya perangkat melalui Care for Your Devices, tetapi juga sebagai mitra dalam menjaga keselamatan keluarga Indonesia melalui Care for Your Family.