ads

First Aid Conference 2026 Perkenalkan Inovasi Spray Plaster untuk Perlindungan Luka yang Praktis

Efa Trapulina - Selasa, 15 September 2026
Dalam acara First Aid Conference (FAC) 2026, Hansaplast meluncurkan inovasi Spray Plaster, perlindungan luka yang cepat dan praktis (Foto: Ist)
Dalam acara First Aid Conference (FAC) 2026, Hansaplast meluncurkan inovasi Spray Plaster, perlindungan luka yang cepat dan praktis (Foto: Ist)
A A A

Lecet atau goresan kecil mungkin terasa sepele ketika kita yang mengalaminya. Tapi ketika si kecil jatuh saat bermain dan lututnya lecet, rasanya tentu berbeda. Selain memastikan anak baik-baik saja, ada satu hal lain yang tak kalah penting: bagaimana membersihkan dan melindungi lukanya agar tetap bisa beraktivitas dengan nyaman.

Bagi sebagian orang, plester konvensional mungkin terasa kurang nyaman, terutama ketika digunakan pada area tertentu atau saat tetap harus banyak bergerak. Kebutuhan akan perlindungan luka yang praktis inilah yang mendorong hadirnya inovasi spray plaster pertama dan satu-satunya di Indonesia.

Produk tersebut diperkenalkan dalam First Aid Conference (FAC) 2026 yang digelar di Jakarta pada 12 September 2026 oleh merek perawatan luka Hansaplast. Mengusung tema “Complete Wound Care: Comprehensive Management of Acute Wounds and Scar Therapy”, FAC 2026 tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan inovasi baru, tetapi juga mempertemukan tenaga kesehatan, khususnya apoteker, dalam sesi edukasi, diskusi bersama ahli, dan wound-care workshop.

Disemprotkan, Lalu Membentuk Lapisan Pelindung

Berbeda dari plester konvensional, spray plaster diaplikasikan dengan cara disemprotkan langsung pada area luka. Setelah mengering, produk membentuk lapisan pelindung yang fleksibel dan tidak terlihat.

Teknologi ini membantu melindungi luka dari air dan kotoran, sekaligus memungkinkan kulit tetap bernapas. Format spray juga membuatnya dapat digunakan pada area yang sulit dijangkau.

Kandungan Ethyl Cellulose berperan dalam membentuk lapisan pelindung yang tahan air. Sementara itu, Glycerin dan Castor Oil membantu menjaga fleksibilitas lapisan tersebut.

Bagi keluarga dengan aktivitas yang cukup padat, cara aplikasi seperti ini dapat menjadi pilihan praktis. Produk ditujukan untuk luka akut dan luka superfisial, seperti goresan, lecet, luka kecil, maupun luka ringan yang umum terjadi saat berolahraga atau beraktivitas di luar ruangan.

(ki-ka)
(ki-ka) Kiri-Kanan_ Yosephine Carolline (Marketing Manager Beiersdorf), Dr. apt. Lusy Noviani, M.M, Vivilya Lukman (Business Unit Health Care Director Beiersdorf), dr. Pipim Septiana Bayasari Yudho Purwono, Sp.DV 

Vivilya Lukman, Business Unit Health Care Director Beiersdorf, mengatakan inovasi tersebut dihadirkan untuk membuat kehidupan sehari-hari lebih mudah sekaligus memberikan perlindungan yang dibutuhkan.

“Dengan adanya Hansaplast Spray Plaster, kami menghadirkan cara baru untuk melindungi luka yang cepat, praktis, dan hampir tidak terlihat,” ujarnya.

Namun, menurut Vivilya, perlindungan luka tidak hanya bergantung pada produk. Pengetahuan mengenai perawatan luka juga menjadi bagian penting. Karena itu, kerja sama dengan apoteker dan berbagai mitra terus diperkuat agar edukasi wound care semakin dekat dengan masyarakat di Indonesia.

Bukan Sekadar Soal Menutup Luka

Perawatan luka ternyata bukan hanya tentang membuat luka tertutup. Cara membersihkan, melindungi, hingga merawat bekas luka juga menjadi bagian dari pengelolaan luka yang perlu dipahami.

Di sinilah peran apoteker menjadi penting. Sebagai salah satu tenaga kesehatan yang kerap menjadi tempat pertama masyarakat berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan ringan, apoteker dapat membantu memberikan informasi mengenai cara membersihkan, melindungi, dan merawat luka dengan tepat.

Melalui FAC 2026, edukasi tersebut diberikan lewat sejumlah sesi, diskusi bersama ahli, serta workshop yang memungkinkan peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai pengelolaan luka.

Salah satu sesi yang dihadirkan adalah “Modern Wound Care Workshop Through Digital Communication: Empowering Pharmacists as Trusted Health Educators”. Sesi ini membahas bagaimana apoteker dapat memanfaatkan komunikasi digital untuk memperluas edukasi mengenai perawatan luka.

Dr. apt. Lusy Noviani, M.M., menekankan bahwa perawatan luka perlu dipahami secara menyeluruh. “Perawatan luka yang tepat tidak berhenti pada bagaimana luka bisa sembuh, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana kita melindungi luka sejak awal dan merawat bekas luka dengan baik,” katanya.

Ia juga menilai tenaga kesehatan, khususnya apoteker, perlu memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai perawatan luka dan mampu menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat.

Edukasi Tak Berhenti di Ruang Konferensi

Upaya memperluas pengetahuan tentang perawatan luka juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Bersama Kimia Farma, program Tanya Luka dijalankan melalui jaringan apotek dan tenaga kefarmasian. Program ini memberikan edukasi dan konsultasi mengenai cara membersihkan, melindungi, serta merawat luka dengan tepat. Kolaborasi tersebut mendapatkan rekognisi MURI atas edukasi perawatan luka dengan jumlah peserta terbanyak. Pengakuan ini sekaligus memperkuat peran tenaga kefarmasian sebagai salah satu sumber informasi kesehatan yang dapat dipercaya masyarakat.

Edukasi juga diperluas melalui Hansaplast Siaga Squad bersama Grab. Program ini memberikan edukasi dasar mengenai pertolongan pertama dan perawatan luka kepada para mitra pengemudi Grab. Pengetahuan dan keterampilan dasar tersebut dapat digunakan para mitra untuk menangani luka ringan, baik bagi diri sendiri maupun ketika membantu orang lain. Kolaborasi dengan platform penyedia layanan on-demand tersebut juga mendapatkan rekognisi MURI atas edukasi perawatan luka kepada mitra pengemudi dengan jumlah peserta terbanyak.

Dua kolaborasi ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai perawatan luka tidak hanya ditujukan kepada konsumen, tetapi juga melibatkan tenaga kefarmasian dan komunitas dengan mobilitas tinggi.

Luka Kecil Bukan Alasan Berhenti Bergerak

Bagi keluarga yang aktif, luka kecil memang tidak selalu bisa dihindari. Anak bisa terjatuh saat bermain, lecet ketika berolahraga, atau mengalami goresan kecil saat beraktivitas di luar rumah. Yang tak kalah penting adalah memahami cara membersihkan, melindungi, dan merawat luka dengan tepat sesuai kebutuhannya.

Melalui inovasi spray plaster dan berbagai program edukasi wound care, upaya yang dilakukan dalam FAC 2026 diarahkan agar masyarakat mendapatkan perlindungan luka yang lebih mudah dan praktis, sekaligus memiliki pengetahuan yang tepat mengenai perawatannya. Dengan begitu, luka ringan diharapkan tidak perlu menjadi alasan untuk berhenti bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
First Aid Conference 2026 Perkenalkan Inovasi Spray Plaster untuk Perlindungan Luka yang Praktis
img
Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Risiko, Cara Kenali Sejak Dini Bahaya Hipertensi, Gangguan Irama Jantung, dan Stroke
img
Saat Para Ahli dari Lintas Disiplin Ilmu Berkumpul dalam Gut and Immunity Council: Ingatkan Orang Tua Tentang Pentingnya Kesehatan Saluran Cerna
img
Mau Si Kecil Tumbuh Hebat? Yuk, Mulai dari Saluran Cerna yang Sehat