ads

Dorong Generasi Aktif Lebih Mindful terhadap Higienitas Kulit melalui Kampanye “Social-Ready Hygiene”

Dwi Retno - Selasa, 02 Juni 2026
Betadine Cleanser dorong generasi aktif lebih mindful terhadap higienitas kulit (Foto : Ist)
Betadine Cleanser dorong generasi aktif lebih mindful terhadap higienitas kulit (Foto : Ist)
A A A

Fenomena gaya hidup aktif dan mobilitas tinggi juga semakin meningkatkan perhatian masyarakat terhadap higienitas pribadi, terutama setelah aktivitas di ruang publik dan fasilitas bersama. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa praktik kebersihan tangan dan kulit memegang peranan penting dalam pengendalian penyebaran mikroorganisme, terutama pada konteks penggunaan fasilitas umum, transportasi publik, dan ruang kerja bersama. Hal ini mendorong masyarakat untuk lebih mindful terhadap higienitas kulit sebagai bagian dari gaya hidup generasi aktif. Sementara itu, berbagai literatur kebersihan kulit menjelaskan bahwa kontak dengan permukaan yang digunakan bersama dan kondisi kulit yang lembap dapat menjadi salah satu jalur paparan mikroorganisme pada kulit. Hal ini menjadi dasar pentingnya kebiasaan hand hygiene dan kebersihan kulit yang lebih mindful, sebagaimana ditekankan dalam panduan kesehatan dari World Health Organization (WHO).

Berdasarkan fenomena tersebut, Betadine Cleanser dan kampanye edukasi “Social-Ready Hygiene” mengajak masyarakat memahami bahwa higienitas bukan hanya tentang terlihat bersih, tetapi juga memahami waktu dibutuhkannya antiseptic cleanser agar dapat merasa percaya diri, dan siap bersosialisasi setelah aktivitas dengan paparan kuman lebih tinggi seperti commuting, aktivitas outdoor, dan berkegiatan di ruang publik. Mendukung kebutuhan tersebut, hadirlah antiseptik pembersih kulit yang mengandung 7,5 persen Povidone-Iodine yang membantu untuk meningkatkan higienitas kulit saat dibutuhkan, terutama setelah aktivitas dengan paparan kuman lebih tinggi karena telah terbukti efektif melawan berbagai mikroorganisme dalam waktu 30 detik berdasarkan data laboratorium.

Kampanye edukasi “Social-Ready Hygiene” menjelaskan bahwa meningkatkan dan menjaga higienitas kulit dapat menjadi bagian dari gaya hidup aktif masyarakat masa kini. Konsep Reset Clean mengajak masyarakat untuk lebih mindful menjaga higienitas kulit setelah aktivitas dengan paparan kuman lebih tinggi melalui perlindungan antiseptik, sehingga tetap merasa percaya diri dan siap berinteraksi kembali.

dr. Danar Wicaksono, MSc., SpDVE, Skin Expert & Healthy Lifestyle Enthusiast, menjelaskan bahwa pemahaman tentang waktu diperlukannya higienitas kulit perlu mendapat perhatian lebih karena menjadi semakin relevan bagi masyarakat dengan gaya hidup aktif dan mobilitas tinggi. Menurutnya, gaya hidup aktif membuat kulit secara alami berinteraksi dengan berbagai hal, mulai dari keringat saat berolahraga, paparan dari fasilitas publik, hingga kontak dengan permukaan yang digunakan bersama banyak orang. Selain itu, banyak yang belum menyadari berbagai situasi yang dapat meningkatkan paparan terhadap kuman penyebab penyakit.

“Kulit kita secara alami menjadi tempat hidup banyak mikroorganisme, termasuk bakteri yang merupakan bagian dari mikrobioma kulit alami. Sebagai contoh, banyak yang mengira bau badan disebabkan oleh keringat, padahal keringat sendiri sebenarnya hampir tidak berbau, bau muncul ketika bakteri yang ada di kulit menguraikan komponen dalam keringat. Untuk pengelolaan bau badan sehari-hari, rekomendasi dermatologi standar adalah perawatan kebersihan rutin seperti mandi teratur dengan sabun mandi biasa, mengganti pakaian secara teratur, serta penggunaan deodoran atau antiperspiran sesuai kebutuhan. Yang berbeda dengan pengelolaan harian tersebut, dan menjadi fokus pada gaya hidup aktif masa kini, adalah bagaimana kita mengelola situasi-situasi tertentu di mana paparan mikroorganisme pada kulit dan tangan menjadi lebih tinggi, misalnya setelah penggunaan fasilitas olahraga bersama, commuting, atau aktivitas di ruang publik dalam waktu lama, di mana kulit dan tangan banyak menyentuh permukaan yang digunakan bersama,” jelas dr. Danar.

Selaras dengan konsep Reset Clean untuk lebih mindful terhadap penggunaan antiseptik dalam kampanye edukasi “Social-Ready Hygiene”, dr. Danar menambahkan bahwa antiseptik kulit dapat menjadi pilihan untuk mendukung higienitas pada situasi paparan mikroorganisme yang lebih tinggi. "Untuk kulit sehat, perawatan kebersihan harian umumnya cukup dilakukan dengan sabun mandi biasa. Namun pada situasi paparan mikroorganisme yang lebih tinggi, antiseptik kulit dapat menjadi pilihan tambahan untuk mendukung higienitas saat dibutuhkan. Ini bukan tentang pemakaian rutin, tetapi pemahaman tentang kapan antiseptik kulit memang dibutuhkan. Antiseptic Cleanser dengan kandungan Povidone-Iodine dapat membantu menjaga higienitas kulit saat dibutuhkan. Berdasarkan pengujian laboratorium, Povidone-Iodine juga terbukti efektif membantu melawan berbagai mikroorganisme dalam waktu 30 detik. Karena itu, penting untuk mendiamkan produk selama 30 detik sebelum dibilas agar antiseptik dapat bekerja lebih efektif,” tambahnya.

Michica Wijaya, Brand Manager Feminine and Skin Care iNova Pharmaceuticals Indonesia, menyampaikan, “Seiring gaya hidup masyarakat yang semakin aktif dan dinamis, rangkaian produk kami terus berinovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan antiseptik masyarakat modern. Melalui Betadine Cleanser dan kampanye edukasi ‘Social-Ready Hygiene’, kami ingin mengajak generasi aktif lebih mindful terhadap higienitas kulit yaitu dalam memilih kapan antiseptik kulit digunakan, terutama setelah situasi paparan mikroorganisme yang lebih tinggi seperti commuting, aktivitas outdoor, dan penggunaan fasilitas publik. Karena saat ini, higienitas bukan hanya soal terlihat bersih, tetapi juga merasa percaya diri dan menjadi social-ready dengan penggunaan antiseptik saat dibutuhkan.”

Sebagai bagian dari inovasi tersebut, Betadine Cleanser kini hadir dengan desain kemasan eksklusif hasil kolaborasi bersama Artist & Illustrator, Dinda Puspitasari yang terinspirasi dari gaya hidup aktif dan dinamis generasi modern. Kolaborasi ini menghadirkan tiga persona ilustrasi: The Commuter, untuk mereka yang aktif berpindah dan menggunakan fasilitas publik bersama; The Explorer, untuk mereka yang aktif menjalani aktivitas outdoor; serta The Social, untuk mereka yang aktif berinteraksi sosial di ruang publik.

Dinda Puspitasari, Artist & Illustrator, mengatakan, “Aku excited banget karena kampanye edukasi ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari generasi sekarang yang aktif dan dinamis. Lewat ilustrasi ini, aku ingin membantu menyampaikan pesan bahwa menjaga higienitas kulit secara mindful bisa relevan dengan keseharian generasi sekarang sebagai bagian dari self-expression visual yang aktif dan dinamis.”

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Dorong Generasi Aktif Lebih Mindful terhadap Higienitas Kulit melalui Kampanye “Social-Ready Hygiene”
img
Rahasia Baru Self-Care Praktis Perempuan Modern: Glowing dan Fit Tanpa Ribet!
img
Lindungi Sekeluarga Lewat Vaksin Anak Hingga Dewasa
img
Mengenal Bedah Bariatrik–Metabolik untuk Obesitas