ads

Peran Biofarmasi Lokal dalam Mendukung Terapi Penyakit Ginjal Kronis di Indonesia

Efa Trapulina - Kamis, 12 Maret 2026
Roy Priadi, perwakilan dari PT Etana Biotechnologies Indonesia dalam diskusi memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2026 di Hotel Borobudir, Jakarta, 13 Maret 2026 (Foto: Efa)
Roy Priadi, perwakilan dari PT Etana Biotechnologies Indonesia dalam diskusi memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2026 di Hotel Borobudir, Jakarta, 13 Maret 2026 (Foto: Efa)
A A A

Ginjal sering kali baru diperhatikan ketika sudah bermasalah. Padahal Moms, organ kecil ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, mulai dari menyaring racun hingga membantu produksi sel darah merah. Sayangnya, penyakit ginjal kronis masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar di Indonesia dan sering kali baru terdeteksi ketika kondisinya sudah cukup serius.

Bagi keluarga, terutama para orang tua, memahami penyakit ini menjadi penting karena banyak faktor risiko sebenarnya berkaitan dengan pola hidup sehari-hari di rumah, seperti pola makan, konsumsi minuman manis, hingga kurangnya kebiasaan memeriksakan kesehatan secara rutin.

Di sisi lain, pasien yang sudah mengalami gangguan ginjal kronis membutuhkan terapi jangka panjang dan akses obat yang berkelanjutan. Dalam konteks ini, pengembangan industri biofarmasi lokal dinilai penting untuk memperkuat akses terapi sekaligus mendukung kemandirian kesehatan nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Roy Priadi, perwakilan dari PT Etana Biotechnologies Indonesia, dalam diskusi yang mengangkat tema global “Caring for People, Protecting the Planet” (Merawat Kesehatan Ginjal, Melindungi Bumi) dalam rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) 2026 di Hotel Borobudir, Jakarta (11/3). Ia menyoroti pentingnya produksi obat dalam negeri untuk mendukung terapi pasien penyakit ginjal kronis.

Terapi Penunjang bagi Pasien Gagal Ginjal

Menurut Roy, secara umum terapi pengganti ginjal untuk penyakit gagal ginjal kronis terdiri dari tiga jenis, yaitu hemodialisis, dialisis peritoneal atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis, serta transplantasi ginjal.

Selain terapi tersebut, pasien juga sering membutuhkan terapi penunjang, salah satunya untuk mengatasi anemia yang kerap dialami penderita penyakit gagal ginjal kronis. Kondisi ini biasanya ditangani dengan pemberian Erythropoietin atau EPO, yaitu hormon yang berfungsi merangsang produksi sel darah merah. Obat ini diproduksi dengan standar internasional dan telah memenuhi regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan. Produk tersebut tersedia dalam bentuk injeksi Pre-Filled Syringe (PFS), yaitu alat suntik sekali pakai yang sudah terisi obat dengan dosis tertentu sehingga lebih praktis dan aman digunakan dalam terapi.

“Produk yang kami kembangkan bukan berupa alat, tetapi terapi injeksi Erythropoietin (EPO) untuk membantu merangsang produksi sel darah merah pada pasien yang menjalani hemodialisis,” jelas Roy.

Ia mengatakan, pasien yang menjalani hemodialisis umumnya harus melakukan cuci darah dua kali dalam seminggu. “Artinya, dalam satu bulan mereka menjalani sekitar delapan kali sesi terapi. Dalam kondisi tertentu, pasien juga memerlukan pemberian EPO satu hingga dua dosis setiap sesi, tergantung kebutuhan medis dan kadar hemoglobin,” imbuh Roy.

Keunggulan Produk Lokal

Roy menilai produksi obat secara lokal memiliki sejumlah keunggulan. Selain dapat bersaing dengan produk impor, produksi dalam negeri juga memperkuat ketahanan farmasi nasional.

Menurutnya, pengalaman selama pandemi COVID-19 menjadi pelajaran penting mengenai pentingnya kemandirian produksi obat di dalam negeri. “Ketika kita memproduksi obat secara lokal, ketahanan sistem kesehatan kita akan lebih kuat karena tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar negeri,” ujarnya.

Produk yang diproduksi di dalam negeri, ujar Roy, juga dinilai dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif. Hal ini penting mengingat kebutuhan obat bagi pasien penyakit ginjal kronis bersifat jangka panjang.

Dukungan Terhadap Sistem Pembiayaan Kesehatan

Dalam praktiknya, sebagian besar terapi bagi pasien penyakit ginjal kronis sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional. Namun, Roy menjelaskan bahwa dalam sistem pembiayaan terdapat skema paket INA-CBGs (Indonesia Case Based Groups) yang digunakan rumah sakit untuk menghitung biaya layanan kesehatan. Dalam satu kali tindakan hemodialisis, misalnya, terdapat berbagai komponen biaya selain obat, sehingga fasilitas kesehatan perlu menyesuaikan pemberian terapi tambahan dengan perhitungan paket layanan yang tersedia.

Edukasi Masyarakat Masih Menjadi Tantangan

Selain pengembangan produk, Roy menilai edukasi masyarakat mengenai penyakit ginjal juga masih menjadi tantangan besar. Banyak pasien baru mengetahui kondisi penyakitnya ketika sudah memasuki tahap lanjut. Untuk itu, pihaknya aktif bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia), para dokter, serta fasilitas layanan kesehatan dalam kegiatan edukasi publik.

“Penyakit ginjal kronis sering kali baru terdeteksi ketika sudah berada pada tahap lanjut. Karena itu, edukasi mengenai pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau riwayat keluarga dengan penyakit ginjal,” kata Roy.

Ke depan, Roy menilai pengembangan biofarmasi di Indonesia akan memainkan peran penting dalam mendukung penanganan penyakit kronis, termasuk penyakit ginjal. Industri biofarmasi membutuhkan proses penelitian dan pengembangan yang panjang, namun hasilnya dapat memberikan manfaat besar bagi sistem kesehatan nasional. Selain meningkatkan akses terhadap obat, pengembangan biofarmasi juga memperkuat kemandirian Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa depan.

“Sebagai perusahaan yang memproduksi obat secara lokal, kami berupaya menghadirkan produk yang berkualitas, harga yang terjangkau, serta dapat menjangkau masyarakat secara luas. Dengan cara itu, kami berharap dapat memberikan kontribusi maksimal dalam penanganan penyakit ginjal kronis di Indonesia,” tutupnya.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Peran Biofarmasi Lokal dalam Mendukung Terapi Penyakit Ginjal Kronis di Indonesia
img
Waspada Wabah Campak dan Pentingnya Imunisasi Campak
img
7 Tips Agar Anak Kuat Berpuasa Seharian
img
Merawat Kesehatan Ginjal, Menjaga Bumi: Pesan Penting World Kidney Day 2026 untuk Keluarga Indonesia