Tandai 17 Tahun: Luncurkan Lini Fashion Anak untuk Tampil Senada Lewat Wastra Modern
Momen tampil serasi bersama buah hati kini makin terasa istimewa. Menandai perjalanan 17 tahunnya di dunia mode, langkah baru hadir melalui peluncuran lini fashion anak yang memadukan kenyamanan, gaya modern, dan keanggunan wastra (kain tradisional) Nusantara. Tak sekadar busana, koleksi ini menjadi cara manis untuk tampil senada sekaligus menanamkan kecintaan pada budaya sejak dini.
Perjalanan 17 tahun dalam merawat dan mengembangkan warisan wastra Nusantara mencapai puncaknya melalui rangkaian Grand Indonesia – PURANA17: Renjana Perca. Bertempat di Main Atrium, East Mall Level 1, Grand Indonesia, Jakarta Minggu (23/8), perayaan ditutup dengan peluncuran lini fashion anak melalui pergelaran istimewa: Grand Closing Fashion Show PURANA KIDS Spring/Summer 2027 (SS27).
Peluncuran ini menjadi langkah penting untuk meneruskan semangat kreatif dan keberlanjutan kepada generasi berikutnya. Tak sekadar menghadirkan busana anak, juga membawa misi untuk memperkenalkan keindahan motif Nusantara melalui pakaian yang nyaman, modern, sekaligus memiliki keterkaitan kuat dengan lini koleksi untuk orang dewasa.
Di atas runway, para talenta cilik yang merupakan pemenang Purana Kids Model Search 2026 tampil penuh percaya diri. Keceriaan mereka menjadi gambaran bagaimana warisan budaya dapat hadir secara lebih dekat dan menyenangkan dalam keseharian anak-anak masa kini.
Dari Koleksi Orang Tua ke Busana Anak
Lini fashion untuk anak ini sebenarnya proyek yang telah lama berada dalam rencana dan akhirnya resmi diluncurkan pada musim Spring/Summer 2027. Sebelumnya, busana anak lebih banyak hadir melalui sistem pemesanan khusus, terutama ketika orang tua ingin mengenakan busana senada dengan buah hati pada momen Ramadan, Lebaran, maupun acara formal.
Kini, konsep tersebut dikembangkan menjadi lini yang dapat diperoleh secara langsung oleh masyarakat.
“Ini adalah proyek pertama untuk anak yang kami luncurkan di Spring Summer 2027. Sebenarnya sudah lama ada dalam rencana kami, tetapi baru sekarang akhirnya resmi diluncurkan,” jelas Nonita Respati, Founder & CCO Purana Group, Minggu, 23 Agustus 2026 di Grand Indonesia, Jakarta.
Ditambahkan Maritza Anjali, selaku Lead Designer, konsep desainnya pun dibuat sedekat mungkin dengan kebutuhan anak-anak. "Siluet dan potongannya dirancang easy, comfortable, dan relaxed to wear, sehingga anak tetap leluasa bergerak dan beraktivitas," ucap Maritza.
Pilihan busananya cukup beragam. "Untuk anak laki-laki tersedia kemeja yang dapat dikenakan senada dengan Ayah, sementara untuk anak perempuan terdapat pilihan atasan, mini dress, hingga dress A-line yang dapat dipadukan dengan busana sang Ibu," kata Maritza.
Menariknya, koleksi ini ditujukan untuk anak hingga usia 12 tahun. Memasuki usia 13 tahun ke atas, mereka dapat beralih ke ukuran koleksi dewasa.
"Dari sisi material, dipilih bahan poly cotton dengan komposisi 70 persen cotton, sehingga tetap mengutamakan kenyamanan anak saat mengenakannya," ujar Maritza.
Ketika Seni Bertemu Wastra Nusantara
Kekuatan utama koleksi terbaru ini terletak pada eksplorasi motifnya. Koleksi ini merupakan kolaborasi yang berangkat dari mahakarya seniman Anton Afganial berjudul Abundance, yang berarti “Kelimpahan”. Kolaborasi tersebut mempertemukan ekspresi seni lukis dengan konsep “Livable Art” yang menjadi DNA.
Sapuan kuas Afganial yang ekspresif diterjemahkan ke dalam motif dasar yang dimiliki, sehingga menghasilkan tampilan visual yang kaya, berlapis, dan mengalir. Elemen stripe serta motif khas karya sang seniman kemudian hadir dalam busana anak dengan pendekatan yang lebih ringan dan modern.
Sementara itu, Regal Bloom mengeksplorasi pertemuan antara dekorasi klasik Eropa dengan kekayaan budaya Indonesia. Motif-motif klasik diterjemahkan kembali menjadi corak hibrida yang unik, seperti Tartan Parang, Puspa Paisley, Bakung Melati, dan Merpati Pelangi dengan sentuhan efek jacquard.
Perpaduan tersebut menghasilkan dialog menarik antara ketegasan garis tartan, kelembutan motif batik, kemewahan jacquard, dan keindahan flora tropis Nusantara.
Warna Ceria, Karakter Berani
Karakter koleksi terbaru ini semakin kuat melalui pilihan warna yang segar. Motif Regal Bloom hadir dalam palet sage, magenta, turquoise, emerald, hingga earthy neutrals. Sementara kolaborasi dengan Afganial diperkaya dengan elemen navy, white, teal, emerald, serta stripe tartan.
Kombinasi tersebut menciptakan karakter anak yang modern, elegan, mature, sekaligus audacious—tanpa kehilangan sisi ceria dan playful yang menjadi bagian penting dari dunia anak-anak.
Desainnya pun tidak hanya mengejar estetika. Kenyamanan dan keleluasaan bergerak menjadi pertimbangan utama agar pakaian dapat benar-benar menjadi bagian dari aktivitas anak sehari-hari.
Sustainability sebagai Napas Utama
Peluncuran ini juga tidak dapat dilepaskan dari semangat keberlanjutan yang menjadi inti perayaan Renjana Perca.
Pameran ini mengangkat gagasan tentang sustainability dan circularity, dengan mengolah kembali material yang sering dianggap sebagai limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai baru.
Semangat tersebut bahkan diterapkan pada instalasi pameran. Material recycled cardboard yang digunakan pada perayaan sebelumnya, diolah dan digunakan kembali untuk instalasi tahun ini. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya dalam menghadirkan pameran dengan konsep almost zero waste.
Selama rangkaian acara, pengunjung juga diajak mengikuti berbagai aktivitas dan workshop, mulai dari workshop jamu hingga mengolah kain perca menjadi berbagai benda baru seperti gantungan kunci.
Konsep Renjana Perca pada akhirnya bukan sekadar tentang kain sisa, melainkan tentang bagaimana sesuatu yang dianggap tidak lagi bernilai, dapat diberikan kehidupan kedua melalui kreativitas.
Menumbuhkan Cinta Budaya Sejak Dini
Bagi mereka, anak-anak merupakan bagian penting dalam keberlanjutan perjalanan budaya. Melalui koleksi terbaru untuk anak, warisan motif Nusantara tidak hanya disimpan sebagai bagian dari sejarah, tetapi dibawa masuk ke dalam gaya hidup generasi baru.
“Koleksi ini lahir dari kerinduan kami untuk meneruskan keindahan motif wastra Nusantara serta semangat keberlanjutan kepada generasi penerus bangsa. Melalui perpaduan mahakarya Abundance dan koleksi Regal Bloom, tradisi bertemu dengan inovasi sehingga warisan budaya Indonesia dapat mekar menjadi bagian dari gaya hidup modern anak-anak secara berkelanjutan,” ujar Andarina Sumarno selaku Co-Founder & CEO.
Kehadiran para model cilik di runway pun memperkuat pesan tersebut. Mereka tidak sekadar memperagakan pakaian, tetapi menjadi representasi generasi yang akan melanjutkan cerita tentang budaya, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Di bawah arahan Nonita Respati, Andarina Sumarno serta Maritza Anjali, peluncuran ini sekaligus memperkuat ekosistem gaya hidup sirkular yang diusung.
Dengan demikian, penutupan ini bukan menjadi akhir sebuah perayaan, melainkan awal dari babak baru. Mereka menunjukkan bahwa tradisi dapat terus tumbuh, berevolusi, dan tampil relevan di tengah kehidupan generasi muda.
Warisan Nusantara pun tak berhenti sebagai cerita masa lalu. Ia dapat hadir dalam warna-warna ceria, siluet yang nyaman, dan busana yang menemani anak-anak tumbuh sekaligus membawa pesan bahwa menjaga budaya dan lingkungan dapat dimulai sejak usia dini.