Serunya Bermain Bersama, Cara Sederhana Orang Tua Mengenal Keunikan Anak
Di tengah kesibukan sehari-hari, quality time bersama anak terkadang menjadi hal yang mudah terlewat. Orang tua mungkin berada di rumah bersama anak, tetapi perhatian masih terbagi dengan pekerjaan, pesan di ponsel, hingga berbagai aktivitas lainnya.
Padahal, meluangkan waktu untuk benar-benar hadir bersama anak, dapat menjadi momen penting untuk mengenali karakter, minat, sekaligus keunikan mereka. Salah satunya melalui aktivitas bermain.
Semangat inilah yang dihadirkan dalam Parentalk Festival 2026, yang kembali digelar untuk kelima kalinya. Mengusung tema “Feel the Fun in Fruitopia!”, festival keluarga ini akan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan.
Memasuki tahun kelima sejak pertama kali digelar pada 2022, Festival ini dirancang sebagai ruang bagi keluarga untuk bermain, bereksplorasi, mencoba pengalaman baru, sekaligus membangun koneksi antara orang tua dan anak.
Mengenal Anak Lewat Keseruan Bermain
Terinspirasi dari keberagaman buah yang memiliki warna, bentuk, rasa, dan manfaat berbeda, konsep Fruitopia menjadi gambaran bahwa setiap anak juga memiliki keunikan masing-masing.
Ada anak yang senang bergerak, ada yang betah menggambar, ada yang gemar bercerita, bernyanyi, bermain dengan hewan, atau justru dapat berkonsentrasi lama pada permainan tertentu. Minat tersebut terkadang baru terlihat ketika anak mendapatkan kesempatan untuk mencoba berbagai pengalaman.
Co-CEO Parentalk sekaligus Co-Chairman Parentalk Festival, Audrie Napitupulu, mengatakan Festival ini dihadirkan sebagai ruang bagi keluarga untuk menikmati pengalaman bersama.
“Kami hadirkan sebagai ruang bagi orang tua dan anak untuk menikmati pengalaman bersama. Melalui Fruitopia, keluarga dapat bermain, bereksplorasi, dan mencoba hal baru dalam suasana yang menyenangkan. Saat orang tua ikut hadir dan menikmati prosesnya, ada kesempatan untuk saling terhubung sekaligus mengenal hal-hal yang menarik serta minat anak,” ujar Audrie saat konferensi pers, Rabu (30/09) di Tangerang.
Menurut Audrie, keberagaman buah menjadi inspirasi untuk melihat bahwa setiap anak juga tumbuh dengan karakter dan ritme yang berbeda.
Karena itu, orang tua tidak perlu terburu-buru menentukan anak harus menjadi seperti apa. Memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba berbagai aktivitas, justru dapat membantu orang tua mengamati apa yang membuat mereka penasaran dan bersemangat.
Quality Time Bukan Sekadar Berada di Tempat yang Sama
Psikolog Anak, Saskhya Aulia Prima, M.Psi. menekankan bahwa quality time bukan semata-mata tentang berapa lama orang tua berada bersama anak. Yang tidak kalah penting adalah kualitas kehadiran orang tua selama momen tersebut.
Orang tua dapat mulai dengan hal sederhana, misalnya menyisihkan waktu sekitar 20 menit setiap hari untuk benar-benar bersama anak tanpa distraksi. Ponsel dan pekerjaan dapat dikesampingkan sementara, lalu perhatian diarahkan kepada aktivitas yang sedang dilakukan anak.
Dalam kondisi tersebut, orang tua tidak harus terus memberikan instruksi. Bahkan, ketika bingung harus mengatakan apa, orang tua cukup mengamati dan mendeskripsikan aktivitas anak.
Misalnya ketika anak sedang menggambar, orang tua dapat mengatakan, “Kakak sedang mewarnai, ya,” atau “Warna yang dipilih pink.” Cara sederhana ini dapat membuat anak merasa bahwa orang tuanya memperhatikan dan menerima apa yang sedang ia kerjakan.
Saskhya juga mengingatkan bahwa terlalu banyak aturan atau instruksi ketika anak bermain justru dapat mengurangi ruang bagi kreativitasnya.
“Guided play” tidak selalu berarti orang tua harus mengarahkan anak secara terus-menerus. Orang tua bisa memberikan ruang, mengamati, dan membantu ketika anak membutuhkan. Dengan begitu, kegiatan bermain tetap menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak.
Dari Bermain, Orang Tua Bisa Melihat Minat Anak
Bermain juga dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk melakukan observasi sederhana.
Perhatikan aktivitas apa yang pertama kali menarik perhatian anak, berapa lama ia bertahan di suatu permainan, apakah ia berulang kali kembali ke aktivitas tertentu, serta bagaimana ekspresinya ketika melakukan kegiatan tersebut.
Anak yang terlihat sangat antusias terhadap satu aktivitas, misalnya, bisa jadi sedang menunjukkan ketertarikan tertentu. Namun, orang tua juga perlu memberikan ruang karena minat anak, terutama pada usia dini, masih dapat berubah seiring pengalaman dan bertambahnya usia.
Saskhya menjelaskan, pada usia di bawah delapan tahun, anak masih berada dalam fase eksplorasi. Karena itu, orang tua justru dianjurkan memberikan paparan terhadap berbagai pengalaman agar anak memiliki kesempatan mengenal banyak hal.
Dengan demikian, orang tua tidak perlu terburu-buru menentukan cita-cita atau minat anak. Mengenalkan beragam profesi, aktivitas, dan pengalaman boleh dilakukan, tetapi sebaiknya tanpa memaksakan pilihan tertentu.
Belajar Peduli pada Asupan dan Sesama
Selain menghadirkan ruang bermain, Parentalk Festival 2026 juga mengajak orang tua memperhatikan keseharian anak, termasuk pilihan asupan.
Nadya Fitri, Senior Brand Manager Indomilk Kids, mengatakan kebutuhan anak tidak hanya berkaitan dengan makanan yang enak, tetapi juga pilihan asupan yang dapat mendukung aktivitas mereka sehari-hari.
Salah satu hal yang dapat dilakukan orang tua adalah lebih cermat membaca informasi pada kemasan, termasuk memperhatikan logo Pilihan Lebih Sehat atau centang hijau yang menunjukkan bahwa produk telah memenuhi kriteria profil gizi sesuai kategorinya.
Dalam festival ini, Indomilk Kids Yogurt juga akan menghadirkan berbagai aktivitas yang menggabungkan unsur bermain, kreativitas, serta latihan fokus. Kehadiran booth tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan kegiatan bagi anak untuk sejenak lepas dari gadget dan menikmati pengalaman bermain secara langsung.
Tidak hanya soal bermain dan nutrisi, Festival ini juga membawa pesan kepedulian sosial. Melalui aktivitas di booth yang bekerja sama dengan TisikAsa, keluarga dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang hasilnya akan disalurkan sebagai donasi kepada pihak yang membutuhkan.
Dengan cara ini, anak tidak hanya diajak bersenang-senang, tetapi juga dikenalkan pada nilai berbagi dan peduli terhadap sesama.
Ada Banyak Aktivitas Seru untuk Keluarga
Mengusung lima elemen utama, yakni Explore, Create, Play, Connect, dan Grow, Festival ini akan menghadirkan beragam kegiatan untuk anak dan keluarga.
Pengunjung dapat mengikuti aktivitas sensorik dan motorik, face painting, storytelling, serta permainan edukatif dari Smarticks seperti meronce, Ulat Pola, dan Hopscotch.
Ada pula wahana RC Excavator yang dapat menambah pengalaman bermain anak.
Suasana festival semakin meriah dengan penampilan musik dari Bilal Indrajaya sebagai main artist kategori adult-family, serta Kiddos Band, Sparkle, KBL, dan Woodblock.
Selain itu, tersedia berbagai talkshow edukatif bersama para narasumber dan sponsor pendukung yang membahas topik seputar keluarga, anak, kesehatan, hingga keseharian orang tua.
Berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 08.00–18.00 WIB di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, Festival ini menjadi kesempatan bagi keluarga untuk sejenak berhenti dari rutinitas, meletakkan gadget, lalu menikmati waktu bersama. Sebab, terkadang hal sederhana seperti bermain, tertawa, mencoba sesuatu yang baru, dan mengamati keseruan anak, justru dapat membuka kesempatan bagi orang tua untuk mengenal buah hati mereka lebih dekat.