ads

Dari Minahasa Selatan ke Pasar Global, Kelapa Indonesia Kian Mendunia

Novita Sari - Jumat, 16 Oktober 2026
Veysel Cuneyt Ozlen dari Zafer Global Gida (kiri) dan Agus Nugraha dari PT Sasa Inti (kanan) menunjukkan dokumen MoU dalam Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Foto: Ist
Veysel Cuneyt Ozlen dari Zafer Global Gida (kiri) dan Agus Nugraha dari PT Sasa Inti (kanan) menunjukkan dokumen MoU dalam Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Foto: Ist
A A A

Potensi kelapa Indonesia di pasar internasional terus membuka peluang bisnis yang menjanjikan. Melihat peluang tersebut, PT Sasa Inti menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan perdagangan internasional asal Turkiye, Zafer Global Gida San. Dış Tic. Ltd. Şti., melalui kesepakatan bisnis senilai USD 1 juta atau sekitar Rp16 miliar.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso.

Melalui kesepakatan ini, Sasa berkomitmen memasok produk kelapa parut kering rendah lemak atau Low-Fat Desiccated Coconut (LFDC) kepada Zafer Global Gida. Pelaksanaan kerja sama perdagangan tersebut direncanakan mulai 2027, sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan produk olahan kelapa Indonesia ke pasar internasional.

Peluang kerja sama ini didukung oleh besarnya potensi Indonesia dalam perdagangan kelapa olahan dunia. Berdasarkan laporan Outlook Komoditas Kelapa 2025 dari Kementerian Pertanian, Indonesia menempati posisi kedua sebagai eksportir kelapa kering terbesar dunia selama periode 2019–2023, dengan pangsa pasar mencapai 24,90 persen.

Bahkan, pada 2023, volume ekspor kelapa kering Indonesia berhasil melampaui Filipina yang sebelumnya memimpin selama enam tahun berturut-turut. Sementara itu, Turkiye menjadi salah satu pasar potensial karena tercatat mengimpor rata-rata 17 ribu ton kelapa parut kering setiap tahun.

Marketing Director PT Sasa Inti, Agus Nugraha, mengatakan bahwa kemitraan ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap kemampuan mereka dalam menghadirkan produk berkualitas sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya lokal Indonesia.

Menurutnya, perusahaan selama ini telah membangun posisi yang kuat di pasar domestik melalui produk santan kemasan 65 ml. Kini, perusahaan terus memperluas bisnis internasional melalui ekspor produk kelapa parut kering rendah lemak yang menggunakan kelapa pilihan dari Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

“Hal ini merupakan wujud pemanfaatan potensi kelapa lokal Indonesia untuk menghasilkan produk berkualitas. Ke depan, kami berharap kemitraan ini dapat membuka peluang lebih luas di pasar internasional sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri kelapa Indonesia,” ujar Agus.

Dari pihak mitra, Sales and Purchasing Director Zafer Global Gida, Veysel Cüneyt Özlen, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai Sasa sebagai mitra tepercaya dengan pengalaman dan keahlian yang kuat di industri makanan.

Kerja sama yang mulai dijalankan pada 2027 ini menjadi awal kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan, sekaligus memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Turkiye.

Sebagai perusahaan makanan Indonesia yang telah berpengalaman lebih dari lima dekade, perusahaan memiliki rekam jejak ekspor ke berbagai kawasan, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Asia Timur hingga Australia, Afrika, serta Amerika Serikat.

Ekspansi ke Turkiye semakin memperluas jaringan perdagangan internasional perusahaan. Untuk mendukung langkah tersebut, diterapkan berbagai standar mutu dan keamanan pangan, termasuk FSSC 22000 V6, ISO 22000, ISO 9001, HACCP, serta sertifikasi halal BPJPH.

Dengan dukungan standar tersebut, mereka optimistis dapat memenuhi persyaratan kualitas pasar internasional sekaligus memperkuat daya saing produk olahan kelapa Indonesia.

Kemitraan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bisnis bagi kedua perusahaan, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pemanfaatan kelapa lokal. Melalui inovasi, pengolahan bernilai tambah, dan penerapan standar internasional, potensi komoditas kelapa Nusantara diharapkan semakin mampu bersaing dan menjangkau lebih banyak konsumen di pasar global.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Dari Minahasa Selatan ke Pasar Global, Kelapa Indonesia Kian Mendunia
img
World Food Day 2026: Bingung Membaca Label Gizi? Ini yang Perlu Diperhatikan
img
Perlu Moms Ketahui, Berikut Racun yang Tak Mati Meski Sudah Dimasak!
img
Optimalkan Peran AI Dukung Produktivitas, Kreativitas, dan Kecakapan Gaming Mahasiswa Lewat RTX AI PC Day