Praktik Belajar Menyenangkan Dukung 625 Siswa Ogan Ilir Tumbuh Cerdas, Kompetitif, dan Berkarakter
Moms tentu setuju, belajar tidak selalu harus serius dan kaku, ya? Justru bagi anak-anak, permainan bisa menjadi cara menyenangkan untuk memahami pelajaran sekaligus membuat suasana kelas lebih hidup.
Pendekatan ini dihadirkan melalui program OREO Berbagi Seru di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Bekerja sama dengan Indonesia Mengajar, program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan di 7 provinsi untuk mendukung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen).
Di Ogan Ilir, program menjangkau 625 siswa Sekolah Dasar melalui distribusi 270 alat belajar seru. Alat tersebut dirancang untuk mendukung pembelajaran Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris dengan pendekatan belajar sambil bermain yang disesuaikan dengan kurikulum nasional.
Sayadi, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir, yang diwakili Muslih Hidayat, S.Pd. Gr., Pengawas Kabupaten Ogan Ilir, mengapresiasi program tersebut.
“Kami sebagai pendidik berperan sebagai ujung tombak, tapi dengan adanya program ini tentu bisa meng-upgrade kemampuan para guru di kelas. Program ini tidak hanya menghadirkan pemerataan kesempatan belajar yang bermutu tapi juga menghadirkan keseruan dan kebahagiaan bagi anak-anak dengan membawa semangat edukasi yang sangat penting, yaitu belajar sambil bermain. Mudah-mudahan saat kita mengajar dengan menghadirkan kenyamanan dan permainan, persentase anak-anak yang mengikuti dan memahami materi tentu lebih besar,” kata Muslih.
Program edukasi Berbagi Seru, menurut Muslih, merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti karena akses terhadap sarana dan prasarana belajar yang memadai merupakan salah satu kunci dalam mendukung kesetaraan kualitas pendidikan Indonesia, utamanya di daerah.
Kegiatan tersebut juga melibatkan 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas melalui pelatihan edukasi seru yang berlangsung pada 19–22 Agustus 2026. Dalam hal ini, guru mendapat pelatihan filosofi belajar seru dan simulasi penggunaan alat belajar di kelas. Orang tua mendapat edukasi mengenai perkembangan anak serta ide permainan sederhana untuk belajar di rumah. Komunitas diajak membangun ekosistem belajar berkelanjutan.
Anggya Kumala, Marketing Director Mondelēz Indonesia, mengatakan pendekatan belajar menyenangkan diharapkan dapat membuat pengalaman anak lebih bermakna.
“Sejalan dengan purpose untuk menciptakan kebersamaan melalui berbagai momen penuh keseruan – tak terkecuali saat belajar, kami meyakini bahwa pembelajaran yang menyenangkan akan memberikan pengalaman yang lebih bermakna untuk anak. Pendekatan ini kami hadirkan melalui program “OREO Berbagi’ yang sejak 2024 berfokus pada pemberdayaan orang tua, guru, dan komunitas melalui kegiatan edukasi playful learning serta penyaluran donasi,” imbuh Anggya.
Tahun ini, program Berbagi Seru menyasar 7 kabupaten di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Beberapa di antaranya mencakup wilayah 3T dan marginal, dengan target manfaat bagi 7.000 siswa. Ogan Ilir menjadi kabupaten keenam yang disambangi.
Dampaknya juga dirasakan di sekolah. Ai Resnawati, Kepala Sekolah SDN 1 Indralaya Selatan, mengatakan metode belajar sambil bermain membuat anak lebih aktif bertanya dan terdorong menguasai materi. “Melihat respon yang sangat positif ini, saya sendiri merasa sangat termotivasi untuk mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk semakin menghidupkan suasana belajar di kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Erni Yusnita, perwakilan orang tua siswa, melihat belajar di rumah kini bisa dilakukan dengan cara yang lebih santai. “Program ini membuka mata saya bahwa belajar tidak harus dilakukan dengan cara yang kaku, karena ternyata bisa dikemas lewat permainan. Saat anak merasa senang, orang tua pastinya juga jadi lebih semangat mengajarkan,” ungkap Erni.
Masyarakat juga dapat ikut mendukung program melalui pembelian produk biskuit, karena sebagian keuntungan penjualan akan didonasikan untuk penyelenggaraan kegiatan.
“Kami harap seluruh keseruan program ini dapat memperkuat semangat bersama untuk memberikan pengalaman belajar yang mampu membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi Generasi SERU, yaitu mereka yang berkarakter Solutif, Eksploratif, Responsif dan Unggul dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutup Anggya.