Seribu Bidan Dibekali Pengetahuan Mikronutrien untuk Dampingi Ibu pada Masa MPASI
Moms memiliki anak usia bayi? Ketika si kecil sudah memasuki fase pemberian makanan pendamping ASI (MPASI), pasti ada banyak momen. Mulai dari ia lahap menyantap suapan pertama, hingga di lain waktu enggan dan memilih-milih makanan. Semuanya memberikan tantangan tersendiri, ya, Moms. Namun di balik itu, ada satu hal yang tak boleh luput dari perhatian: MPASI bukan sekadar membuat anak kenyang, tetapi memastikan setiap suapan mengandung gizi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.
Ya, pemenuhan mikronutrien menjadi salah satu aspek penting pada masa MPASI. Mikronutrien merupakan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tetapi berperan besar dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu mikronutrien penting adalah zat besi yang berperan dalam mendukung perkembangan otak bayi. Karena itu, kecukupan mikronutrien perlu menjadi perhatian sejak anak mulai mengonsumsi MPASI pada usia enam bulan.
Sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan ibu dan keluarga, bidan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi mengenai pemenuhan gizi selama periode MPASI.
Kesadaran akan pentingnya peran tersebut menjadi salah satu alasan diselenggarakannya "Aksi 1000 Bidan Surabaya Hebat" dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang berlokasi di Balai Kota Surabaya (28/6) lalu. Kegiatan yang didukung SUN, merek makanan pendamping ASI (MPASI) dari PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, ini mempertemukan sekitar 1.000 (seribu) bidan dari berbagai wilayah di Jawa Timur untuk memperkuat kapasitas mereka dalam memberikan edukasi mengenai pemenuhan mikronutrien pada anak usia 6–24 bulan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama sebelum para peserta mengikuti talkshow edukatif bersama dokter spesialis anak, dr. Garindra Wicaksono, Sp.A., M.Ked.Klin. Dalam pemaparannya, dr. Garindra menjelaskan bahwa pemenuhan gizi masih menjadi tantangan bagi banyak orang tua karena porsi makan bayi yang terbatas. Karena itu, setiap suapan yang diberikan perlu mengandung gizi yang optimal, khususnya zat besi yang berperan penting dalam mendukung perkembangan otak. Ia juga menekankan bahwa bayi usia enam bulan membutuhkan sekitar 11 mg zat besi per hari. Kebutuhan tersebut perlu dipenuhi melalui pemberian makanan pendamping yang tepat.
Melalui kegiatan tersebut, para bidan dibekali pengetahuan gizi terkini dan panduan praktis mengenai pemenuhan gizi bayi, terutama pada usia 6–24 bulan.
Bidan Luluk, District Manager Unit Pelaksana Bidan Delima (UPBD), menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para bidan.
"Kegiatan ini membantu kami memperbarui pengetahuan dan meningkatkan keterampilan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Materi yang diberikan sesuai dengan tantangan yang kami hadapi di lapangan, sehingga mendukung peningkatan kapasitas dan kepercayaan diri kami dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat maupun di tempat praktik mandiri," ujarnya.
Tak hanya berdiskusi soal teori, para bidan juga diajak mempraktikkan penyusunan menu MPASI melalui lomba kreasi berbahan pangan lokal yang dipadukan dengan MPASI fortifikasi. Sebanyak 15 tim, masing-masing terdiri atas tiga peserta, diberi waktu 30 menit untuk mengolah menu utama, kemudian mempresentasikan hasilnya di hadapan dewan juri.
Penilaian dilakukan berdasarkan keseimbangan gizi, kreativitas, cita rasa, serta kesesuaian tekstur. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir inspirasi menu MPASI yang mudah dibuat, bergizi, memanfaatkan bahan pangan lokal, dan terjangkau bagi keluarga Indonesia.
Etyk Hartuti, Manager ICBP Divisi Nutrition and Special Foods PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, mengatakan kolaborasi bersama tenaga kesehatan merupakan bagian dari upaya memperluas edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan mikronutrien pada masa MPASI.
"Pemenuhan gizi pada periode MPASI merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak. Melalui fortifikasi zat besi dan mikronutrien penting lainnya, SUN membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi pada masa MPASI. Kolaborasi bersama tenaga kesehatan, khususnya para bidan, menjadi salah satu wujud komitmen kami untuk memperluas edukasi kepada para orang tua. Melalui 'Aksi 1000 Bidan Surabaya Hebat', kami berharap pesan tentang pentingnya pemenuhan mikronutrien dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Indonesia. Kami akan terus berkomitmen menjadi sahabat ibu dalam menghadirkan MPASI bergizi lengkap dan seimbang," katanya.
Selama lebih dari 30 tahun, produk MPASI tersebut terus berinovasi dengan menghadirkan cita rasa Nusantara, seperti soto ayam dan opor, serta diperkaya Esenutri yang mengandung protein tinggi, zat besi, serta omega 3 dan omega 6 untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Seluruh produknya telah bersertifikasi BPOM, memenuhi standar Codex Alimentarius Commission sebagai acuan internasional keamanan pangan, serta dibuat tanpa pengawet dan tanpa perisa tambahan.
Bersama para bidan, kolaborasi edukasi kepada para orang tua akan terus diperluas agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi penerus menuju Indonesia Emas