ads

Saat Pikiran Penat Bikin Kulit Ikut Stres, Ini Cara Seru untuk Recharge Keduanya Sekaligus di Lightperience Picnic 2026

Novita Sari - Sabtu, 18 Juli 2026
Ki-ka: Xaviera Putri bersama Nastiti Prawitasari mengedukasi pentingnya penggunaan skincare pada Lightplus Lightperience Picnic 2026, Jumat (17/07) di Urban Forest. Cipete, Jakarta. Foto: Ist
Ki-ka: Xaviera Putri bersama Nastiti Prawitasari mengedukasi pentingnya penggunaan skincare pada Lightplus Lightperience Picnic 2026, Jumat (17/07) di Urban Forest. Cipete, Jakarta. Foto: Ist
A A A

Di tengah gempuran tren digital yang serba cepat, generasi muda khususnya Gen Z, sering kali terjebak dalam emotional loop. Menghabiskan waktu berjam-jam untuk scrolling media sosial tanpa sadar memicu lonjakan dopamin sesaat, yang kemudian diikuti oleh perasaan lelah, cemas, hingga digital fatigue.

Fenomena ini diperparah oleh empat tantangan nyata di dunia maya: social comparison (kecenderungan membandingkan diri), FOMO (fear of missing out), rasa kesepian yang terisolasi, serta paparan informasi yang terlalu padat. Menariknya, tekanan mental ini tidak hanya berhenti di pikiran, tetapi juga memicu skin stress. Ketika hormon kortisol meningkat akibat stres, fungsi skin barrier akan melemah, memicu peradangan, jerawat, hingga masalah kulit sensitif yang tak kunjung usai.

Menjawab kebutuhan krusial ini, sebuah ruang ketiga baru yang interaktif hadir di tengah kota. Acara bertajuk Lightperience Picnic 2026 resmi digelar pada 17–19 Juli 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta. Mengusung kampanye "Light on Your Skin, Light on Your Mind", ruang ini memadukan konsep perawatan kulit yang aman dan efektif dengan pengalaman piknik yang menenangkan untuk menyegarkan kembali pikiran.

Lightperience Picnic 2026 digelar pada 17–19 Juli 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta. Foto: Novi
Lightperience Picnic 2026 digelar pada 17–19 Juli 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta. Foto: Novi

Nastiti Prawitasari, Brand Manager Lightplus by Wardah, mengatakan bahwa fenomena ini menjadi peluang baginya untuk menghadirkan pengalaman baru yang menjawab kebutuhan generasi muda akan ruang untuk berhenti sejenak dan recharge. “Kami hadirkan berbagai aktivitas ringan yang dipadukan dengan produk berformula gentle, potent, dan proven, sehingga mereka dapat kembali menjalani kesehariannya dengan kulit dan pikiran yang terasa lebih ringan,” ungkap Nastiti, Jumat (17/07) di Urban Forest Cipete, Jakarta.

Mematikan Layar, Menyalakan Koneksi Nyata

Generasi masa kini mulai menyadari pentingnya mengambil jeda. Berdasarkan data, banyak anak muda yang mulai melakukan detoks media sosial demi menjaga kesehatan mental mereka. Mereka tidak lagi sekadar mencari hiburan daring, melainkan mendambakan interaksi nyata (in real life connection) dalam sebuah komunitas yang suportif untuk membangun rasa memiliki (sense of belonging).

Acara ini dirancang sebagai fourth space—sebuah wadah yang memindahkan interaksi dari layar digital ke dunia nyata melalui aktivitas yang penuh makna. Pengunjung diajak untuk melakukan grounding atau beristirahat sejenak dari rutinitas digital lewat berbagai kegiatan kreatif seperti kelas menulis jurnal (journaling), merajut atau membuat kerajinan tangan (crafty), hingga menikmati sesi musik yang intim di area terbuka hijau.

Di sini, peserta tidak hanya berbagi cerita tentang keseharian, tetapi juga saling bertukar pengalaman tentang perjalanan merawat kulit (skin journey) mereka. Melalui interaksi langsung ini, generasi muda diajak untuk berhenti membandingkan diri dengan standar semu di media sosial, dan mulai fokus pada apresiasi terhadap proses bertumbuh diri sendiri.

“Interaksi tatap muka dapat membantu generasi muda membangun koneksi yang lebih bermakna di tengah tingginya intensitas penggunaan media sosial. Media sosial memudahkan kita terhubung, tetapi belum tentu membuat seseorang merasa benar-benar dekat dengan orang lain. Kehadiran fourth spaces dapat membantu seseorang membangun sense of belonging melalui interaksi yang lebih autentik dengan orang-orang yang memiliki minat serupa. Pertemuan seperti ini bukan hanya tentang bersosialisasi. Ini juga dapat menjadi bentuk self-care yang membantu seseorang lebih hadir, merasa didengar, dan lebih nyaman menjadi dirinya sendiri,” tutur Sasya Sava, Mental Health Counselor. “Kesempatan untuk hadir, berbicara, dan melakukan aktivitas bersama juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan emosional,” tambah Sasya.

Foto: Ist
Ki-ka: Sasya Sava, Mental Health Counselor; Nastiti Prawitasari, Brand Manager Lightplus by Wardah; dan Xaviera Putri, Face of Lightplus by Wardah. Foto: Ist

Sebagai representasi Gen Z sekaligus Face of Lightplus by Wardah, Xaviera Putri mengatakan bahwa kesempatan untuk berinteraksi secara langsung menjadi semakin penting di tengah padatnya aktivitas digital. “Media sosial sering membuat kita sibuk mengikuti berbagai ekspektasi hingga lupa menyediakan waktu untuk diri sendiri. Acara ini menjadi ruang untuk bertemu orang baru, mencoba aktivitas yang ringan, dan menikmati kembali interaksi secara langsung,” ujar Xaviera.

“Melalui teknologi terbaru produk ini, peserta juga dapat lebih memahami kebutuhan kulit dan menemukan produk yang sesuai agar tetap nyaman dan percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari,” lanjut Xaviera.

Pendekatan Personal Lewat Kamus Kulit Digital

Setiap individu memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pengalaman yang dihadirkan dalam acara ini dibuat sangat personal lewat kehadiran teknologi Bespoke Skin Dictionary.

Inovasi ini membantu pengunjung untuk mengenali kondisi kulit secara mendalam, memetakan personal color and shade yang paling sesuai, hingga menganalisis kecocokan karakter personal. Dari hasil analisis tersebut, pengunjung akan mendapatkan rekomendasi aktivitas dan perawatan yang benar-benar dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan unik mereka.

Dalam dunia perawatan kulit, memahami akar masalah adalah langkah pertama yang paling krusial. Ketika kulit berada dalam fase sensitif akibat stres atau perubahan hormon, prinsip utamanya adalah kembali ke perawatan dasar (basic skincare) untuk memperbaiki fondasi kulit.

Melalui riset mendalam, formulasi perawatan yang ideal harus memenuhi tiga prinsip utama: kuat mengatasi masalah (potent), lembut di kulit (gentle), dan teruji secara klinis (proven). Langkah awal yang tidak boleh diabaikan adalah pemilihan pembersih wajah. Salah memilih produk pembersih justru dapat mengikis kelembapan alami dan merusak pertahanan kulit.

Sebagai solusi, diperkenalkan strategi perlindungan sejak langkah pertama melalui pembersih wajah berformula pH rendah (Sensitive Relief Low pH Face Wash). Produk ini menggabungkan lima bahan aktif penenang kulit:

  • Nano Ceramide dan Probiotics B5 untuk menjaga kekuatan lapisan pertahanan kulit.
  • Centella Asiatica dan Beta-Glucan untuk meredakan kemerahan.
  • NMF Amino dengan teknologi pembersih yang lembut untuk mengangkat kotoran tanpa menghilangkan kelembapan alami wajah.

Selain perawatan pembersih, menjaga hidrasi dan tampilan segar sepanjang hari juga menjadi kunci untuk mendukung produktivitas yang dinamis. Kombinasi praktis antara pelembap intensif (Hydra Shot Intensive Moisturizer) dan alas bedak ringan (Light Skin Filter Cushion) hadir sebagai perpaduan serasi. Kombinasi ini memberikan hidrasi yang mengunci kelembapan sekaligus menghasilkan tampilan wajah yang cerah alami dan tahan lama, membuat kulit tetap siap menghadapi aktivitas luar ruangan.

Foto: Ist
Peluncuran Lightplus Sensitive Relief Low pH Facial Wash di Lightplus Lightperience Picnic 2026. Foto: Ist

Melangkah Maju Bersama Komunitas

Kesehatan kulit dan keseimbangan pikiran adalah dua hal yang saling bertautan. Menjaga rutinitas perawatan diri secara konsisten, dibarengi dengan kebiasaan positif seperti berolahraga ringan di bawah sinar matahari pagi, menulis jurnal, hingga melakukan afirmasi positif di depan cermin, merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga untuk meningkatkan rasa percaya diri (self-esteem).

Melalui ruang interaktif yang memadukan edukasi kesehatan kulit dan aktivitas relaksasi ini, generasi muda diharapkan dapat menemukan kembali ketenangan di tengah padatnya dunia digital. Ke depan, ruang edukasi dan kreasi ini direncanakan akan hadir lebih dekat ke berbagai kota, kampus, dan komunitas di seluruh Indonesia, membawa misi untuk terus menyebarkan semangat hidup yang lebih ringan, seimbang, dan bermakna.

“Kami percaya bahwa masa depan beauty industry tidak hanya ditentukan oleh produk yang relevan, tetapi juga oleh brand experience yang membantu generasi muda mengenal diri, mengetahui kondisi kulit untuk menentukan skincare dan makeup yang sesuai, juga didukung dengan aktivitas yang light on your skin, light on your mind. Melalui Lightperience Picnic, kami juga ingin terus menghadirkan fourth spaces yang dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di berbagai kota, kampus, dan komunitas di Indonesia,” pungkas Nastiti.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Beauty on the Go: Tampil Menawan Tanpa Ribet, Ini 5 Peralatan Makeup Wajib, Rahasia Riasan Flawless
img
Saat Pikiran Penat Bikin Kulit Ikut Stres, Ini Cara Seru untuk Recharge Keduanya Sekaligus di Lightperience Picnic 2026
img
Intip Camilan Kesukaan Iqbaal Ramadhan yang Konsisten dari Kecil Hingga Sekarang
img
Sering Menunda Checkout? Ini “Resep” Belanja Lebih Menyenangkan