Strategi Cuan Maksimal saat Ramadan, Ubah Menu Klasik jadi Viral dengan Konsistensi Rasa Juara
Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tapi juga momen "panen raya" bagi pelaku UMKM kuliner di Indonesia. Fenomena "War Takjil" yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, membuat permintaan minuman segar melonjak drastis.
Berbagai riset dan tren digital menunjukkan bahwa takjil manis serta minuman segar berbasis es, seperti es buah, kolak, dan es campur, masih menjadi pilihan utama masyarakat saat berbuka puasa.
Di tengah tren kuliner viral yang cepat berubah, es teler sebagai menu klasik tetap menjadi daya tarik, sekaligus membuka peluang inovasi bagi pelaku UMKM untuk menghadirkan kreasi baru yang menarik dan kompetitif tanpa meninggalkan rasa autentiknya.
Namun, di tengah gempuran menu-menu baru yang viral, bagaimana cara UMKM bertahan dan meraih untung maksimal?
Kuncinya bukan hanya sekadar ikut tren, tapi pada inovasi menu klasik dan konsistensi rasa. Inilah yang mendasari kolaborasi Dairy Champ bersama Chef Martin Praja dalam menghadirkan inspirasi menu: Es Teler Milky Pudding Juara.
Menurut Chef Martin Praja, es teler adalah all-time favorite. Namun, UMKM perlu memberikan twist agar tetap kompetitif.
"Kita buat menu klasik tetap happening. Kita mengadaptasi rasa autentik dengan tekstur pudding yang lembut dan rasa yang lebih creamy. Yang penting, prosesnya harus 'sat-set' (cepat) agar produktivitas UMKM meningkat," ujar Chef Martin yang langsung mendemonstrasikan menu Es Teler Milky Pudding Juara saat Media Gathering #RasakanKemenangan Hadirkan Inovasi Takjil Ramadan pada Rabu (11/02/2026) di Jakarta.
Banyak UMKM terjebak menggunakan bahan baku seadanya demi mengejar harga murah. Padahal, rahasia bisnis yang berkelanjutan (sustainable) ada pada kualitas.
Marketing Manager PT Etika Beverages Indonesia, Dodi Afandi, menyampaikan bahwa Ramadan merupakan momen penting bagi UMKM kuliner karena berkontribusi pada peningkatan pendapatan. “Namun, di tengah lonjakan permintaan, pelaku usaha juga harus menjaga konsistensi kualitas agar kepercayaan konsumen tetap terjaga. Kami melihat bahwa UMKM membutuhkan dukungan yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada solusi yang dapat membantu mereka menjaga kualitas dan efisiensi operasional, sehingga dapat terus memenuhi ekspektasi konsumen selama Ramadan,” ujar Dodi seraya menambahkan bahwa mereka terus melakukan pendekatan kolaboratif yang berfokus pada pengembangan resep dan pemanfaatan bahan baku yang stabil dan konsisten.
Jaga Konsistensi: Satu atau Seribu Cup, Rasa Harus Sama!
Tantangan terbesar saat Ramadan adalah lonjakan pesanan. Najla Bisyir, pemilik Bittersweet by Najla, menekankan bahwa di era ulasan digital, sedikit saja rasa berubah, reputasi taruhannya.
"Jangan sampai karena lelah atau pesanan membludak, takaran jadi asal-asalan. Gunakan bahan baku yang konsistensinya terjamin, sehingga mau bikin 1 atau 1.000 cup, rasanya tetap sama," tegas Najla.
Najla juga menganjurkan agar kita jangan membeli bahan baku secara mendadak saat harga mulai meroket di tengah Ramadan. "Lakukan forecasting atau perencanaan kebutuhan bahan baku dari satu bulan sebelumnya. Persiapan yang matang dari sisi stok bahan baku dan kesiapan tim akan memastikan operasional berjalan lancar tanpa drama "kehabisan bahan"," kata Najla.
Seperti strategi Najla Bisyir, ajak pelanggan menjadi bagian dari perjalanan bisnis Anda. Ceritakan proses pembuatan takjil yang higienis dan penggunaan bahan berkualitas di media sosial. Hal ini membangun kepercayaan (trust) yang membuat pelanggan akan kembali lagi meski Ramadan telah usai.