Semarakkan HUT ke-499 Jakarta, Lenong Kampung Te-Ko Ajak Generasi Muda Mengenal Budaya Betawi
Ikut menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta, Galeri Indonesia Kaya menghadirkan berbagai pertunjukan seni Betawi setiap akhir pekan sepanjang bulan Juni. Salah satu pertunjukan yang hadir dalam rangkaian tersebut adalah Lenong Kampung Te-Ko yang dibawakan oleh Sanggar Oplet Robet.
Pertunjukan teater tradisional ini mengisahkan kehidupan masyarakat kampung yang hidup rukun di tengah dinamika kota besar. Tapi keharmonisan itu mulai terusik ketika sekelompok preman membuat onar. Mereka memanfaatkan kondisi ekonomi warga demi kepentingan pribadi. Konflik yang muncul menggambarkan persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat perkotaan, sekaligus mengangkat nilai persatuan, keberanian, dan kepedulian sosial.
Lenong Kampung Te-Ko dikemas dengan gaya khas lenong Betawi yang sarat humor, dialog spontan, serta diiringi musik tradisional, menghadirkan pengalaman yang menghibur sekaligus reflektif bagi penonton. Melalui interaksi antar pemain, improvisasi yang menjadi ciri khas lenong, serta kehadiran bintang tamu Rudi Sipit, Lenong Kampung Te-Ko menghadirkan suasana akrab yang telah menjadi bagian dari tradisi pertunjukan rakyat Betawi selama bertahun-tahun.
Ada 16 penampil meramaikan lenong berdurasi 60 menit yang disutradarai oleh Maulana Firdaus. Memadukan unsur teater tradisi, musik, serta humor khas Betawi, pertunjukan ini menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah tantangan kehidupan masyarakat perkotaan.
Sang penulis naskah, Riyanto RA, menegaskan bahwa Lenong sejak dulu lahir dari kehidupan masyarakat Betawi. “Melalui Lenong Kampung Te-Ko, kami ingin menghadirkan cerita yang dekat dengan keseharian masyarakat, sehingga penonton tidak hanya terhibur, tetapi juga dapat melihat kembali pentingnya kebersamaan, keberanian, dan kepedulian terhadap sesama di tengah perubahan kota yang terus berlangsung,” katanya.
Sanggar Oplet Robet sendiri merupakan komunitas penggiat seni tradisi Betawi yang bergerak di bidang lenong, tari, gambang kromong, serta berbagai kesenian khas Betawi lainnya. Berawal dari semangat para mantan anggota Teater Cagar Budaya yang ingin memiliki wadah untuk terus mengekspresikan kecintaan terhadap budaya Betawi, kelompok ini mendirikan Ocehan Plesetan Rombongan Betawi atau Oplet Robet pada tahun 2001, yang kemudian berkembang menjadi Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) yang bergerak di bidang kesenian dan kuliner. Hingga kini, Sanggar Oplet Robet terus menjadi ruang bagi para pelaku seni tradisi untuk menjaga keberlangsungan budaya Betawi melalui berbagai pertunjukan dan kegiatan kebudayaan.
“Kesempatan untuk menampilkan Lenong Kampung Te-Ko di Galeri Indonesia Kaya menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, karena melalui panggung ini semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal dan mencintai kesenian Betawi. Kami berharap pertunjukan ini dapat menjadi pengingat bahwa di tengah perkembangan Jakarta menuju era baru, budaya Betawi tetap menjadi bagian penting dari identitas kota yang perlu terus dijaga bersama,” ujar Ramdani (Qubil AJ), pimpinan Sanggar Oplet Robet.
“Kami percaya bahwa transformasi Jakarta menuju era baru perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga warisan budayanya. Melalui rangkaian pertunjukan seni Betawi, kami berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, dapat mengenal dan mengapresiasi budaya yang menjadi bagian dari perjalanan Jakarta,” tutup Renitasari Adrian, Program Director Indonesia Kaya.