ads

Awake Brain Surgery, Inovasi Medis Terkini untuk Tangani Tumor Otak

Dwi Retno - Jumat, 12 Juni 2026
Awake brain surgery adalah prosedur bedah saraf yang dilakukan dalam kondisi pasien tetap sadar dan dapat berinteraksi dengan tim medis pada tahap tertentu selama operasi (Foto : Ist)
Awake brain surgery adalah prosedur bedah saraf yang dilakukan dalam kondisi pasien tetap sadar dan dapat berinteraksi dengan tim medis pada tahap tertentu selama operasi (Foto : Ist)
A A A

Tumor otak, baik yang bersifat jinak maupun ganas, dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala, mengganggu fungsi otak, serta menimbulkan berbagai keluhan dan masalah kesehatan. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Penanganan utama untuk mengatasi tumor otak adalah melalui tindakan operasi. Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat jaringan tumor semaksimal mungkin, mengurangi tekanan pada otak, serta membantu meredakan gejala yang dialami pasien. Seiring dengan kemajuan teknologi di dunia medis, kini hadir metode operasi yang lebih aman dan efektif, yaitu awake brain surgery atau operasi otak yang dilakukan kepada pasien dalam keadaan sadar selama tindakan. Teknik ini memungkinkan dokter memantau secara langsung fungsi-fungsi penting otak selama operasi sehingga risiko gangguan pada kemampuan bicara, motorik, maupun fungsi neurologis lainnya pasca operasi, dapat diminimalkan.

Dr. dr. Mardjono Tjahjadi, Sp. B.S, Subsp. N-Vas., Ph.D, FICS, Dokter Spesialis Bedah Saraf Subspesialis Bedah Saraf Neurovaskular, RS Pondok Indah – Pondok Indah, menjelaskan tumor otak adalah pertumbuhan sel abnormal di dalam atau di sekitar otak. Tumor tersebut dapat bersifat kanker (ganas) atau non-kanker (jinak). Baik tumor otak ganas maupun jinak dapat memengaruhi cara kerja otak jika tumor tumbuh dan menekan jaringan, saraf, atau pembuluh darah di sekitarnya. Beberapa tumor tumbuh dengan cepat dan beberapa tumbuh dengan lambat. Secara umum, tumor otak dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu: tumor otak primer, adalah tumor yang berasal dari otak (baik yang berasal dari sel otak maupun jaringan di sekitarnya). Dan, tumor otak sekunder, yaitu tumor yang berasal dari bagian tubuh lain dan menyebar ke otak (tumor otak metastatik).

Gejala tumor otak dapat bervariasi, bergantung pada ukuran, lokasi dan seberapa cepat tumor otak tersebut tumbuh. Pada umumnya, gejala tumor otak meliputi:

  • Nyeri kepala progresif
  • Gangguan keseimbangan
  • Perubahan kepribadian
  • Kesulitan berpikir atau berbicara
  • Pusing
  • Merasa bingung atau kehilangan orientasi
  • Mual atau muntah
  • Mati rasa atau kesemutan di wajah
  • Kejang
  • Sakit kepala parah
  • Masalah penglihatan dan pendengaran
  • Kelemahan

Tumor otak terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh dan berkembang biak secara tidak terkendali di dalam otak. Penyebab pasti mutasi genetik yang memicu pertumbuhan ini belum diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena tumor otak, di antaranya: usia, jenis kelamin, paparan radiasi, riwayat keluarga, melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Lebih lanjut dokter yang akrab disapa dokter Joy ini menjelaskan awake brain surgery adalah prosedur bedah saraf yang dilakukan dalam kondisi pasien tetap sadar dan dapat berinteraksi dengan tim medis pada tahap tertentu selama operasi. Tindakan ini umumnya dilakukan untuk mengangkat tumor di area otak yang sensitif, seperti area yang mengontrol fungsi bicara, motorik, atau sensorik.

Dalam prosedur ini, pasien akan diberikan anestesi lokal pada kulit kepala dan sekitarnya sehingga tidak merasakan nyeri dan tetap dalam kondisi sadar selama operasi. Saat operasi berlangsung, dokter akan berinteraksi dengan pasien, seperti mengajukan beberapa pertanyaan atau meminta pasien melakukan gerakan tertentu (menggerakkan tangan atau kaki). Hal ini dilakukan untuk memastikan area penting otak tetap berfungsi dengan baik.

Tidak semua tumor otak tumbuh di lokasi yang sama. Sebagian tumor tumbuh di dekat eloquent areas, yaitu, area penting di otak yang berperan dalam mengendalikan berbagai fungsi vital. Jika area ini mengalami kerusakan saat operasi, pasien berisiko mengalami gangguan neurologis permanen. Beberapa fungsi penting yang diatur oleh eloquent areas meliputi: area bicara, area motorik atau pengendali gerakan tubuh, area somatosensorik (fungsi sensorik atau kemampuan merasakan rangsangan), area pemahaman bahasa, dan area penglihatan.

Oleh karena itu, awake brain surgery diperlukan agar dokter spesialis bedah saraf dapat memantau fungsi-fungsi tersebut secara real-time selama operasi. Dengan melibatkan pasien pada tahap tertentu selama operasi, dokter dapat mengangkat tumor semaksimal mungkin sekaligus meminimalkan risiko defisit motorik dan bicara pascaoperasi.

Sebagai informasi, keberhasilan tindakan awake brain surgery tidak hanya bergantung pada keahlian dokter spesialis bedah saraf saja, tetapi juga memerlukan kolaborasi erat dengan dokter spesialis anestesi dan dokter spesialis neurologi. Dengan adanya kolaborasi ini dapat memastikan pasien tetap merasa nyaman, aman, dan mampu memberikan respons yang diperlukan selama operasi berlangsung.

“Salah satu keunggulan awake brain surgery adalah proses pemulihan yang relatif lebih cepat dengan kualitas hidup pasien terjaga, termasuk fungsi bicara, motorik, dan sensorik. Pada beberapa kasus, pasien menunjukkan hasil pemulihan yang sangat baik setelah menjalani tindakan ini,” jelasnya.

Sebagai contoh, pada salah satu pasien dengan tumor otak yang berada di area motorik dan oksipital, fungsi motorik dan kognitifnya tetap utuh, setelah menjalani prosedur ini pasien tidak mengalami nyeri maupun kelemahan motorik, bahkan mampu berjalan keluar dari ruang operasi dengan baik.

Pada kasus lainnya, hasil pemulihan pasca operasi ini juga menunjukkan hasil yang memuaskan, di antaranya: fungsi bicara membaik secara progresif, kelemahan pada anggota gerak tubuh bagian kanan mengalami perbaikan yang signifikan, hasil CT scan pascaoperasi menunjukkan pengangkatan tumor secara menyeluruh (total tumor removal), pasien mampu berdiri dan berjalan mandiri, dan kekuatan anggota gerak kiri mendekati normal

Berbagai hasil tersebut menunjukkan bahwa pemantauan fungsi neurologis secara langsung selama awake brain surgery dapat membantu dokter melindungi area penting otak sekaligus meminimalkan risiko gangguan neurologis pascaoperasi. Dengan demikian, pasien memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan kualitas hidup, menjaga fungsi otak yang optimal, serta kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Awake Brain Surgery, Inovasi Medis Terkini untuk Tangani Tumor Otak
img
Jangan Asal Menebak, Ini Pentingnya SADAR Alergi dan Tangani Alergi Susu Sapi pada Anak dengan Tepat
img
Bukan Cuma Skincare, Ini Rahasia Menolak Tua dan Glow Up Holistik dari Dalam
img
Mengenal Orthovolution: Era Baru Layanan Tulang dan Sendi yang Bikin Lansia Kembali Aktif