ads

Belajar Minum Bukan Sekadar Lepas dari Botol, Ini Tahapannya Sesuai Usia Anak

Efa Trapulina - Sabtu, 15 Agustus 2026
Mothercare Indonesia menghadirkan Phanpy, rangkaian feeding dan drinking essentials (Foto: Efa)
Mothercare Indonesia menghadirkan Phanpy, rangkaian feeding dan drinking essentials (Foto: Efa)
A A A

Melihat anak mulai belajar minum sendiri bisa menjadi salah satu tahap tumbuh kembang yang menarik untuk diikuti. Dari yang awalnya masih menggunakan botol, anak perlahan belajar mengenal berbagai cara minum hingga mampu menggunakan gelas dengan lebih mandiri.

Proses ini ternyata bukan sekadar mengganti botol dengan cup. Kemampuan minum juga berkaitan dengan koordinasi tangan, perkembangan otot mulut, lidah dan rahang, hingga kemandirian anak.

dr. Radhian Amandito, Sp.A, Dokter Spesialis Anak RSPI - Pondok Indah, menjelaskan bahwa pengenalan cup dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anak.

“Tahapan pengenalan cup dapat dimulai dari soft spout cup pada usia sekitar 6–9 bulan, dilanjutkan dengan straw cup pada 9–12 bulan, 360° cup pada 12–18 bulan, hingga mulai membiasakan open cup setelah usia 18 bulan,” jelasnya dalam acara peluncuran produk dan bincang-bincang di Jakarta, Jumat (14/8).

Menurut dr. Radhian, belajar minum dari cup juga dapat membantu melatih kekuatan jari dan tangan, mendukung perkembangan otot mulut, lidah, dan rahang, mengenalkan kebiasaan saat makan, serta membantu anak membangun kemandirian dan secara bertahap bertransisi dari penggunaan botol.

Kebutuhan Anak Berubah Seiring Usia

Setiap tahap perkembangan memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, jenis dan metode minum perlu disesuaikan dengan perkembangan anak. Pemantauan serta latihan yang konsisten juga penting agar proses belajar berlangsung aman dan optimal.

Kebutuhan cairan pun berkembang seiring bertambahnya usia. dr. Radhian menjelaskan, pada usia 6–8 bulan, air putih dapat mulai diperkenalkan hingga sekitar 120 ml per hari. Pada usia 9–11 bulan, jumlahnya dapat mencapai sekitar 240 ml per hari. Sementara pada usia 12–24 bulan, kebutuhan air dapat berkembang menjadi sekitar 240–960 ml per hari.

Angka tersebut tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan individual anak dan arahan tenaga kesehatan. “Selain memperhatikan jumlah cairan yang dikonsumsi, orang tua juga perlu memperhatikan jenis cairan, cara minum, dan perlengkapan yang digunakan sesuai tahapan usia anak,” tambah dr. Radhian.

Artinya, memilih perlengkapan minum bukan hanya soal bentuk atau desain. Orang tua juga perlu melihat tahap perkembangan serta kemampuan anak agar perlengkapan yang digunakan dapat mendukung proses belajar.

Dari Botol hingga Minum Lebih Mandiri

Memahami kebutuhan tersebut, Mothercare Indonesia menghadirkan Phanpy, rangkaian feeding dan drinking essentials yang tersedia secara eksklusif di Mothercare.

Untuk tahap awal, tersedia Anti-Colic Bottle dengan sistem anti-colic yang dirancang untuk membantu mengurangi udara yang tertelan saat anak minum.

Phanpy Mothercare

Ketika mulai memasuki tahap transisi, Natural Weaning Straw Feeding Bottle dilengkapi smart V-shaped valve dan 360° gravity ball untuk membantu anak minum dengan lebih nyaman dari berbagai posisi.

Pilihan lainnya adalah Jelly Twisting Straw Cup dengan desain anti-bocor dan pegangan ergonomis. Ada pula Multipurpose Sippy Straw Cup yang memiliki fungsi 3-in-1, yaitu dapat digunakan sebagai regular cup, straw cup, maupun food container.

Beragam pilihan tersebut memungkinkan orang tua menyesuaikan perlengkapan dengan kebutuhan, kemampuan, dan kesiapan anak pada setiap tahap. “Di Mothercare, kami percaya bahwa setiap tahap tumbuh kembang anak membutuhkan dukungan yang berbeda, termasuk saat mereka mulai belajar minum secara mandiri,” ujar Kartika Tirta Putri, General Manager Marketing PT Multitrend Indo Tbk.

Menurutnya, kehadiran Phanpy tidak hanya melengkapi pilihan produk untuk keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membantu orang tua memahami kebutuhan anak di setiap tahap agar proses belajar minum berlangsung lebih nyaman dan menyenangkan.

Hal serupa disampaikan Monica Amadea, Influencer Mom. Menurutnya, proses anak belajar makan dan minum berlangsung bertahap dan setiap anak memiliki ritmenya masing-masing.

“Produk yang tepat sangat membantu karena bukan hanya harus nyaman untuk anak, tetapi juga aman, praktis, tidak mudah bocor, dan mudah dibersihkan untuk orang tua,” tuturnya.

Tak Hanya Perlengkapan Minum

Selain drinking essentials, Phanpy juga menyediakan berbagai produk pendukung untuk membantu rutinitas keluarga, mulai dari Portable Baby Feeding Bowl Set, Pumpkin Milk Powder Box, Traveling Bottle Brush Drainer Set, Bottle Teat Cleaning Brush Set, Electric Douche, hingga Portable Milk Bottle.

Untuk aktivitas bersama anak di luar rumah, tersedia pula Yiyan Backpack Mom Bag dan Versatile Portable Diaper Bag sebagai bagian dari rangkaian travel essentials.

Kehadiran rangkaian tersebut melengkapi pilihan perlengkapan bagi orang tua yang sedang mendampingi anak melewati berbagai tahap makan dan minum, dari penggunaan botol hingga belajar lebih mandiri. Seluruh rangkaian tersebut tersedia secara eksklusif di mothercare Indonesia melalui gerai dan situs resmi.

Pada akhirnya, belajar minum merupakan bagian dari perjalanan anak menuju kemampuan makan dan minum yang semakin mandiri. Dengan memahami tahapan perkembangan, memperhatikan kebutuhan cairan, serta memberikan perlengkapan yang sesuai, orang tua dapat mendampingi proses tersebut dengan lebih nyaman dan percaya diri.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Angkat Konsep A Day Well Spent, Ajak Keluarga Menikmati Alam, Mengenal Satwa, Mencoba Kuliner, hingga Menikmati Pertunjukan dalam Satu Perjalanan
img
Belajar Minum Bukan Sekadar Lepas dari Botol, Ini Tahapannya Sesuai Usia Anak
img
Sambut Hari Kemerdekaan, Gerakan BeliLokal Perkuat Daya Saing UMKM Menuju Kelas Dunia
img
Hampir 10 Tahun Setelah Regulasi, Kental Manis Masih Dianggap Susu oleh Banyak Orang Tua. Kenapa Sulit Berubah?