ads

Tak Perlu Jadi Chef, Teknologi Dapur Pintar, Bikin Hasil Masakan ala Profesional

Novita Sari - Jumat, 19 Juni 2026
President Director of PT BSH Home Appliances, Anil Narula (kanan) bersama dengan Juara pertama BSH Culinary Master, Ananta Aristian (kiri). Foto: Ist
President Director of PT BSH Home Appliances, Anil Narula (kanan) bersama dengan Juara pertama BSH Culinary Master, Ananta Aristian (kiri). Foto: Ist
A A A

Perangkat dapur pintar (smart kitchen appliances) kini bukan lagi sekadar pelengkap kemewahan, melainkan kebutuhan nyata bagi masyarakat urban. Di tengah padatnya kesibukan, intervensi teknologi, hadir untuk menyederhanakan proses memasak sekaligus memberikan ketenangan pikiran (peace of mind). Tren ini tecermin dari data Grand View Research yang memproyeksikan pasar peralatan rumah tangga di Indonesia akan tumbuh 6,5% per tahun hingga 2030.

Meruntuhkan Stigma "Dapur Pintar Itu Rumit"

Selama ini, teknologi dapur pintar sering kali dipersepsikan mahal, rumit, dan hanya cocok untuk koki profesional. Padahal, tantangan terbesar pengguna rumahan adalah hal-hal manual yang menyita waktu, seperti menjaga kestabilan suhu kulkas atau memantau kematangan panggangan.

Menjawab tantangan tersebut, produsen asal Jerman ini meluncurkan kampanye kreatif bertajuk #BeresBosch. Kampanye ini dirancang khusus agar teknologi tinggi terasa dekat, membumi, dan relevan dengan keseharian keluarga di Indonesia.

Zata Bening Awanis, Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia. Foto: Novi
Zata Bening Awanis, Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia. Foto: Novi

Zata Bening Awanis, selaku Corporate Communications and Government Relations, menjelaskan esensi di balik pendekatan lokal ini:

"Melalui kampanye ini, kami ingin memasyarakatkan teknologi premium agar tidak ada jarak antara inovasi Jerman dan konsumen di Indonesia. Kami mengemas pesan ini secara sederhana dan relate dengan kehidupan sehari-hari, baik untuk ibu rumah tangga, bapak-bapak, hingga pasangan muda agar mereka percaya diri bahwa urusan domestik, khususnya di dapur, bisa diselesaikan dengan praktis dan beres," terang Bening di acara Grand Final Bosch Culinary Masters 2026, Kamis (18/06) di Jakarta.

Senada dengan hal tersebut, Fenny Sofyan, Country Head of Corporate Communications and Government Relations, menambahkan bahwa inovasi mereka mencakup mobilitas hingga perumahan. "Semangat inilah yang menjadi dasar kampanye kami, yaitu menghadirkan solusi yang membantu berbagai urusan di rumah menjadi lebih beres, terlebih di dapur," ujar Fenny.

Banyak yang tidak menyadari bahwa hampir 60% bisnis perusahaan ini secara global bertumpu pada sektor otomotif dan mobilitas. Mulai dari komponen konvensional hingga era kendaraan listrik (Electric Vehicle), teknologi mereka menjadi otak penggerak industri.

Fenny Sofyan, Country Head of Corporate Communications and Government Relations. Foto: Novi
Fenny Sofyan, Country Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia. Foto: Novi

Fenny pun menjelaskan betapa dominannya peran teknologi mereka di pasar B2B (business-to-business).

"Secara global kita adalah salah satu biggest supplier di dunia. Hampir enggak mungkin di mobil atau motor kita enggak terdapat produk kami. Bahkan saat Indonesia sedang gencar menyambut era kendaraan listrik (EV), kami menjadi pihak yang menciptakan Battery Management System atau otak dari baterai berupa chip di dalamnya," jelas Fenny.

Solusi Sensor Pintar dan AI untuk Hasil yang Konsisten

Di ranah konsumen (B2C), pergeseran gaya hidup pascapandemi turut mengubah fungsi spasial di dalam rumah. Dapur kini bukan lagi sekadar ruang memasak yang terisolasi, melainkan telah bertransformasi menjadi area sosial yang terintegrasi langsung dengan ruang keluarga (dry kitchen atau living space).

Theressa Victoria, Head of Marketing Bosch Home Indonesia, memaparkan tiga pilar utama yang menjadi janji merek kepada konsumen: perceivable quality (kualitas yang tepercaya), perfect result (hasil akhir yang sempurna), dan kekuatan desain.

"Filosofi pendiri kami yang selalu kami pegang teguh hingga sekarang adalah: 'I would rather lose money than trust'. Kami memastikan seluruh produk yang keluar telah melewati proses QC yang sangat ketat demi menjamin keamanan konsumen," tegas Theressa.

Theressa Victoria, Head of Marketing Bosch Home Indonesia. Foto: Novi
Theressa Victoria, Head of Marketing Bosch Home Indonesia. Foto: Novi

Theressa mencontohkan bagaimana detail keamanan diaplikasikan pada pintu perangkat oven yang menggunakan empat hingga enam lapisan kaca guna menahan panas ekstrem di dalam dan melindungi anggota keluarga di luar. Selain itu, integrasi teknologi sensor pintar kini memungkinkan perangkat memasak mendeteksi tingkat kematangan dan warna panggangan secara otomatis, serta terkoneksi penuh dengan aplikasi rumah pintar (smart home apps).

"Nilai peralatan dapur tidak hanya ditentukan oleh harga awal, tetapi juga kualitas, ketahanan, dan kemudahan penggunaan sehari-hari," jelas Theressa. Ia menegaskan bahwa fokus inovasi ini adalah menghadirkan pengalaman memasak yang sederhana dan konsisten bagi siapa saja.

Pembuktian Nyata Melalui Ajang Kompetisi Kuliner

Untuk menguji keandalan teknologi ini dalam situasi nyata, kompetisi memasak Culinary Masters 2026 sukses digelar dengan mempertemukan 246 kontestan dari berbagai latar belakang. Para pemenang memperoleh hadiah berupa produk Home Appliances dengan total nilai Rp55 juta serta voucher Sayurbox senilai total Rp10,8 juta. 

Chef Bryan, lulusan MasterChef Indonesia Season 8 yang bertindak sebagai juri, mengonfirmasi pentingnya dukungan perangkat modern. "Teknologi sangat memengaruhi hasil masakan. Oven modern menawarkan fitur canggih yang membuat proses memasak lebih efisien dan hasilnya lebih konsisten. Kombinasi keterampilan dan teknologi akan menghasilkan kualitas yang superior," ungkap Chef Bryan.

Chef Bryan, lulusan MasterChef Indonesia Season 8 yang bertindak sebagai juri. Foto: Ist
Chef Bryan, lulusan MasterChef Indonesia Season 8 yang bertindak sebagai juri. Foto: Ist

Kompetisi ketat ini akhirnya dimenangkan oleh Ananta Aristian, seorang wirausahawan yang gemar memasak sejak kecil. Sebagai juara pertama, ia berhak membawa pulang produk rumah tangga premium serta total hadiah senilai puluhan juta rupiah. Bagi Ananta, aspek kualitas dan daya tahan (durability) perangkat elektronik adalah investasi jangka panjang terbaik untuk mendukung kreativitasnya.

Komitmen Keberlanjutan dan Layanan Pasca-Jual

Selain fungsionalitas, aspek keberlanjutan (sustainability) menjadi pilar utama ekosistem dapur modern saat ini. Melalui efisiensi sensor pintar, perangkat dirancang untuk meminimalkan penggunaan air dan energi secara signifikan.

Untuk menepis kekhawatiran konsumen bahwa perawatan perangkat pintar itu mahal, produsen memberikan jaminan ketersediaan suku cadang jangka panjang hingga 15 tahun. Langkah ini mempertegas komitmen bahwa inovasi terbaik adalah inovasi yang mempermudah hidup, tahan lama, memberi rasa aman, dan dapat diakses oleh siapa saja.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Tak Perlu Jadi Chef, Teknologi Dapur Pintar, Bikin Hasil Masakan ala Profesional
img
Membangun Kemandirian Sejak Dini Lewat Perubahan Sederhana di Rumah Menjelang Hari Pertama Sekolah
img
Mengajarkan Nilai Inovasi Kepada Anak Melalui Pengalaman Sensorik yang Menyenangkan
img
Bukan Sekadar Jalan-Jalan di Mal, Ada Playdate Seru untuk Isi Libur Sekolah Anak