ads

Ketika Ilustrasi Menjadi Jembatan untuk Mempertemukan Beragam Dunia

Novita Sari - Jumat, 18 September 2026
JICAF 2026 menjadi ruang pertemuan bagi seniman, brand, komunitas, hingga berbagai pelaku industri kreatif. Foto: Ist
JICAF 2026 menjadi ruang pertemuan bagi seniman, brand, komunitas, hingga berbagai pelaku industri kreatif. Foto: Ist
A A A

Satu gambar bisa bercerita banyak hal. Lewat garis, warna, bentuk, dan karakter, seorang ilustrator dapat menciptakan dunia versinya sendiri—dunia yang mungkin berbeda dari apa yang kita lihat sehari-hari. Semangat inilah yang terasa dalam penyelenggaraan Jakarta Illustration & Creative Arts Fair (JICAF) 2026.

Memasuki tahun keempat, hadir dengan tema “The World We Draw”, yang mengajak pengunjung melihat ilustrasi sebagai medium untuk membentuk, menerjemahkan, sekaligus membagikan perspektif kreator kepada dunia.

Digelar di Jakarta, festival ini tidak hanya menghadirkan deretan karya seni visual. Festival ini berkembang menjadi ruang pertemuan bagi seniman, brand, komunitas, hingga berbagai pelaku industri kreatif. Pameran, program, dan kolaborasi yang dihadirkan membuka kesempatan bagi karya ilustrasi untuk bertemu dengan audiens yang lebih luas.

The World We Draw adalah tentang bagaimana setiap kreator punya dunianya sendiri untuk dibagikan. Bagi kami, ini adalah ruang yang mempertemukan dunia-dunia tersebut, sekaligus membuka kesempatan agar karya, ide, dan kreativitas bisa bertemu dengan lebih banyak pihak,” ujar Sunny Gho, Co-Founder & Fair Director JICAF.

Beragam Gaya, Beragam Cerita

Salah satu daya tarik JICAF 2026 adalah keberagaman karakter visual yang ditampilkan. Sejumlah nama seperti Rinaldo Hartanto x LEKAT, Stereoflow, Machine 56, Pronto Pixel, BART, dan Fluxcup hadir membawa gaya serta pendekatan kreatif masing-masing.

Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa tidak ada satu cara untuk menerjemahkan dunia melalui ilustrasi. Setiap kreator memiliki bahasa visual sendiri dan cerita yang ingin disampaikan.

“Kolaborasi Stereoflow dan Psychloop lahir dari shared passion terhadap sepeda dan pengalaman yang tumbuh bersama cycling community. Melalui Special Drop di JICAF 2026, kami ingin menghadirkan produk yang bukan hanya fungsional untuk everyday cyclists, tetapi juga membawa kreativitas dan semangat untuk membuat pengalaman bersepeda terasa lebih menyenangkan,” ujar Stereoflow.

“Untuk exhibition ini, saya membawa signature style saya melalui DUBKIL PROJECT. Pengunjung bisa langsung merekam video di lokasi dan audionya akan di-redub dalam waktu sekitar 10 detik dengan gaya absurd dan nihilist saya,” tutur Fluxcup.

Saat Ilustrasi Bertemu Fashion hingga Budaya Pop

JICAF 2026 juga memperlihatkan bagaimana ilustrasi dapat bergerak melampaui kertas dan layar ketika bertemu dengan bidang lain.

Kolaborasi Rinaldo Hartanto x LEKAT menjadi salah satu contohnya. Keduanya mempertemukan ilustrasi, fashion, dan craft melalui eksplorasi folklore serta volcanic imagery.

Sementara itu, dunia ilustrasi lokal juga bertemu dengan karakter ikonik Disney melalui Disney Jajan. Proyek kolaborasi dengan ilustrator lokal ini difasilitasi oleh enMasse selaku penyelenggara JICAF.

Konsepnya cukup unik. Para ilustrator diajak memberikan interpretasi terhadap karakter, khususnya Stitch dan Angel, dengan mengambil inspirasi dari budaya jajanan dan street food Indonesia.

Tiga ilustrator lokal, yaitu Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic, menghadirkan interpretasi dengan gaya visual masing-masing. Hasilnya menunjukkan bagaimana karakter global dapat diterjemahkan kembali melalui perspektif dan konteks budaya lokal.

Bukan Hanya Tentang Apa yang Digambar

Melalui tema “The World We Draw”, mereka ingin memperluas cara pandang terhadap ilustrasi. Sebuah karya tidak hanya berhenti sebagai gambar yang dipajang, tetapi dapat menjadi awal dari kolaborasi, produk, pengalaman, percakapan, bahkan koneksi baru.

“Pada akhirnya, The World We Draw bukan hanya tentang apa yang kita gambar, tetapi juga tentang dunia yang terbentuk ketika berbagai perspektif bertemu. Kami ingin ini terus menjadi tempat di mana kreator bisa menemukan audiens, membangun koneksi, dan melihat lebih banyak kemungkinan dari karya mereka,” kata Sunny Gho.

Penyelenggaraan festival ini pun menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ilustrasi dan creative arts di Indonesia. Dengan mempertemukan kreator, komunitas, brand, dan publik dalam satu ruang, mereka membuka kemungkinan bahwa sebuah ilustrasi bisa memiliki perjalanan yang jauh lebih panjang setelah keluar dari kanvas.

Sebab, terkadang sebuah dunia baru memang dimulai dari satu garis sederhana yang ditarik seorang kreator.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Ketika Ilustrasi Menjadi Jembatan untuk Mempertemukan Beragam Dunia
img
Merayakan Proses Bertumbuh Lewat Fashion, Kuliner, Aktivitas, dan Kebersamaan
img
One Size Bukan Berarti One-Size-Fits-All: Mengapa Hijab Perempuan Muslim Modern Perlu Mengikuti Ritme Hidup?
img
Bukan Cuma Belanja, Anak Muda Kini Makin Aktif Menabung dan Berinvestasi