Bakso Urat vs Balon Air, Cara Bedakan Miom dan Kista ala dr. Budi Santoso
Pernah nggak sih, lagi asyik scrolling media sosial atau ngobrol di grup WhatsApp, tiba-tiba topiknya bahas soal kesehatan rahim? Biasanya, dua nama yang paling sering muncul dan bikin bulu kuduk berdiri adalah Miom dan Kista.
Masalahnya, banyak dari kita yang masih sering tertukar, atau lebih parahnya lagi, langsung parno luar biasa begitu mendengar diagnosisnya. Ibarat pepatah, "tak kenal maka tak sayang", jadinya, tak kenal maka jadi salah penanganannya!
Nah, untuk menjawab kegalauan para wanita modern yang aktif dan cerdas, artikel ini hadir dengan cara yang beda. Kita nggak bakal pakai istilah medis yang bikin dahi berkerut. Bareng dr. Budi Santoso, Sp.OG, FMAS, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari Eka Hospital BSD, kita bakal kupas tuntas perbedaan keduanya dengan perumpamaan yang sangat akrab di telinga kita. Ya, Bakso Urat vs Balon Air.
Miom vs Kista: Serupa Tapi Tak Sama!
Banyak Moms yang mengira miom dan kista itu "barang" yang sama. Padahal, secara bentuk dan tempat tumbuhnya pun beda sekali, lho.
- Miom (Fibroid): dr. Budi mengibaratkan ini seperti bakso urat. Teksturnya padat, kenyal, dan tumbuhnya di otot dinding rahim.
- Kista: Kalau kista itu ibarat balon isi air. Dia berupa kantong berisi cairan (bisa air, darah, atau lendir) yang biasanya tumbuh di ovarium (indung telur).
- Bedanya lagi: Miom itu hampir selalu jinak (bukan kanker). Sedangkan kista, Moms harus lebih waspada karena ada beberapa jenis kista yang bisa mengarah ke keganasan (kanker).
Kok Bisa Ada? Hati-hati "Fitoestrogen"!
Penyebab pastinya memang masih diteliti, tapi pemicu utamanya adalah Hormon Estrogen. Moms pecinta makanan Korea, Jepang, atau hobi makan tahu-tempe? dr. Budi mengingatkan soal Fitoestrogen. Ini adalah zat serupa estrogen yang banyak ditemukan di kedelai (tofu, edamame, susu kedelai).
"Bukannya nggak boleh makan ya, Moms. Kalau kita nggak punya bakat genetik, aman-aman saja. Tapi, kalau ada riwayat keluarga, makanan ini bisa jadi 'pupuk' yang bikin miom atau kista makin subur," jelas dr. Budi.
Selain makanan, faktor Genetik (riwayat ibu/kakak) dan Lifestyle seperti obesitas juga punya peran besar, lho.
Gejala yang Sering Kita "Cuekin"
Kadang kita pikir perut buncit itu karena lemak sisa melahirkan, padahal bisa jadi tanda miom atau kista yang membesar:
- Perut Buncit Bawah: Kerasa penuh atau seperti ada tekanan.
- Sering Beser: Miom yang besar bisa menekan kandung kemih, bikin kita bolak-balik ke toilet.
- Haid Super Sakit/Banyak: Sampai harus sering ganti pembalut.
- Nyeri Pas "Berhubungan": Tanda yang nggak boleh diabaikan!
Dampaknya buat Promil dan Kehamilan
Bisa hamil nggak, sih? Bisa banget! Tapi, ada tantangannya. Miom bisa menghalangi jalan masuk sperma atau tempat nempelnya embrio. Kalau hamil saat ada miom, ada risiko perdarahan atau bayi lahir prematur karena "rebutan tempat" di rahim.
Solusi Modern: Operasi Minim Sayatan
Moms takut operasi karena bayangan bekas jahitan panjang? Tenang! Di Eka Hospital BSD sudah ada teknologi Laparoscopy.
- Minim Sayatan: Cuma "dibolongin" kecil seukuran lubang kunci.
- Pemulihan Cepat: Moms bisa lebih cepat balik beraktivitas ngurus si kecil.
- Canggih: Tersedia juga teknologi Robotik untuk hasil yang lebih presisi.
“Idealnya, sejak pertama kali menstruasi, perempuan sudah boleh di-USG untuk cek kesehatan rahim. Jangan malu ke dokter kandungan. USG itu simpel untuk lihat organ reproduksi kita sehat atau nggak," pesan dr. Budi.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
- Haid nggak teratur atau nggak haid lebih dari 3 bulan.
- Nyeri panggul hebat sampai pingsan (hati-hati kista melintir/pecah!).
- Perdarahan di luar jadwal haid.