Kepemimpinan Rumah Sakit di Era Transformasi Kesehatan, Apa yang Dibutuhkan Hari Ini?
Transformasi sistem kesehatan nasional membawa tantangan klinis yang semakin kompleks bagi rumah sakit. Di balik tuntutan mutu layanan, keselamatan pasien, efisiensi pembiayaan, dan pemanfaatan data medis, kepemimpinan rumah sakit kini tidak lagi hanya diukur dari keberlangsungan operasional, tetapi dari kemampuannya menjaga ketahanan dan keberlanjutan layanan kesehatan secara menyeluruh.
Isu ini mengemuka dalam CEO Forum Sysmex Indonesia 2026, forum kepemimpinan yang memasuki tahun kelima dengan tema “A New World of Healthcare Leadership” yang digelar di Hotel Four Seasons Jakarta beberapa waktu lalu.
Forum ini mempertemukan pimpinan rumah sakit publik dan swasta, regulator, pemimpin laboratorium klinik, dan pelaku industri kesehatan dalam satu ruang dialog strategis untuk membahas kepemimpinan dari perspektif medis, sistem layanan, dan kebijakan kesehatan.
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, menegaskan bahwa transformasi kesehatan nasional tidak akan berjalan tanpa kepemimpinan rumah sakit yang kuat secara klinis dan operasional.
Dari perspektif regional, Frank Buescher, President dan CEO Sysmex Asia Pacific sekaligus Senior Executive Officer Sysmex Corporation Jepang, menyoroti tekanan nyata yang dihadapi institusi layanan kesehatan saat ini. “Pemimpin layanan kesehatan harus memastikan mutu klinis tetap terjaga di tengah tantangan stabilitas finansial, keterbatasan sumber daya, dan kompleksitas operasional yang terus meningkat,” katanya.
Aspek tata kelola dan sistem rujukan menjadi perhatian penting. dr. Ockti Palupi Rahayuningtyas, MPH, MH.Kes, Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan RI sekaligus Direktur Utama RSAB Harapan Kita, menekankan bahwa kepemimpinan inovatif dan penguatan sistem menjadi kunci dalam menjaga kualitas layanan.
“Kepemimpinan inovatif dan penguatan sistem tata kelola sangat dibutuhkan agar rumah sakit mampu beradaptasi tanpa mengorbankan keselamatan dan kualitas pelayanan,” tegasnya.
Tekanan regulasi dan pembiayaan juga dirasakan oleh rumah sakit swasta. Jusup Halimi, Presiden Direktur EMC Group, menilai bahwa pengambilan keputusan berbasis data menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan organisasi. “Keputusan berbasis data dan kemitraan strategis jangka panjang sangat menentukan keberlanjutan mutu layanan dan kepercayaan pasien,” ujarnya.
Dari sisi implementasi klinis, dr. Grace Frelita, MM, Medical Managing Director Siloam Hospitals, serta Prof. Dr. dr. Cita RS Prakoeswa, SpDVE., Subsp. DAI., FINSDV, FAADV., MARS, Presiden Direktur RSUD Dr. Soetomo, menekankan pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif di seluruh level organisasi.
“Strategi klinis hanya akan berdampak jika seluruh level organisasi bergerak selaras,” kata dr. Grace. “Kolaborasi lintas profesi menentukan keberhasilan pelayanan berbasis mutu,” tambah Prof. Cita.
Dari sudut pandang diagnostik, dr. Dyah Anggraeni, M.Kes, Sp.PK, Komisaris Utama CITO Laboratorium Klinik, menyoroti peran strategis integrasi data laboratorium dan klinis dalam pengambilan keputusan medis. “Diagnostik yang terintegrasi mendukung keputusan medis yang lebih presisi, efisien, dan berkelanjutan,” jelasnya.
Forum ini juga menghadirkan sesi reflektif bersama Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia periode 2014–2019, yang menekankan nilai dasar kepemimpinan di tengah perubahan. “Integritas, keberanian dalam pengambilan keputusan, dan konsistensi nilai adalah fondasi dalam memimpin organisasi besar di tengah kompleksitas,” tuturnya.
Mewakili penyelenggara, Emilani Nababan, Presiden Direktur Sysmex Indonesia menegaskan komitmen perusahaan untuk berperan sebagai mitra strategis bagi para pemimpin rumah sakit.
“Melalui CEO Forum ini, kami ingin menyediakan ruang dialog dan kolaborasi yang mendukung pengambilan keputusan jangka panjang demi memperkuat ketahanan dan kinerja organisasi layanan kesehatan,” tutupnya.
Diselenggarakan secara konsisten sejak 2022, CEO Forum telah menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat kepemimpinan rumah sakit yang adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada mutu klinis, sebagai fondasi sistem layanan kesehatan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.