ads

Kembangkan Sistem Transport Neonatal Kritis untuk Keselamatan Bayi Baru Lahir

Dwi Retno - Senin, 11 Mei 2026
RSIA Bunda Jakarta mengembangkan layanan ER Neonatal, sebuah sistem transportasi intensif untuk bayi baru lahir kritis yang menghadirkan standar penanganan setara NICU selama proses transfer pasien (Foto : Ist)
RSIA Bunda Jakarta mengembangkan layanan ER Neonatal, sebuah sistem transportasi intensif untuk bayi baru lahir kritis yang menghadirkan standar penanganan setara NICU selama proses transfer pasien (Foto : Ist)
A A A

Dalam kondisi neonatal kritis, keselamatan bayi baru lahir (neonatal) tidak hanya ditentukan oleh kualitas perawatan di ruang NICU, tetapi juga oleh kecepatan dan kesiapan sistem transportasi medis sejak menit pertama. Menjawab kebutuhan tersebut, RSIA Bunda Jakarta mengembangkan layanan Emergency Response (ER) Neonatal, sebuah sistem transportasi intensif untuk bayi baru lahir kritis yang menghadirkan standar penanganan setara NICU selama proses transfer pasien.

Berbeda dari layanan transportasi medis pada umumnya, ER Neonatal ini dirancang khusus untuk menangani pasien neonatal dengan kondisi kompleks dan berisiko tinggi, baik dalam area Jabodetabek maupun rujukan antarkota hingga luar negeri.

“Dalam kasus neonatal kritis, proses transportasi bukan sekadar memindahkan pasien. Bayi tetap membutuhkan stabilisasi, monitoring ketat, serta penanganan intensif selama perjalanan. Karena itu, kami membangun sistem transport yang memungkinkan kualitas perawatan tetap terjaga sejak penjemputan hingga tiba di NICU,” ujar Dr. dr. Adhi Teguh Perma Iskandar, Sp.A Subsp. Neo (K), Kepala divisi NICU RSIA Bunda – Jakarta yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Unit Kerja Koordinasi Neonatologi IDAI periode 2024-2027.

Salah satu kekuatan utama layanan ini terletak pada sumber daya medis yang terlibat secara langsung dalam proses transfer pasien. Tim ER Neonatal tidak hanya melibatkan tenaga medis umum, tetapi juga dokter anak, peserta didik subspesialis (PPDS), hingga pengawasan langsung dari konsultan neonatologi.

“Setiap keputusan keberangkatan dan kondisi pasien dipantau langsung oleh tim neonatologi. Kami memastikan pasien berada dalam kondisi aman untuk transportasi, termasuk kesiapan alat, ventilasi, dan monitoring selama perjalanan,” tambahnya.

RSIA Bunda juga menghadirkan dukungan peralatan transport neonatal yang lengkap untuk menangani kondisi kritis dengan tingkat kompleksitas tinggi. Dalam beberapa kasus, tim bahkan melakukan transportasi neonatal dengan dukungan High Frequency Oscillation (HFO), sebuah metode ventilasi intensif yang umumnya digunakan pada bayi dengan gangguan pernapasan berat dan membutuhkan pengawasan sangat ketat.

Kemampuan menghadirkan layanan transport dengan dukungan intensif neonatal tersebut menjadikan ER Neonatal sebagai salah satu layanan transport neonatal berbasis rumah sakit dengan pendekatan subspesialistik di Indonesia. Melalui pengembangan sistem ini, berharap dapat memperkuat rantai keselamatan neonatal, terutama pada periode-periode kritis yang membutuhkan respons cepat, koordinasi multidisiplin, dan kesinambungan perawatan intensif.

“Pada kondisi tertentu, NICU tidak bisa menunggu pasien datang. NICU harus bergerak mendekati pasien. Itulah filosofi utama dari emergency neonatal transport yang kami bangun,” tutup dr. Adhi.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Kembangkan Sistem Transport Neonatal Kritis untuk Keselamatan Bayi Baru Lahir
img
Inovasi Penutupan Kelainan Jantung Bawaan yang Lebih Aman dengan Teknik Zero Fluoroscopy ASD & VSD Closure
img
Kandungan Komposisi Susu dalam Produk Nutrisi Anak Makin Menjadi Perhatian
img
Akupunktur untuk Ibu Hamil, Benarkah Aman dan Bisa Kurangi Keluhan?