Duh, Hobi Makan Tahu Tempe Bisa Picu Miom? Ini Kata Ahlinya!
Siapa, sih, yang nggak doyan tahu dan tempe? Selain murah meriah, dua makanan ini adalah superfood asli Indonesia dengan kandungan protein yang tinggi. Tapi, belakangan ini banyak Moms yang jadi parno: "Katanya kalau sering makan tahu tempe bisa kena miom, ya?"
Nah, agar tidak terjebak mitos atau kabar burung, saat media meet up Selasa, 27 Januari 2026 di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, dr. Budi Santoso, Sp.OG, FMAS, Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari Eka Hospital BSD menjelaskan semuanya secara gamblang.
Kedelai dan "Fitoestrogen": Apa Hubungannya?
Moms, perlu kita tahu kalau miom (tumor jinak di otot rahim) itu sifatnya estrogenik. Artinya, pertumbuhannya sangat dipengaruhi oleh kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita.
Nah, kedelai mengandung zat yang namanya Fitoestrogen (estrogen alami dari tumbuhan). dr. Budi menjelaskan bahwa zat ini memiliki struktur yang mirip dengan hormon estrogen manusia.
"Di negara Asia, termasuk Indonesia, konsumsi kedelai memang sangat tinggi. Fitoestrogen ini bisa dibilang seperti 'umpan' bagi miom. Kalau dikonsumsi berlebihan pada orang yang sudah punya bakat, dia bisa merangsang si miom untuk tumbuh lebih cepat atau jadi lebih besar," jelas dr. Budi.
Apakah Tahu dan Tempe Adalah Penyebab Utamanya?
Jawabannya: Nggak Sepenuhnya, Moms!
dr. Budi menekankan bahwa penyebab miom sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tapi faktor terbesarnya adalah Genetik.
Jika Moms punya bakat genetik: Sering makan tahu, tempe, edamame, atau susu kedelai bisa menjadi trigger (pemicu) miom makin subur. Ibarat tanaman yang dikasih pupuk, pertumbuhannya jadi makin "wah".
Jika Moms TIDAK punya bakat genetik: Makan tahu tempe setiap hari pun biasanya aman-aman saja dan tidak akan tiba-tiba memicu munculnya miom.
Jadi, kuncinya bukan di makanannya, tapi di kondisi tubuh kita masing-masing.
Gejala yang Harus Moms Waspadai
Kalau Moms hobi banget makan olahan kedelai dan mulai merasakan tanda-tanda ini, mending segera cek ke dokter:
- Haid yang super banyak: Sampai lemas atau anemia.
- Nyeri panggul: Rasanya seperti ada yang menekan di perut bawah.
- Sering "Beser": Miom yang membesar bisa menekan kandung kemih, bikin kita bolak-balik ke kamar mandi.
- Perut membuncit: Bukan karena lemak, tapi terasa keras saat diraba.
Tips Tetap Sehat Tanpa Harus Musuhan sama Tahu Tempe
Bagi Moms yang punya riwayat miom di keluarga atau sedang didiagnosis memiliki miom, dr. Budi memberikan beberapa tips:
- Moderasi: Nggak perlu berhenti total, tapi batasi porsinya. Jangan jadikan kedelai sebagai satu-satunya sumber protein setiap hari.
- Variasi Nutrisi: Ganti selingan protein dengan telur, ikan, atau daging putih lainnya.
- Cek Rutin (USG): Cara paling akurat untuk tahu kondisi rahim adalah dengan USG. Minimal setahun sekali ya, Moms, untuk memantau apakah ada benjolan yang "numpang tumbuh".
- Solusi Modern: Kalau miom sudah terlanjur besar dan mengganggu, sekarang ada teknologi Laparoskopi. Operasinya hanya butuh sayatan kecil (seukuran lubang kunci), minim nyeri, dan Moms bisa cepat balik beraktivitas lagi!
"Jangan takut makan tahu tempe, tapi kenali tubuh sendiri. Kalau ada riwayat miom di keluarga, gaya hidup dan pola makan harus lebih dijaga. Jangan tunggu sakit baru periksa, karena deteksi dini itu jauh lebih mudah penanganannya," pungkas dr. Budi.