ads

Minggu Identik dengan Hari Santai, Cara Asyik Nikmati Sensasi Salt Bread yang Unik

Novita Sari - Jumat, 04 September 2026
Ki-ka: Ivan Mario, Co-Founder Sunday Batch; Agnes Dyke, Co-Founder Sunday Batch; Sidney Mohede, Co-Founder Sunday Batch; dan Andrian Harjanto, Co-Founder Sunday Batch. Foto: Ist
Ki-ka: Ivan Mario, Co-Founder Sunday Batch; Agnes Dyke, Co-Founder Sunday Batch; Sidney Mohede, Co-Founder Sunday Batch; dan Andrian Harjanto, Co-Founder Sunday Batch. Foto: Ist
A A A

Ada sesuatu yang menyenangkan dari menikmati sore tanpa terburu-buru. Pandangan mata tertuju pada secangkir kopi hangat yang mengepul, lalu beralih pada sepotong roti keemasan di atas piring. Begitu salt bread dibelah, terdengar suara renyah dari bagian luarnya. Aroma mentega pun perlahan mengudara, menggoda selera sebelum gigitan pertama.

Kopi diseruput perlahan. Salt bread dicuil sedikit demi sedikit. Rasanya seperti waktu sengaja berjalan lebih lambat.

Dari momen sederhana seperti itulah Sunday Batch lahir. Jenama artisanal salt bread ini membawa sebuah filosofi yang terdengar sederhana, tetapi terasa semakin relevan di tengah kesibukan: sesekali, kita perlu berhenti dan menikmati hidup dengan lebih santai.

Foto: Ist
Foto: Ist

Resmi diperkenalkan dalam grand launching di Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 3 September 2026, mereka menawarkan pengalaman menikmati salt bread yang tidak sekadar soal makanan, tetapi juga tentang menciptakan momen untuk diri sendiri.

“Kami memang lahir dari ketidaksengajaan di suatu sore hari Minggu yang santai. Namun, dalam menghadirkan produk ini secara resmi ke publik, kami melakukannya dengan komitmen penuh,” ujar Sidney Mohede, Co-Founder Sunday Batch saat Grand Launching.

Renyah di Luar, Lembut di Dalam

Sekilas mungkin terlihat seperti roti biasa. Namun, begitu digigit, sensasinya langsung terasa berbeda.

Bagian luar salt bread memiliki golden crust yang tipis dan renyah. Sementara bagian dalamnya lembut, buttery, sekaligus sedikit kenyal. Perpaduan tekstur inilah yang membuat setiap gigitan terasa semakin menggoda, apalagi ketika disantap bersama kopi.

"Rahasia tekstur tersebut berada pada proses pemanggangan yang presisi. Adonan dipanggang pada suhu sekitar 180–190°C selama 12–15 menit," ungkap Andrian Harjanto yang juga salah satu Co-Founder.

"Kami tidak menggunakan egg wash untuk mendapatkan warna keemasan. Warna cantiknya justru muncul secara alami dari proses karamelisasi mentega berkualitas tinggi ketika dipanggang," tambah Andrian.

Di gerai perdananya ini, tersedia 22 varian menu. Sebanyak 19 rasa dapat dinikmati di tempat maupun dibawa pulang, sementara tiga menu lainnya khusus untuk dine-in.

Pilihan rasanya pun cukup beragam, mulai dari Double Chocolate, Triple Cheese, Blueberry, Chocolate Banana, hingga Cranberry Cream Cheese. Bentuknya juga tidak melulu seperti roti pada umumnya. Beberapa varian dibuat menyerupai donat atau bagel sehingga menghadirkan sensasi crunchy yang semakin seru.

Foto: Ist
Foto: Ist

Salt Bread Dicocol Sup? Ternyata Enak!

Kalau biasanya roti ditemani selai atau secangkir kopi, mereka punya cara yang lebih unik.

Untuk pengalaman dine-in, mini salt bread dapat dinikmati bersama sup hangat. Bayangkan, roti renyah dicelupkan ke dalam sup yang gurih dan creamy. Begitu masuk ke mulut, tekstur roti berpadu dengan rasa sup yang hangat. Comfort food dengan cara yang berbeda!

Ada Sunday Soup dengan rasa gurih kaya rempah, Cream Mushroom Soup yang lembut dan creamy, hingga Black Sticky Rice Soup yang memadukan cita rasa gurih dan manis.

Konsep ini membuat aktivitas makan terasa lebih playful. Sobek rotinya, celupkan ke sup, lalu nikmati perlahan. Tidak perlu terburu-buru.

Lahir dari “Lazy Sunday”

Di balik namanya, mereka membawa filosofi “Born from a Lazy Sunday.” Gagasan ini mengajak kita untuk memberikan ruang bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak.

Menurut Sidney, pengalaman menikmati makanan tidak harus selalu dilakukan dengan cepat. Ada kalanya secangkir kopi, sepotong roti, dan obrolan ringan justru menjadi momen yang paling berarti.

Filosofi tersebut juga tercermin dari cara menikmati produknya. "Letakkan gadget sejenak. Pegang salt bread. Rasakan teksturnya. Dengarkan bunyi renyah ketika roti disobek. Hirup aroma menteganya. Kemudian, nikmati bersama kopi sambil berbincang dengan orang terdekat," tutur Sidney.

"Gunakan mata, hidung, telinga, tangan, dan lidah untuk benar-benar menikmati momen," tambah Sidney.

Foto: Ist
Foto: Ist

Pengalaman Belasan Tahun di Balik Rasa

Meski hadir sebagai jenama baru, mereka tidak memulai perjalanannya dari nol. Jenama ini merupakan sister brand dari Dough Darlings, yang telah lebih dari satu dekade berkecimpung di industri kuliner dan bahkan berekspansi hingga Doha, Qatar.

Pengalaman panjang tersebut menjadi modal untuk menjaga kualitas sekaligus membangun karakter mereka sendiri. Tak sekadar mengikuti tren, mereka memilih mengeksplorasi kekuatan produk dan menciptakan pengalaman yang khas.

Ivan Mario, Co-Founder lainnya, mengaku ke depan mereka tengah mempersiapkan untuk melakukan ekspansi ke sejumlah lokasi lain di Jakarta. "Dengan melihat perkembangan dan antusiasme pelanggan," tandasnya.

Pada akhirnya, Sunday Batch seperti mengingatkan kita pada satu hal sederhana: menikmati makanan bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi juga tentang memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak.

Sebab, terkadang kebahagiaan memang sesederhana kopi hangat, salt bread yang renyah, dan waktu santai yang tidak perlu dikejar-kejar.

Dan siapa bilang “Sunday” hanya milik hari Minggu?

Setiap hari bisa menjadi Sunday ketika kita memilih untuk melambat dan menikmati momen.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
80 Tahun Cerita Perjalanan, Saatnya Belajar Jadi Traveler Cerdas
img
Auguste Soesastro, Stella Rissa, Andy Tan & Jerome Kurnia Manfaatkan AI untuk Mendorong Kreativitas Tanpa Batas dan Meningkatkan Produktivitas Pemimpin Mode Indonesia
img
Minggu Identik dengan Hari Santai, Cara Asyik Nikmati Sensasi Salt Bread yang Unik
img
Tren Belanja Produk Berkualitas Tinggi Naik 3 Kali Lipat, Produk Autentik Jadi Pertimbangan Konsumen