ads

Waspada! Ini Penyakit-Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran

Novita Sari - Rabu, 01 April 2026
Periode pasca Lebaran, klaim kesehatan didominasi oleh sejumlah penyakit yang berkaitan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat. Foto: Ist
Periode pasca Lebaran, klaim kesehatan didominasi oleh sejumlah penyakit yang berkaitan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat. Foto: Ist
A A A

Momen Lebaran identik dengan kebersamaan dan menikmati beragam hidangan khas yang menggugah selera, mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue dan minuman manis. Namun di balik euforia tersebut, perubahan pola makan yang drastis setelah satu bulan berpuasa juga dapat memicu berbagai risiko kesehatan. Beberapa penyakit yang sering muncul mulai dari diare, asam urat, hingga hipertensi.

Data Allianz Indonesia mencatat bahwa dalam periode pasca-Lebaran, klaim kesehatan didominasi oleh sejumlah penyakit yang berkaitan dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat. Berdasarkan data klaim yang dibayarkan selama periode pasca-Lebaran 2025 hingga tiga bulan setelahnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi mencatat jumlah klaim dengan 718 kasus, diikuti sembelit sebanyak 284 kasus, serta gastritis atau maag sebanyak 141 kasus.

Selain itu, klaim untuk kondisi lain seperti diare, kolesterol tinggi, asam urat, gula darah tinggi juga tetap muncul dalam periode tersebut, meskipun dengan proporsi yang lebih rendah.

Sejumlah penyakit setelah Lebaran umumnya berkaitan dengan pola makan. Foto: Ist
Sejumlah penyakit setelah Lebaran umumnya berkaitan dengan pola makan. Foto: Ist

dr. Argie, Head of Claim Cashless, Credentialing, Payment, and Data Analytics Allianz Life Indonesia mengungkapkan “Pola klaim tersebut mencerminkan bagaimana tubuh merespons perubahan pola konsumsi setelah Ramadan”. Ia juga menambahkan bahwa kondisi kesehatan yang tidak terjaga tidak hanya berdampak pada kualitas hidup, tetapi juga berpotensi menambah beban finansial jika tidak diantisipasi sejak dini.

Perubahan pola konsumsi yang terjadi secara tiba-tiba dari pola makan yang lebih terkontrol selama puasa menjadi konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam, dapat memengaruhi keseimbangan metabolisme tubuh. Kondisi ini kemudian memicu munculnya berbagai gangguan kesehatan setelah Lebaran.

Sejumlah penyakit yang muncul setelah Lebaran umumnya berkaitan dengan pola makan berlebih dan minimnya aktivitas fisik. Hipertensi, misalnya, dapat dipicu oleh konsumsi makanan tinggi garam dan lemak. Sementara itu, gastritis atau maag sering terjadi akibat pola makan yang tidak teratur, dan hiperglikemia berkaitan dengan konsumsi makanan serta minuman manis secara berlebihan.

Gangguan pencernaan seperti diare dan sembelit juga kerap terjadi, terutama akibat makanan yang kurang higienis atau rendah serat. Selain itu, kolesterol tinggi dan asam urat menjadi kondisi lain yang perlu diwaspadai, khususnya bagi individu dengan faktor risiko tertentu.

Memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah. Foto: Ist
Memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah. Foto: Ist

Untuk membantu tubuh kembali beradaptasi setelah periode Lebaran, masyarakat dapat menerapkan langkah-langkah berikut:

  • Mengatur kembali jadwal makan secara teratur setelah periode makan yang tidak menentu.
  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, termasuk sisa hidangan Lebaran.
  • Memperbanyak asupan serat dari sayur dan buah untuk membantu sistem pencernaan.
  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 2 liter per hari.
  • Kembali rutin beraktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki atau olahraga ringan.
  • Membatasi konsumsi minuman manis dan berkafein yang dapat memicu gangguan lambung.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan jika mengalami gejala tertentu atau memiliki riwayat penyakit.

“Momentum setelah Lebaran seharusnya menjadi titik awal untuk kembali membangun kebiasaan hidup sehat. Dengan pola hidup yang lebih seimbang dan kesadaran akan risiko kesehatan, masyarakat tidak hanya dapat menjaga kondisi tubuh, tetapi juga meminimalkan potensi beban finansial akibat biaya pengobatan di masa mendatang,” pungkas dr. Argie.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Waspada! Ini Penyakit-Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran
img
Irama Jantung Tak Beraturan: Kenali Bedanya yang Normal dan yang Berbahaya
img
Mata Bintitan: Kapan Bisa Sembuh Sendiri dan Kapan Harus ke Dokter?
img
Puskesmas Pertama dengan AI di Indonesia: Teknologi OCR dan AI Prediktif untuk Kesehatan Ibu Hamil