Kerennya Tari Betawi Berpadu dengan Hip Hop, Balet hingga Street Dance

Novita Sari - Senin, 29 Juni 2026
Jakarta Dance Vibes 2026, sebuah peristiwa seni yang mempertemukan sanggar tari tradisi, komunitas urban, dan publik dalam ruang terbuka. Foto: Ist
Jakarta Dance Vibes 2026, sebuah peristiwa seni yang mempertemukan sanggar tari tradisi, komunitas urban, dan publik dalam ruang terbuka. Foto: Ist
A A A

Apa jadinya jika tari Betawi berpadu dengan hip hop, balet, hingga street dance? Kekerenan itu bisa kamu saksikan di Jakarta Dance Vibes 2026, sebuah peristiwa seni yang mempertemukan sanggar tari tradisi, komunitas urban, dan publik dalam ruang terbuka.

Digelar pada Sabtu, 27 Juni 2026 di Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta ini merupakan program dalam rangka menyambut lima abad (500 tahun) Jakarta dengan menempatkan ruang publik sebagai panggung kreativitas, perjumpaan, dan regenerasi budaya.

Di kota yang dihuni masyarakat dari berbagai latar budaya, tari tradisi tidak hanya diposisikan sebagai warisan yang perlu dijaga, tetapi juga sebagai sumber inspirasi yang terus hidup, berkembang, dan berdialog dengan zaman.

Jakarta Dance Vibes 2026 menjadi ruang perjumpaan antara sanggar binaan Dinas Kebudayaan dengan komunitas tari urban yang tumbuh dan berkembang di Jakarta. Melalui program ini, publik diajak menyaksikan perjumpaan tari Betawi dengan balet, hip hop, street dance, dan tari kontemporer, dalam sebuah peristiwa artistik yang segar dan inklusif. Program ini diharapkan dapat memperluas ruang apresiasi publik serta mendorong praktik kolaborasi antar generasi, komunitas, dan genre tari. 

Empat karya kolaborasi utama yang ditampilkan meliputi:

• Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa bersama The Ballet Academy of Indonesia, memadukan tari Betawi, balet, dan tari kontemporer;

• Sanggar Rama Sinta Persada bersama Lasteam689, mempertemukan tradisi Betawi dengan energi hip hop;

• Sanggar Margasari bersama Streetpass, mengeksplorasi kemungkinan baru antara tari tradisi, hip hop, dan street dance; serta

• Sanggar Wahana Cipta bersama Gigi Art of Dance, menghadirkan dialog antara tari Betawi dengan pendekatan tari modern dan kontemporer.

Selain empat karya kolaborasi tersebut, juga menghadirkan penampilan khusus dari Komunitas Ariah Indonesia Ngegebrak (KAIN), Elpro Art Dance, dan Moluccan Soul, yang menawarkan keberagaman ekspresi budaya melalui perpaduan tari, musik, dan semangat urban Indonesia masa kini.

Foto: Ist
Jakarta Dance Vibes tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman. Foto: Ist

Menurut Yola Yulfianti sebagai penggagas Jakarta Dance Vibes, perjumpaan antara sanggar tari tradisi dan komunitas urban merupakan bagian dari strategi membangun ekosistem seni pertunjukan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan relevan dengan dinamika kota saat ini.

“Menjelang lima abad Jakarta, kami membayangkan kota ini bukan hanya sebagai pusat ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang hidup bagi kebudayaan. Jakarta Dance Vibes menjadi upaya untuk menghubungkan ingatan tradisi dengan energi generasi muda, menghadirkan ruang publik sebagai panggung bersama, serta memperlihatkan bahwa seni tari mampu membangun dialog, regenerasi, dan keberlanjutan ekosistem budaya kota,” ujar Yola.

Tidak hanya menghadirkan pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengetahuan dan pengalaman. Salah satu agenda utama adalah talkshow bertajuk “Merawat Tari Tradisi di Tengah Dinamika Urban” yang menghadirkan Wiwiek Widiyastuti (Wiwiek HW). Diskusi ini membahas tantangan regenerasi sanggar, strategi menjaga keberlanjutan tari tradisi, serta peluang kolaborasi dengan praktik-praktik seni urban yang berkembang di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini turut menunjukkan bahwa sebuah pertunjukan seni merupakan bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan beragam profesi, mulai dari koreografer, penari, penata musik, penata busana, perias, kru panggung, fotografer, videografer, hingga pelaku usaha lokal di sekitar lokasi kegiatan. Dengan melibatkan sekitar 100 penampil dan lebih dari 200 orang dalam keseluruhan proses produksi, Jakarta Dance Vibes diharapkan dapat memperkuat jejaring seni pertunjukan sekaligus menghidupkan ruang publik sebagai tempat bertemunya kreativitas dan warga kota.

Latest Update
Explore more fun