Membangun Kemandirian Finansial Mahasiswa Lewat Edukasi Teknologi yang Tepat
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, tantangan terbesar bagi generasi muda saat ini bukan lagi soal bagaimana cara mendapatkan akses informasi, melainkan bagaimana bersikap bijak dalam mengelolanya, termasuk dalam urusan finansial.
Masa kuliah merupakan fase krusial bagi mahasiswa untuk mulai belajar mandiri secara finansial, membedakan antara kebutuhan produktif dan sekadar tuntutan gaya hidup konsumtif.
Melalui program edukasi teknologi yang tepat dan terarah, langkah nyata dilakukan di lingkungan kampus untuk membekali para mahasiswa agar tidak hanya melek teknologi, tetapi juga cerdas serta bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan demi masa depan mereka.
Untuk itulah, Indodana Fintech (PT Artha Dana Teknologi), perusahaan penyedia layanan Dana Tunai yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mempertegas komitmennya dalam mendukung peningkatan inklusi dan literasi keuangan nasional. Langkah ini diwujudkan melalui program edukasi berkelanjutan bertajuk "Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi" yang berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).
Kegiatan ini diselenggarakan di Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) UPN Veteran Yogyakarta untuk membekali para mahasiswa dengan kemampuan manajemen keuangan yang bijak di tengah pesatnya perkembangan teknologi finansial saat ini.
Sesi edukasi tersebut menyoroti pentingnya memangkas celah antara tingginya tingkat literasi keuangan teoritis mahasiswa dengan realitas penggunaan layanan keuangan yang sering kali belum optimal. Dalam kesempatan yang sama, mereka juga mengajak mahasiswa untuk lebih cerdas dalam membedakan antara kebutuhan produktif dan jebakan gaya hidup konsumtif.
Muhammad Wildan Fadhillah, selaku Compliance Assistant Manager Indodana Fintech sekaligus pembicara dalam acara ini, menegaskan pentingnya literasi digital agar mahasiswa dapat memaksimalkan potensi teknologi keuangan dalam menunjang produktivitas mereka.
“Di masa perkuliahan, teknologi finansial harus dilihat sebagai alat pemberdayaan untuk mendukung kemandirian, mulai dari pengelolaan keuangan harian hingga akses modal untuk mulai berwirausaha. Namun, sebagai pengguna yang cerdas, mahasiswa wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan memastikan setiap layanan digital yang digunakan telah berizin dan diawasi oleh OJK,” ujar Wildan.
Edukasi ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memberdayakan generasi muda agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat. Melalui program Pindar Mengajar, Indodana Fintech berkomitmen untuk terus mengedukasi mahasiswa agar semakin melek finansial dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.