Kisah Menyentuh Seekor Anjing Liar, Kesetiaan dan Perjalanan Panjang dalam Menemukan Rumah Damainya
Moms dan keluarga punya hewan peliharaan seperti anjing dan kucing? Anak bulu (anabul) tersebut memang menggemaskan ya. Tingkah laku mereka memberikan efek ‘healing’ yang luar biasa pada pemiliknya. Namun, tak semua binatang itu memiliki “rumah’. Banyak anjing dan kucing yang masih hidup terlunta-lunta di jalanan dan menjadi hewan liar.
Kisah perjalanan seekor anjing liar inilah yang coba diangkat dalam film bertajuk “Gohan”. Film Thailand ini merupakan drama hangat sekaligut menyayat hati tentang seekor anjing liar yang hadir dalam kehidupan banyak orang. Ia berganti-ganti pemilik selama 10 tahun dan menjadi saksi bisu kehidupan mereka.
Disutradarai oleh Moo-Chayanop, Baz Poonpiriya dan Atta Hemavadee, film Gohan membawa cerita sederhana tetapi penuh emosi tentang kasih sayang, kehilangan, dan arti sebuah rumah.
Sejak awal, penonton langsung dibikin jatuh hati pada sosok anjing putih kecil lucu yang hidup di jalanan. Hidupnya berubah ketika ia tak sengaja terbawa dalam cooler box oleh seorang pria tua asal Jepang, Hiro, yang bekerja di Thailand. Kelucuan anjing yang diberi nama Gohan tersebut membuat Hiro memutuskan untuk memelihara di sela-sela aturan ketat di lingkungannya.
Kehidupan Gohan berubah. Hiro sangat menyayanginya. Lelaki tua yang tadinya kesepian, kini gampang tertawa. Tapi masalah baru muncul saat Hiro harus pensiun dan kembali ke Jepang. Sanggupkah ia merelakan Gohan yang telah tumbuh menjadi anjing dewasa yang lucu untuk diadopsi pemilik lain? Pada sesi adegan Gohan dan Hiro, ada banyak momen lucu yang menggelitik. Namun, siapkan pula tisu karena beberapa adegan emosional akan membuat penonton berurai air mata.
Kehidupan Gohan terus berlanjut, setelah lepas dari Hiro, Gohan melalui banyak hal pahit. Ia terjebak di sebuah penampungan liar. Sang pemilik ternyata bukanlah seorang manusia berhati lembut yang mencintai anjing-anjing liar. Takdir lalu membawa Gohan kepada seorang wanita pekerja imigran ilegal dari Myanmar. Tak dapat disangkal, ikatan kuat terjalin di antara keduanya. Namun, bahagia dan “rumah’ tampaknya masih jauh dari keduanya. Masalah demi masalah muncul hingga akhirnya mengantarkan Gohan kembali jauh dari pemilik barunya.

Perjalanan Gohan belum selesai, ia terdampar di Stasiun Hua Takhe yang terletak di kawasan Lat Krabang, Bangkok, Thailand. Penonton akan dibawa dalam suasana haru saat melihat perubahan fisik Gohan yang kini telah tua. Kesetiaan Gohan menunggu membawa ia bertemu dengan pasangan kekasih, Jaidee dan Pele. Tanpa bicara, Gohan menjadi saksi bisu perjalanan keduanya, dari kuliah hingga wisuda dan bekerja.
Di usia tuanya, apakah Gohan bisa menemukan rumahnya? Atau apakah ia kembali menjadi anjing liar yang terus kesepian sampai ajal menjemput?
Film ini sangat menguras emosi. Tak hanya menyaksikan perjalanan Gohan dari anjing kecil menjadi dewasa lalu tua, penonton juga diajak menyaksikan perjalanan hidup para pemilik sementaranya. Ada berbagai gejolak emosi dan cerita kehidupan yang coba dituangkan oleh penulis cerita yakni Chayanop Bunprakob, Nattawut Poonpiriya, dan Atta Hemwadee beserta sutradara.
Dibintangi oleh aktor dan aktris yang berperan sangat baik yaitu Jaonaay Jinjett Wattanasin, Tu Tontawan Tantivejakul, Tata Chatchai Chinnasri, On Nophand Boonyai, Ohmi Ryota, film Gohan mampu menggiring penonton ke dalam berbagai emosi: lucu, haru, gemas, marah.
Film berdurasi 2 jam 20 menit ini sangat pas untuk disaksikan bersama keluarga atau teman. Bagi Moms yang membawa anak, film ini bisa sekaligus mengajarkan mereka untuk bersikap baik kepada para anjing liar yang tidak bertuan. Anjing yang dikenal sebagai hewan dengan kesetiaan luar biasa ini, memang sangat bagus untuk menjadi teman setia manusia.
Menonton film ini mengajarkan banyak pesan moral. Siapkan tisu bila kamu adalah seorang pecinta anjing, karena rasanya tak mungkin jika kamu tidak menangis saat menonton film Gohan.
Film Gohan bisa disaksikan di layar bioskop XXI mulai 14 Mei 2026 di Indonesia. Jangan lewatkan ya!