Pencernaan Sehat Dukung Perkembangan Sosial-Emosional si Kecil Agar Tumbuh Jadi Anak Hebat

Novita Sari - Senin, 11 Maret 2024
Memperingati Social Emotional Learning Day setiap 11 Maret, Nutricia ajak orangtua mendukung perkembangan sosial emosional anak. Foto: Ist
Memperingati Social Emotional Learning Day setiap 11 Maret, Nutricia ajak orangtua mendukung perkembangan sosial emosional anak. Foto: Ist
A A A

Tahukah Moms bahwa pencernaan yang sehat merupakan salah satu kunci utama bagi si Kecil untuk tumbuh menjadi Anak Hebat?

Saluran cerna merupakan salah satu organ vital dalam tubuh si Kecil. Organ ini tidak hanya berperan dalam mencerna makanan, tetapi juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sosial-emosionalnya.

Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Social Emotional Learning Day yang jatuh setiap 11 Maret, PT Nutricia Indonesia Sejahtera melalui platform digital Bebeclub mengajak semua pihak terutama orangtua untuk bersama-sama mendukung perkembangan sosial emosional anak agar bisa tumbuh menjadi Anak Hebat.

Pembentukan dan perkembangan sistem saluran cerna sangat penting untuk diperhatikan, karena sistem saluran cerna merupakan organ yang kompleks. Pada sistem saluran cerna terdapat sekitar 70 persen komponen sel daya tahan tubuh dan ada sekitar lebih dari 100 - 500 juta sel saraf yang memengaruhi sistem saraf, dan juga pengaturan mood dan rasa kenyang.

Selain itu, sepanjang sistem pencernaan juga merupakan tempat bagi lebih dari 100 triliun mikrobiota saluran cerna.

Dokter Spesialis Anak Konsultan dan Ahli Gastrohepatologi, Dr. dr. Muzal Kadim, Sp.A(K) mengatakan, “Menjaga kesehatan saluran cerna si kecil dapat menjadi landasan kesehatan anak secara keseluruhan di masa mendatang. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk menjaga kesehatan saluran cerna si kecil dimulai dari masa pembentukan dan perkembangannya.”

Saluran cerna sebagai otak kedua manusia atau enteric nervous system (ENS), memiliki pengaruh yang penting dalam tumbuh kembang seorang anak. Karena, otak dan saluran pencernaan saling terhubung sebagai gut-brain axis

“Fungsi gut-brain axis ini bisa memengaruhi kinerja otak hingga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, dimana nutrisi yang terserap optimal di usus bisa menjadi asupan untuk mendukung kinerja optimal otak dan mendukung sistem daya tahan tubuh. Selain itu, usus yang sehat juga dapat memengaruhi sosial-emosional anak, karena sekitar 90% serotonin diproduksi oleh sel-sel dalam usus dan akan mengalir ke seluruh tubuh melalui sirkulasi darah yang berperan penting dalam mengatur suasana hati atau mood, bahkan nafsu makan,” jelas dr. Muzal.

Mengingat pentingnya kesehatan usus untuk mendukung perkembangan dan kinerja otak serta kesehatan anak, maka asupan nutrisi hariannya harus terpenuhi dengan baik. 

“Selain itu, untuk menjaga jumlah bakteri baik dalam usus anak tetap seimbang, perlu diberikan asupan prebiotik yang biasanya banyak terkandung dalam sumber makanan seperti buah-buahan, sayur-mayur, susu, kacang-kacangan, dan beberapa jenis akar sayuran atau bisa juga bersumber dari nutrisi lain yang mengandung prebiotik seperti FOS (fructo-oligosaccharides) dan GOS (galacto-oligosaccharides) yang akan menjadi makanan bagi bakteri baik tersebut. Selain itu, untuk mendukung perkembangan optimal otak anak, penting juga untuk melengkapi nutrisi asam lemak rantai panjang seperti DHA, AA, dan ALA/LA,” tambah dr. Muzal.

Bekali anak dengan keterampilan yang mereka butuhkan. Foto: Ist
Bekali anak dengan keterampilan yang mereka butuhkan. Foto: Ist

Dengan pencernaan yang sehat, anak akan memiliki suasana hati yang baik untuk mendukung proses pembelajaran sosial emosionalnya. Sebab, kondisi emosi yang positif dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak. Untuk itu, selain memastikan pencernaan anak sehat, Ibu juga harus memerhatikan dan menstimulasi perkembangan sosial emosional anak dengan baik sesuai dengan tahapan usianya. 

Perkembangan kognitif anak adalah hal yang bukan hanya tentang memperoleh pengetahuan, anak juga harus mengembangkan atau membangun emosi dan mentalnya.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K) mengatakan, “Perkembangan sosial dan emosional anak biasanya masih seringkali diabaikan oleh orangtua, guru, dan pengasuh lainnya. Orangtua dan guru harus paham bahwa anak-anak dengan perkembangan emosi yang sehat adalah mereka yang dapat mengekspresikan diri dengan cara yang positif. Sebab, perkembangan sosial dan emosional pada anak usia dini adalah bagaimana mereka mampu mengelola dan mengekspresikan berbagai emosi, baik itu positif maupun negatif.”

Untuk membekali anak-anak dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk mengekspresikan diri dengan cara yang sehat. Orangtua dan guru harus bisa mendukung anak-anak mengembangkan keterampilan sosial dan emosional sejak usia dini. 

“Perkembangan sosial-emosional mengacu pada perubahan perilaku yang disebabkan oleh emosi tertentu yang mengelilingi kehidupan awal dan dialami melalui interaksi dengan orang lain. Anak akan belajar secara aktif melalui interaksi dengan teman sebaya dan orang dewasa di sekitar mereka serta eksplorasi lingkungan. Ini adalah proses dimana anak-anak belajar beradaptasi dengan situasi dan emosi dalam interaksi mereka dengan orang lain, dengan cara mendengarkan, mengamati, dan meniru perilaku yang mereka lihat. Sensitivitas terhadap perasaan satu sama lain juga menjadi bagian penting dalam perkembangan sosial emosional anak-anak sehari-hari,” jelas Prof. Rini.

Tips untuk Mendukung Perkembangan Sosial-Emosional si Kecil:

  • Pastikan si Kecil memiliki pencernaan yang sehat dengan memberikan makanan bergizi dan prebiotik.
  • Berikan stimulasi dan edukasi yang tepat untuk membantu si Kecil memahami emosi dan berkomunikasi dengan orang lain.
  • Ajarkan si Kecil untuk berbagi dan menolong orang lain.
  • Luangkan waktu untuk bermain dan beraktivitas bersama si Kecil.

Melihat pentingnya perkembangan sosial emosional anak, dalam rangka memperingati Social Emotional Learning (SEL) Day atau Hari Pembelajaran Sosial Emosional, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia mengajak para orangtua untuk bisa lebih memahami emosi si Kecil serta mengajarkannya keterampilan sosial agar memiliki hati yang besar untuk berbagi kebaikan dan tolong menolong kepada sesama temannya.

“Kami melihat, metode social emotional learning (SEL) ini penting untuk disosialisasikan karena dapat membantu anak mengembangkan keterampilan hidup yang dibutuhkan anak-anak untuk memahami emosi diri mereka sendiri dan berkomunikasi dengan orang lain,” ujar dr. Ray.

“Kami percaya bahwa tumbuh kembang optimal anak harus didukung tidak hanya oleh nutrisi yang tepat, tetapi juga stimulasi yang tepat dan edukasi yang efektif. Oleh karenanya, kami sediakan alat stimulasi berupa seri buku cerita digital interaktif yang dapat diakses melalui website, untuk mengajarkan si Kecil makna berbagi cerita kebaikan dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap, melalui berbagai inisatif tersebut akan semakin banyak anak Indonesia yang dapat tumbuh menjadi Anak Hebat yang memiliki happy tummy (pencernaan yang sehat), happy brain (kemampuan berpikir yang baik), dan happy heart (hati yang baik) sehingga akan menjadi penggerak si Kecil melakukan kebaikan bagi sekitarnya,” tutup dr. Ray.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Bantuan Kemanusiaan dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk Korban Terdampak Banjir dan Longsor di Padang
img
Rahasia Anti Tepar Saat Mudik Lebaran: Jangan Sepelekan Khasiat Minyak Angin Aromatherapy
img
Dukung Anak Capai Potensi Maksimal dan Terhindar dari Risiko Stunting dengan Protein
img
Dukung Lansia Rayakan Sucinya Lebaran Tanpa Keluhan Sendi, PEROSI Bagikan Akses Susu Bernutrisi