Wisata Selam Welora, The Forgotten Island di Ujung Maluku Barat Daya

Novita Sari - Rabu, 17 April 2024
Terumbu karang yang sehat, berukuran besar, dan beraneka ragam warna, memanjakan mata, juga ikan napoleon kerap terlihat saat dilakukan penyelaman.
Terumbu karang yang sehat, berukuran besar, dan beraneka ragam warna, memanjakan mata, juga ikan napoleon kerap terlihat saat dilakukan penyelaman.
A A A

Terletak di antara Laut Banda dan Laut Timor, Desa Welora menjadi salah satu destinasi unggulan di Pulau Dawera, Maluku Barat Daya. Welora sudah dikenal sebagai destinasi wisata selam yang dikunjungi banyak turis, baik dari lokal maupun mancanegara.

Terumbu karang yang sehat, berukuran besar, dan beraneka ragam warna, disertai berbagai ikan-ikan seperti kerapu dengan ukuran hampir sepanjang dua meter, kumpulan ikan barakuda yang memanjakan mata, juga ikan napoleon kerap terlihat saat dilakukan penyelaman.

Pada 2020, Desa Welora dianugerahkan sebagai Juara 1 dalam ajang Anugerah Pariwisata Indonesia (API Award) dalam kategori destinasi wisata baru. Desa yang asri dengan bangunan yang berjajar rapi dan penduduk yang ramah, membuat siapapun yang mengunjunginya, akan kerasan untuk tinggal berlama-lama.

Para warga dan pengurus desa wisata, terus berusaha mengembangkan desa wisata ini agar dikenal luas oleh masyarakat.

Dalam catatan Pemerintah Desa Welora, kunjungan LoB (Live on Board) dalam kurun waktu 2021-2023, ada 13 kapal yang telah singgah ke Welora dan membawa hingga 291 penumpang yang berasal dari berbagai negara: Amerika Serikat, Kanada, Belanda, Jerman, dan lain-lain.

Sebagai upaya pengembangan wisata yang berkelanjutan, pemerintah Desa Welora bekerja sama dengan WWF-Indonesia melakukan kajian daya dukung pariwisata, baik di area pesisir/pantai maupun wisata laut. Kajian ini dilakukan pada 20-24 Maret 2024, di empat titik garis pantai untuk mengetahui karakteristik pantai, dan lima titik penyelaman untuk mengetahui keanekaragaman hayati dan biota laut.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya kajian daya dukung wisata ini. Mudah-mudahan dari hasilnya nanti, kami dapat berbenah dan meningkatkan pelayanan wisata hingga pengadaan fasilitas yang belum ada di Welora,” ucap Markus Laimera, Sekretaris Desa Welora, sekaligus salah satu penggagas desa wisata.

Senada dengan Markus, Sarjon Walupi, Kepala Desa Welora, mengungkapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Ia menjanjikan dukungan penuh selama kegiatan berlangsung, maupun setelah kegiatan usai. Baginya, kesempatan untuk bekerja sama dengan WWF-Indonesia semakin menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk membentuk desa wisata yang selaras dengan tujuan konservasi.

Selama ini, masyarakat desa juga turut berpartisipasi dalam menjaga keanekaragaman hayati di laut sekitar Welora, baik secara personal maupun secara administratif.

Anastasia Alerbitu, Marine Tourism and Community Officer WWF-Indonesia untuk Maluku Barat Daya menambahkan, perlunya kajian ini dalam sudut pandang konservasi. “Mengetahui potensi desa Welora saat ini, dirasa sangat perlu untuk pengembangan dan tata kelola wisatanya, kajian yang telah dilakukan, dapat mengetahui berapa jumlah batas tampung dari pantai-pantai yang ada di Welora, atau jumlah maksimal penyelam di dalam satu titik selam. Hal ini dapat mendukung Welora menjadi wisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk mencegah terjadinya overtourism,” ujarnya.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Teknologi dan Inovasi Terbaru Sepatu Lari Hadir di FlyLab
img
Tren Ngopi Baru yang Unik dan Menyenangkan!
img
Cara Gunakan Smartwatch untuk Dukung Hidup Sehat Namun Tetap Stylish
img
Ingin Aman Terbang dan Bepergian? Selipkan Asuransi Perjalanan untuk Ringankan Risiko Finansial