ads

Waspada Wabah Campak dan Pentingnya Imunisasi Campak

Novita Sari - Kamis, 12 Maret 2026
Gejala campak seringkali dimulai dengan tanda-tanda yang mirip dengan flu biasa, namun bisa makin memburuk dengan pola yang sangat khas. Foto: Ist
Gejala campak seringkali dimulai dengan tanda-tanda yang mirip dengan flu biasa, namun bisa makin memburuk dengan pola yang sangat khas. Foto: Ist
A A A

Belakangan ini, kabar mengenai penularan campak semakin banyak terdengar. Saat ini, wabah campak dilaporkan telah terdeteksi di setidaknya 73 kota di seluruh Indonesia, dan angka kejadiannya terus bertambah. Oleh karena itu sebagai orangtua kita perlu waspada.

Salah satu pasien Dokter Spesialis Anak di Eka Hospital Cibubur, dr. Meisy Grania Amalinda Salekede, SP. A.,M.Kes bahkan mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun selama 10 hari berturut-turut. Nah, agar Moms and Dads bisa lebih waspada, perlu mengetahui apa itu campak dan gejalanya.

Apa itu penyakit campak?

Penyebab utama campak adalah infeksi virus dari famili Paramyxovirus. Metode penularannya terjadi melalui droplet (percikan air liur saat batuk atau bersin) serta melalui udara. Virus ini bisa bertahan di udara atau pada permukaan benda selama beberapa jam, sehingga anak-anak yang berada di ruangan yang sama dengan penderita, sangat berisiko tertular jika belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup.

Gejala campak

Gejala campak sering kali dimulai dengan tanda-tanda yang mirip dengan flu biasa, namun bisa makin memburuk dengan pola yang sangat khas. Sebagai orangtua, kita perlu mengenali urutan gejalanya:

1. Demam tinggi yang terus menerus. Ini adalah gejala awal yang paling mencolok. Anak akan mengalami demam tinggi terus-menerus di atas 38°C selama kurang lebih 4 hingga 7 hari.

2. Muncul batuk, pilek, dan kondisi mata yang memerah (konjungtivitis) serta sensitif terhadap cahaya.

3. Sering kali disertai dengan diare.

4. Setelah beberapa hari demam, muncul ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan leher, biasanya diawali dari area belakang telinga. Ruam ini kemudian menyebar ke seluruh tubuh hingga ke tangan dan kaki.

5. Ruam biasanya bertahan selama sekitar 7 hari. Uniknya, saat ruam mulai mereda, warnanya akan berubah menjadi kehitaman (hiperpigmentasi) sebelum akhirnya mengelupas dan hilang.

Mengapa campak berbahaya?

Banyak orang menganggap campak akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang tepat atau jika kondisi imun anak sangat lemah, campak dapat memicu komplikasi serius yang mengancam nyawa, antara lain:

● Pneumonia: Infeksi paru-paru yang merupakan penyebab kematian paling umum pada kasus campak.

● Ensefalitis (radang selaput otak): komplikasi ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.

● Diare berat: bisa menyebabkan dehidrasi akut pada balita.

● Kematian: jika tidak ditangani, campak dapat menyebabkan gagal organ yang berujung pada kematian.

Cara mencegah campak

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit campak sehingga langkah pencegahan menjadi sangat penting. Perlindungan yang paling efektif dan terbukti secara ilmiah adalah dengan melengkapi imunisasi campak pada anak sesuai jadwal yang ditetapkan oleh pemerintah dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia):

1. Imunisasi Pertama: Diberikan pada usia 9 bulan.

2. Imunisasi Booster Pertama: Diberikan pada usia 18 bulan.

3. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS): Diberikan kembali saat anak menginjak usia sekolah dasar, yaitu sekitar 7-8 tahun.

Mengingat komplikasi campak bisa menyerang saraf dan otak (ensefalitis), penting sekali bagi orangtua untuk memantau perkembangan saraf anak selama dan setelah terinfeksi. Jika Moms menemukan gejala mencurigakan atau ingin memastikan status perlindungan imunisasi anak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahlinya.

Dapatkan pemeriksaan dan penanganan yang komprehensif bersama dr. Meisy Grania Amalinda Salekede, SP. A.,M.Kes Dokter Spesialis Anak Eka Hospital Cibubur yang memiliki keahlian khusus dalam menangani masalah saraf pada anak, termasuk pengawasan ketat terhadap risiko radang otak yang bisa dipicu oleh infeksi virus seperti campak. Jaga masa depan si Kecil dengan langkah pencegahan yang tepat hari ini.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Peran Biofarmasi Lokal dalam Mendukung Terapi Penyakit Ginjal Kronis di Indonesia
img
Waspada Wabah Campak dan Pentingnya Imunisasi Campak
img
7 Tips Agar Anak Kuat Berpuasa Seharian
img
Merawat Kesehatan Ginjal, Menjaga Bumi: Pesan Penting World Kidney Day 2026 untuk Keluarga Indonesia