Bukan Cuma Belanja, Anak Muda Kini Makin Aktif Menabung dan Berinvestasi
Mengatur uang kini tidak lagi sekadar soal menyimpan gaji atau membayar tagihan setiap bulan. Bagi generasi muda, aktivitas finansial sudah melebur dengan gaya hidup sehari-hari—mulai dari membayar makanan dan transportasi, membeli tiket bioskop, berbelanja kebutuhan, berinvestasi, hingga bertransaksi ketika bepergian ke luar negeri.
Perubahan kebiasaan tersebut ikut mendorong perkembangan layanan perbankan digital. Salah satunya terlihat dari perjalanan blu by BCA Digital yang memasuki usia lima tahun dan terus memperluas ekosistemnya untuk menjawab kebutuhan generasi digital.
Memasuki usia tersebut, mereka mencatat pertumbuhan bisnis sekaligus memperkenalkan evolusi ekosistem blu 2.0 melalui kampanye #EksplorSemaumu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perannya sebagai lifestyle enabler bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Gen Z dan Milenial Mendominasi Pengguna
Pertumbuhan terlihat dari kinerja Semester I-2026. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 20 persen secara year-on-year (YoY), sementara Net Open Customer (NOC) meningkat 25 persen YoY.
Menariknya, sebagian besar nasabah berasal dari kelompok digital natives. Sebanyak 56 persen merupakan Gen Z dan 35 persen Milenial, sehingga totalnya mencapai 91 persen. Akuisisi nasabah baru juga dipimpin Gen Z dengan pertumbuhan 30 persen YoY, disusul Milenial sebesar 20 persen YoY.
Angka tersebut menunjukkan bagaimana kebutuhan perbankan generasi muda semakin beragam. Mereka tidak hanya membutuhkan tempat untuk menyimpan uang, tetapi juga layanan yang dapat mengikuti aktivitas finansial sehari-hari.
Transaksi Digital Makin Beragam
Seiring bertambahnya pengguna, aktivitas transaksi juga ikut meningkat. Hingga 31 Agustus 2026, volume transaksi digital di luar transfer dalam tiga tahun terakhir melonjak 186 persen, mencapai Rp13,13 triliun.
QRIS menjadi salah satu kontributor terbesar dengan porsi 36 persen dari total volume transaksi. Frekuensi transaksi QRIS bahkan tumbuh 124 persen YoY, sementara transaksi e-wallet meningkat 71 persen. Transaksi melalui Payment juga naik 56 persen, sedangkan transaksi Bayar/Beli atau biller tumbuh 44 persen.
Tidak hanya transaksi dalam negeri, aktivitas valuta asing juga mengalami peningkatan. Pada Semester I-2026, jumlah transaksi Valas melonjak 435 persen YoY, dengan volume transaksi meningkat 535 persen YoY.
Melalui layanan tersebut, nasabah dapat melakukan transaksi di berbagai negara menggunakan kartu fisik, kartu virtual, maupun Garuda x bluDebit Card tanpa biaya konversi kurs pada berbagai mata uang yang didukung, sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketika Anak Muda Mulai Serius Mengelola Keuangan
Di balik tingginya aktivitas transaksi, terdapat fenomena menarik: anak muda tidak hanya menggunakan layanan digital untuk membelanjakan uang, tetapi juga mulai aktif mengelola dan mempersiapkan masa depan finansial.
Hal itu terlihat dari pertumbuhan sejumlah fitur pengelolaan keuangan. Pengguna Saving meningkat 38 persen YoY, Gether tumbuh 47 persen, pengelolaan kas usaha melalui Bisnis naik 37 persen, sementara pengguna RDN untuk aktivitas pasar modal melonjak 225 persen YoY.
Menurut Yoga T. Halim, Head of Corporate Planning BCA Digital, perubahan tersebut menggambarkan pergeseran perilaku generasi muda dalam mengelola keuangan.
“Melihat tren kinerja lima tahun ini, kebanggaan terbesar kami bukan hanya pada pencapaian metrik keuangan, melainkan pada bagaimana data ini memotret pergeseran perilaku generasi muda menuju kedewasaan finansial,” ujarnya pada Rabu, 16 September 2026 di Jakarta.
Hadirkan Ekosistem Finansial 360 Derajat
Untuk menjawab kebutuhan yang semakin beragam, hadir empat pilar solusi finansial yang dirangkum dalam konsep SIAP, yakni Simpanan, Investasi, Asuransi, dan Pinjaman.
Pada sisi simpanan, tersedia Saving, Deposit, Gether, Valas, Bisnis, hingga Account for Teens. Produk terakhir kini dapat digunakan oleh remaja usia 10–17 tahun, sehingga dapat menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan pengelolaan keuangan sejak dini.
Untuk investasi, pengguna dapat memanfaatkan Invest yang menyediakan pilihan Reksa Dana dan Emas digital, serta RDN hasil kolaborasi dengan Sekuritas.
Sementara itu, Insurance menawarkan berbagai pilihan proteksi, mulai dari perjalanan, perangkat elektronik, keamanan siber, kesehatan, kecelakaan, hingga jiwa. Untuk kebutuhan likuiditas, tersedia pula ExtraCash.
Tak Hanya Bank, tetapi Bagian dari Gaya Hidup
Peran mereka juga semakin meluas melalui integrasi Banking-as-a-Service (BaaS) dan open banking. Hingga 31 Agustus 2026, frekuensi transaksi pada berbagai sektor gaya hidup melalui integrasi Union tumbuh lebih dari 50 persen.
Pertumbuhan tersebut antara lain terlihat pada transaksi kebutuhan sehari-hari atau groceries & necessities yang meningkat 70 persen YoY, tiket bioskop 60 persen, transportasi publik dan perjalanan 54 persen, serta makanan dan minuman 51 persen.
Dengan demikian, pengalaman menggunakan layanan keuangan digital semakin terhubung dengan aktivitas yang dilakukan masyarakat setiap hari.
“Lima tahun pertama perjalanan adalah fase membangun fondasi, kepercayaan publik, serta skala bisnis yang teruji. Memasuki fase ekspansi ke depan, fokus kami adalah deepening ecosystem, di mana kami memastikan tidak sekadar menjadi aplikasi perbankan digital pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial harian masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” kata Aditya Wahyu Windarwo, Direktur Bisnis BCA Digital.
Literasi Keuangan Ikut Diperkuat
Selain mengembangkan produk dan layanan, juga menempatkan edukasi sebagai bagian dari perjalanan ekosistem.
Melalui Academy, sejak Oktober 2023 hingga Agustus 2026 sebanyak 30.926 peserta telah mengikuti program edukasi dalam 25 batch. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga dapat mempraktikkannya melalui fitur-fitur yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Lima tahun perjalanan akhirnya tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan sebuah bank digital. Di dalamnya terlihat pula perubahan cara masyarakat, terutama generasi muda, dalam menggunakan layanan keuangan—dari sekadar melakukan transaksi menjadi semakin aktif menabung, mengelola usaha, berinvestasi, memanfaatkan valuta asing, hingga mempersiapkan kebutuhan finansial di masa depan.