ads

Dilengkapi Fitur Pemantauan, Komunikasi, dan Keamanan, Kini Remaja dapat Bepergian Lebih Aman dan Orang Tua Lebih Tenang

Dwi Retno - Rabu, 01 Juli 2026
Grab hadirkan GrabKeluarga Fitur Remaja, dukung remaja bepergian lebih aman dan orang tua lebih tenang (Foto : Ist)
Grab hadirkan GrabKeluarga Fitur Remaja, dukung remaja bepergian lebih aman dan orang tua lebih tenang (Foto : Ist)
A A A

Seiring bertambahnya usia, remaja mulai membutuhkan ruang untuk beraktivitas dan bepergian secara lebih mandiri, baik untuk sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, maupun aktivitas bersama keluarga dan teman. Namun bagi banyak orang tua, melepas anak bepergian sendiri bukan keputusan yang mudah. Kekhawatiran tentang apakah anak naik kendaraan yang tepat, tetap dapat dihubungi selama perjalanan, dan tiba dengan aman di tujuan masih menjadi perhatian utama.

Kondisi ini juga terlihat dari pola mobilitas harian remaja yang masih banyak bertumpu pada pendampingan keluarga. Berdasarkan survei BPS tahun 2024, sekitar 63 persen remaja Indonesia usia 13–18 tahun masih berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi atau diantar oleh orang tua, sementara hanya sekitar 7,7 persen yang menggunakan transportasi umum secara mandiri, termasuk taksi online atau layanan ride-hailing. Data ini menunjukkan bahwa perjalanan mandiri bagi remaja belum sepenuhnya menjadi kebiasaan, sehingga diperlukan proses bertahap untuk membangun kesiapan anak sekaligus kepercayaan orang tua.

Untuk mendukung proses tersebut, Grab memperkenalkan kembali GrabKeluarga Fitur Remaja, solusi mobilitas yang dirancang bagi remaja usia 13–18 tahun agar dapat mulai bepergian secara lebih mandiri, namun tetap berada dalam pendampingan digital orang tua. Melalui fitur keamanan dan pemantauan yang terintegrasi, orang tua dapat mengikuti perjalanan anak, tetap terhubung selama perjalanan, dan memperoleh rasa tenang tanpa harus selalu mendampingi secara langsung. Fitur ini juga menjadi inovasi pertama di Asia Tenggara dengan perlindungan keamanan menyeluruh untuk mendukung mobilitas yang lebih aman dan mandiri bagi remaja.

“Kemandirian remaja tidak terjadi dalam satu hari. Ada proses membangun kepercayaan antara orang tua dan anak, dan teknologi dapat membantu menjembatani proses tersebut. Melalui fitur ini, kami ingin membantu keluarga memberi ruang bagi anak untuk belajar bepergian mandiri, dengan tetap menghadirkan lapisan keamanan, pemantauan, dan komunikasi yang membuat orang tua lebih tenang,” ujar Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Grab Indonesia.

Keseimbangan antara kemandirian dan pendampingan menjadi penting seiring bertambahnya usia remaja. Pada fase ini, remaja mulai perlu belajar mengambil keputusan, dan menjadi lebih peka terhadap situasi di sekitarnya. Namun, proses tersebut tetap perlu dibangun secara bertahap melalui komunikasi terbuka, batasan yang disepakati bersama, serta pendampingan yang proporsional dari keluarga.

Menurut Psikolog Keluarga, Pritta Tyas, M.Psi., Psikolog, kekhawatiran orang tua saat anak remajanya mulai bepergian mandiri adalah hal yang wajar dan perlu diakui. “Saat remaja mulai meminta lebih banyak kebebasan, orang tua tetap perlu hadir untuk mendampingi proses tersebut sesuai dengan usia dan kesiapan anak. Pendampingan juga dapat dilakukan melalui pemanfaatan teknologi, seperti fitur remaja ini, yang membantu orang tua tetap terinformasi tanpa mengurangi ruang bagi remaja untuk belajar mandiri,” ujar Pritta.

Dari sudut pandang orang tua, memberikan kepercayaan kepada anak remaja adalah proses yang memerlukan keseimbangan antara rasa percaya dan kewaspadaan. Aktor sekaligus orang tua, Tora Sudiro, turut membagikan pengalamannya dalam mendampingi anak yang mulai belajar bepergian secara lebih mandiri. “Kami ingin anak belajar mandiri dan punya ruang untuk berkembang, tetapi di saat yang sama tetap ada rasa khawatir ketika tidak bisa selalu mendampingi anak secara langsung. Fitur ini sangat membantu saya untuk tetap terinformasi dan memantau perjalanan anak dengan lebih tenang, di mana pun saya berada,” ujar Tora.

Keberadaan fitur terbaru ini turut mendapat apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA). Titi Eko Rahayu, Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, Kemen PPPA, menyampaikan bahwa seiring semakin dekatnya anak dan remaja dengan platform digital dalam keseharian, pendekatan perlindungan anak perlu semakin adaptif terhadap perubahan perilaku dan kebutuhan keluarga masa kini. “Upaya seperti GrabKeluarga menunjukkan bagaimana platform digital dapat turut berkontribusi dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman bagi anak, remaja, keluarga, dan masyarakat luas,” ujar Titi.

Sejak diluncurkan pada Desember 2025, fitur ini telah membantu lebih dari 70 ribu pengguna memesan dan memantau perjalanan anggota keluarga melalui satu aplikasi. Selain itu orang tua juga dapat memberikan ruang bagi anak untuk bepergian secara lebih mandiri, sambil tetap memiliki visibilitas dan akses komunikasi selama perjalanan berlangsung.

Fitur-fitur ini dirancang untuk menjawab tiga kebutuhan utama keluarga. Pertama, membantu memastikan anak masuk ke kendaraan yang tepat melalui PIN Verification. Kedua, menjaga orang tua tetap terhubung selama perjalanan melalui Trip Monitoring dan Three-Way Chat, yang memungkinkan orang tua, anak, dan Mitra Pengemudi berkomunikasi dalam satu ruang chat. Ketiga, memberikan perlindungan tambahan melalui Emergency Help dan Always-on AudioProtect.

Selain itu, fitur Book on Behalf memudahkan orang tua memesan perjalanan untuk anak, sementara Family Payment Method membantu keluarga mengelola pembayaran perjalanan dengan lebih praktis. Dengan rangkaian fitur ini, orang tua dapat tetap terinformasi sejak perjalanan dimulai hingga anak tiba di lokasi tujuan. “Kami terus berupaya menghadirkan inovasi yang mendukung mobilitas remaja yang lebih aman, praktis, dan terhubung. Dengan dukungan teknologi yang tepat, kami ingin membantu keluarga menjalani proses ini dengan lebih percaya diri: anak dapat belajar mandiri secara bertahap, sementara orang tua tetap merasa tenang dan terinformasi,” tutup Haekal.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Dari Timbangan Bicara hingga Pemberdayaan Komunitas: Kisah Nyata Perempuan Tangguh Menyulap Keterbatasan Menjadi Cuan lewat Teknologi
img
Pilah Sampah dari Rumah, Langkah Kecil Selamatkan Lingkungan dan Dukung Ekonomi Sirkular
img
Dilengkapi Fitur Pemantauan, Komunikasi, dan Keamanan, Kini Remaja dapat Bepergian Lebih Aman dan Orang Tua Lebih Tenang
img
Cara Sederhana Ciptakan Momen Kumpul Keluarga yang Berkesan dan Penuh Tawa