ads

One Size Bukan Berarti One-Size-Fits-All: Mengapa Hijab Perempuan Muslim Modern Perlu Mengikuti Ritme Hidup?

Efa Trapulina - Jumat, 18 September 2026
Hadir sebagai respons terhadap kebutuhan dan masukan pelanggan akan hijab yang nyaman dan fungsional untuk berbagai aktivitas, UNIQLO meluncurkan koleksi Hijab dengan pilihan karakter material yang berbeda (Foto: dok. UNIQLO)
Hadir sebagai respons terhadap kebutuhan dan masukan pelanggan akan hijab yang nyaman dan fungsional untuk berbagai aktivitas, UNIQLO meluncurkan koleksi Hijab dengan pilihan karakter material yang berbeda (Foto: dok. UNIQLO)
A A A

Seperti Moms ketahui, tinggal di negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, melihat sosok wanita berhijab sangat familiar ditemukan di mana saja di seluruh negeri. Bagi perempuan Muslim dengan hari yang penuh perpindahan peran, hijab bukan sekadar penampilan. Ia harus cukup nyaman untuk mengikuti ritme hidup yang terus berubah.

Bayangkan! Pagi mungkin belum benar-benar datang ketika seorang ibu sudah harus menyelesaikan beberapa hal sekaligus: membangunkan anak, menyiapkan sarapan, memastikan semua perlengkapan sekolah tidak tertinggal, lalu bergegas keluar rumah mengantar anak ke sekolah atau ke kantor.

Seperti halnya pagi yang dialami Lisa (35), seorang ibu dengan dua orang anak. Seperti banyak ibu lainnya, ia menyiapkan sarapan dan kebutuhan anak. Setelah itu, ia bergegas mengantar anak ke sekolah sekaligus menjalani pekerjaannya sendiri.

Di kantor, Lisa lantas masuk ke ritme yang berbeda. Sebagai salah satu staf marketing di perusahaan asuransi, hari kerjanya pun tidak selalu berlangsung di balik meja. Ia cukup sering berpindah tempat untuk bertemu klien di luar kantor dan bertemu siang yang terik. Dalam situasi seperti itu, penampilan menjadi bagian dari tuntutan profesional. Hijab perlu tetap rapi, nyaman dikenakan, dan tidak mudah bergeser ketika aktivitas berlangsung dari satu agenda ke agenda berikutnya.

Malam hari, perannya kembali berganti: berbelanja kebutuhan rumah, berolahraga padel, atau menghadiri acara keluarga.

Ya, ada yang menarik dari keseharian Lisa. Ia tidak menjalani satu peran sepanjang hari. Ia seorang ibu. Ia seorang profesional. Ia bertemu klien. Ia juga tetap memiliki kebutuhan untuk tampil menjadi dirinya sendiri dan melakukan hobinya.

Maka ketika ia menyiapkan outfit of the day, pertanyaannya bukan lagi sekadar: “Hijab ini bagus atau tidak?” tapi lebih dari pada itu. Ada pertanyaan yang lebih relevan dengan yang ia jalani, “Apakah hijab ini bisa mengikuti ritme hidup dan aktivitas saya?”

Fashion hijab bukan lagi sekadar mencocokkan warna hijab agar senada atau selaras dengan warna pakaian yang dikenakan hari itu. Kenyamanan menjadi salah satu prioritas tertinggi, sebab yang membutuhkan fleksibilitas bukan hanya hijabnya. Perempuannya juga!

Nyaman adalah Prioritas Tertinggi

Ya, di zaman sekarang ini, kenyamanan berbusana adalah nomor satu, termasuk hijab yang dikenakan seorang wanita Muslim. Biasanya, kenyamanan hijab sering terdengar seperti persoalan yang sederhana. Yang penting bahannya ringan, tidak panas, mudah dikenakan, selesai!

UNIQLO Hijab
Koleksi Uniqlo Hijab (Foto: Ist)

Padahal, pengalaman mengenakan hijab dapat dipengaruhi oleh konteks aktivitas dan lingkungan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Research Journal of Textile and Apparel mengamati persepsi kenyamanan termal pada 100 perempuan Muslim aktif di Klang Valley, Malaysia, ketika menggunakan hijab untuk aktivitas olahraga. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa hijab yang umum digunakan sehari-hari (casual hijab) belum tentu memberikan tingkat kenyamanan yang sama ketika digunakan dalam aktivitas fisik.

Temuan tersebut memang berbicara dalam konteks olahraga, bukan seluruh aktivitas perempuan berhijab. Namun, dari temuan ini kita bisa menyimpulkan satu hal yang relevan, bahwa kebutuhan terhadap hijab dapat berubah ketika situasi yang dihadapi juga berubah.

Hijab yang dipakai saat aktivitas lebih banyak duduk berjam-jam di ruang berpendingin (AC), misalnya, tentu tidak harus memiliki pertimbangan yang sama dengan hijab yang menemani aktivitas luar ruang yang menuntut banyak bergerak. Hijab untuk hari yang penuh mobilitas juga belum tentu dipilih dengan pertimbangan yang sama ketika seseorang menghadiri acara yang menuntut tampilan lebih polished, rapi dan elegan.

Bisa dibilang, pertanyaan tentang hijab perlahan bergeser. Bukan lagi sekadar, “Apakah hijab ini nyaman?” melainkan “Nyaman untuk melakukan apa?” Sebab, banyak perempuan Indonesia tidak menjalani hari dalam satu mode alias satu peran dan aktivitas saja.

Perubahan kebutuhan tersebut juga tidak bisa dilepaskan dari cara perempuan berhijab memandang fashion. Penelitian Farhan, Indriani, dan Gustina bertajuk “Determinants of fashion consciousness in Indonesian Muslim women's hijab consumption” yang diterbitkan dalam International Journal of Halal Industry (Vol. 1, No. 1, hlm. 21–32) dan melibatkan 390 perempuan Muslim Indonesia menemukan bahwa sejumlah faktor seperti gaya berpakaian, keunikan fashion, dan conformity berkaitan secara signifikan dengan fashion consciousness, yang kemudian berhubungan dengan konsumsi fashion hijab.

Temuan itu memperlihatkan bahwa pilihan hijab tidak berdiri hanya di wilayah fungsi. Ada preferensi. Ada gaya personal. Ada keinginan untuk tampil berbeda. Ada pula kebutuhan untuk menyesuaikan penampilan dengan konteks sosial yang sedang dihadapi.

Modest fashion ini menjadi menarik untuk dibicarakan. Seorang wanita Muslim modern tidak harus memilih antara nyaman atau bergaya. Ia bisa menginginkan keduanya, tetapi dalam kadar dan konteks yang berbeda.

Seorang perempuan yang sama dapat menginginkan suatu hijab instan yang praktis ketika sedang terburu-buru, membutuhkan material ringan yang mendukung kenyamanan ketika menjalani hari yang padat, lalu memilih tampilan yang lebih polished untuk sebuah pertemuan atau acara. Bukan karena ia berubah menjadi orang yang berbeda. Melainkan karena kehidupannya memang memiliki banyak situasi.

Jadi, tiga karakter hijab untuk kebutuhan yang tidak selalu sama.

Tiga Hijab dengan Kebutuhan Berbeda

Cara pandang tersebut menjadi relevan ketika melihat kehadiran UNIQLO Hijab. Diluncurkan di Indonesia pada 10 Agustus 2026, koleksi ini terdiri dari tiga pilihan dengan karakter material yang berbeda, yakni Hijab AIRism Proteksi Sinar UV (Segitiga), Hijab Georgette (Pashmina), dan Hijab Satin (Pashmina). Ketiganya hadir dengan harga Rp199.000 di toko dan situs resmi serta semuanya tersedia dalam satu ukuran alias One Size.

Meski One Size tetapi merek pakaian kasual global asal Jepang ini percaya bahwa tidak ada konsep one-size-fits-all hijab. Karena itu, kategori hijab ini hadir melalui tiga pilihan material dengan karakter yang berbeda, memberikan kebebasan bagi perempuan untuk memilih hijab yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kesehariannya.

Untuk kebutuhan yang mengutamakan kepraktisan, ada AIRism Hijab Proteksi Sinar UV (Segitiga). Menggunakan material AIRism, hijab ini memiliki karakter halus, ringan, breathable, stretchy, dan cepat kering. Bentuk segitiganya dirancang sebagai hijab instan sehingga lebih praktis dikenakan. Produk ini juga memiliki fungsi proteksi sinar UV dan dapat dicuci menggunakan mesin cuci.

Hijab AIRism
Hijab AIRism

Kemudian ada Hijab Georgette (Pashmina) dengan material yang ringan dan flowy. Jatuh bahannya natural dan relatif mudah ditata, membuatnya dapat digunakan untuk tampilan kasual maupun ketika ingin terlihat lebih rapi. Tersedia dalam 12 pilihan warna, memberikan keleluasaan untuk disesuaikan dengan personal style maupun wardrobe.

Sementara untuk suasana yang membutuhkan sentuhan lebih polished, Hijab Satin (Pashmina) menawarkan material ringan dengan tekstur halus dan sedikit kilau. Karakternya memberi kesan elegan yang bisa dibawa ke keseharian maupun acara khusus.

Hijab Georgette dan Satin
Hijab Georgette dan Satin

Menariknya, ketiga pilihan tersebut tidak harus dibaca sebagai tiga tipe perempuan. AIRism bukan semata-mata “hijab untuk perempuan aktif”. Georgette juga bukan hanya untuk perempuan kasual, sementara Satin bukan eksklusif bagi perempuan yang menyukai tampilan formal.

Sebab seperti yang sudah disebutkan, satu perempuan tidak hidup dalam satu peran, ia bisa menjadi ketiganya.

Lisa, misalnya, tidak hanya membutuhkan hijab sebagai pelengkap penampilan. Sebagai ibu dan profesional yang kerap bertemu klien, ia membutuhkan hijab yang dapat mengikuti ritme aktivitasnya. Pada hari tertentu yang dinamis atau saat berolahraga, hijab segitiga instan AIRism dengan aspek kepraktisan mungkin menjadi yang paling penting. Pada kesempatan lain, ia mungkin lebih mempertimbangkan bagaimana material hijab Georgette yang ringan dan flowy membuatnya lebih tampak rapi saat bertemu klien. Lalu lain waktu, ia butuh hijab Satin agar tampil lebih elegan di acara pernikahan kerabat.

Kebutuhan akan hijab yang berbeda tersebut bukan karena ia memiliki banyak kepribadian, namun karena aktivitas hidupnya memang tidak berlangsung dalam satu kondisi.

Perspektif inilah yang juga menjadi dasar pengembangan UNIQLO Hijab. Koleksi hijab ini dikembangkan dengan mempertimbangkan masukan pelanggan di Indonesia dan Malaysia sebagai salah satu dasar untuk memahami kebutuhan perempuan Muslim. Pemahaman itu berujung menghadirkan solusi bahwa kebutuhan setiap perempuan terhadap hijab dapat berbeda, bergantung pada aktivitas, gaya hidup, serta preferensi masing-masing.

Lisqia Lalantika, Marketing Manager UNIQLO Indonesia, mengatakan, “Kami menyadari bahwa kebutuhan setiap perempuan terhadap hijab tidak pernah sama, tergantung pada aktivitas, gaya hidup, dan preferensi masing-masing,” ujarnya pada acara peluncuran lalu.

Kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana. Namun, jika dipikirkan kembali, di situlah persoalan hijab sehari-hari sebenarnya berada. Ini bukan tentang hijab mana yang paling bagus!

Ya, kita sering terbiasa membandingkan produk dengan pertanyaan: mana yang paling bagus? Padahal, hijab yang terasa paling tepat ketika harus bergerak cepat belum tentu menjadi pilihan yang sama untuk makan malam atau menghadiri acara. Begitu pula hijab yang tampil elegan belum tentu menjadi pilihan pertama ketika aktivitas menuntut kepraktisan.

Pendekatan ini sejalan pula dengan filosofi LifeWear yang dibawa UNIQLO di mana menempatkan kebutuhan kehidupan sehari-hari sebagai salah satu dasar pengembangan produk.

Jadi, sebagai perempuan Muslim modern yang aktif dan dinamis, Moms tidak menjalani hidup dalam satu mode. Maka, hijab yang menemani Moms pun tidak seharusnya begitu. Sebab pada akhirnya, bukan perempuan yang seharusnya terus-menerus menyesuaikan ritme hidupnya dengan hijab. Hijablah yang seharusnya ikut bergerak bersamanya!

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Ketika Ilustrasi Menjadi Jembatan untuk Mempertemukan Beragam Dunia
img
Merayakan Proses Bertumbuh Lewat Fashion, Kuliner, Aktivitas, dan Kebersamaan
img
One Size Bukan Berarti One-Size-Fits-All: Mengapa Hijab Perempuan Muslim Modern Perlu Mengikuti Ritme Hidup?
img
Bukan Cuma Belanja, Anak Muda Kini Makin Aktif Menabung dan Berinvestasi