ads

Menelusuri Jejak Rasa Nusantara di Bulan Ramadan Bersama Chef William Wongso

Efa Trapulina - Selasa, 03 Februari 2026
Berkolaborasi dengan Aryaduta Menteng, Chef William Wongso menghadirkan konsep iftar Ramadan Nusantara Journey (Foto: Ist)
Berkolaborasi dengan Aryaduta Menteng, Chef William Wongso menghadirkan konsep iftar Ramadan Nusantara Journey (Foto: Ist)
A A A

Kuliner nusantara memang tak ada duanya ya, Moms. Kelezatan rasanya masih tertinggal di lidah meskipun kita sudah selesai mencicipinya. Tapi, kuliner Nusantara bukan sekadar soal rasa. Di dalamnya tersimpan cerita tentang perjalanan, ingatan, dan identitas. Dari dapur-dapur rumah hingga meja restoran, masakan Indonesia tumbuh bersama tradisi dan diwariskan lintas generasi. Tak heran, ketika berbicara tentang kuliner Indonesia yang autentik, satu nama kerap disebut sebagai rujukan: Chef William Wongso.

Dikenal sebagai maestro kuliner Indonesia, Chef William Wongso membangun keahliannya bukan dari pendidikan formal semata, melainkan dari pengalaman panjang: belajar langsung dari para penjaja kaki lima hingga dapur restoran dan hotel berbintang, bahkan mengunjungi langsung daerah asal setiap hidangan. Dedikasi Chef yang menguasai masakan Eropa dan Asia ini terhadap dunia kuliner telah diakui secara nasional dan internasional, mulai dari Sertifikasi Profesi BNSP hingga penunjukannya sebagai Duta Besar Kehormatan Korea Selatan.

Bagi Chef William, memahami masakan Indonesia berarti memahami proses, sejarah, dan rasa yang jujur. Pandangan itulah yang kemudian dibawanya dalam sebuah perjalanan rasa di bulan Ramadan tahun ini, dengan menghadirkan konsep “Ramadan Nusantara Journey”, sebuah sebuah perjalanan rasa yang merangkai tradisi, sejarah, dan keotentikan kuliner dari berbagai penjuru.

Program ini menjadi istimewa karena juga sarat dengan cerita personal. Bagi Chef William Wongso, lokasi penyelenggaraan Ramadan Nusantara Journey bukan tempat asing. Hotel tempat program kolaborasi ini berlangsung yakni ARYADUTA Menteng, menyimpan nostalgia panjang dalam perjalanan hidupnya.

“Di era 1970-an, bagi generasi kami saat itu, masakan Prancis adalah yang terbaik. Setiap kali saya ke Jakarta, kami selalu datang ke Le Parisien Restaurant di hotel ini,” kenang Chef William Wongso, merujuk pada restoran yang kini dikenal dengan nama Ambiente Ristorante.

Cerita nostalgia itu pula yang menjadi salah satu alasan kolaborasi iftar “Ramadan Nusantara Journey” ini terasa begitu personal. General Manager Aryaduta Menteng, Fajar Sukarno, menyebut bahwa konsep iftar tahun ini lahir dari keinginan menghadirkan sesuatu yang tidak biasa.

“Kami tidak ingin menghadirkan sesuatu yang biasa saja. Hotel ini adalah salah satu pionir hotel berbintang di Jakarta dan tahun ini genap berusia 52 tahun. Kami merasa akan sangat menarik jika berkolaborasi dengan chef Indonesia yang juga legend. Dan tanpa berpikir panjang, hanya satu nama yang terlintas: Chef William Wongso,” urainya dalam kata sambutan di acara Legends Meet Legends: Ramadan Nusantara Journey by William Wongso, Senin (2/2).

Ramadan Nusantara Journey
Jajaran manajemen dan chef Aryaduta Menteng bersama Chef William Wongso (Foto: Efa)

Masakan Sederhana Tapi Berkualitas Tinggi

Alih-alih menyajikan hidangan mewah yang rumit, Chef William Wongso justru memilih menampilkan masakan Indonesia dalam bentuk yang sederhana namun dieksekusi dengan penuh penghormatan pada rasa aslinya. “Masakan Indonesia sangat kaya, tetapi keahlian memasak masakan Indonesia yang autentik masih sangat langka. Bahkan, banyak diplomat yang kebingungan mencari koki yang mampu merepresentasikan Indonesia di luar negeri,” ungkap William Wongso. “Melalui Ramadan Nusantara Journey ini, kami tidak menyajikan sesuatu yang mewah, melainkan profil masakan Indonesia yang kualitasnya kami tingkatkan,” sambungnya.

Salah satu contoh yang paling menarik perhatian adalah rendang. Keistimewaan rendang yang dihadirkan pun bukan tanpa cerita. Beberapa tahun lalu, Chef William Wongso pernah berkolaborasi dengan chef dunia Gordon Ramsay dalam eksplorasi rendang di Sumatra Barat untuk program televisi dokumentasi kuliner Uncharted Season 2. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu momen penting yang memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia ke panggung global, sekaligus menegaskan kepiawaian Chef William dalam menerjemahkan masakan tradisional Indonesia dengan standar internasional, tanpa kehilangan jati diri rasanya.

Ramadan Nusantara Journey
Gado-gado, Singapore Rojak Nyonya, dan Selada Bangka

“Saya bukan orang Minang, dan rendang di Sumatra Barat saja punya ratusan versi —bahkan hingga 900 Nagari. Yang kami sajikan adalah versi yang umum, mudah diterima, namun tetap menghormati proses dan rasa aslinya,” jelas Chef William.

Pendekatan ini terasa dalam deretan menu yang dihadirkan di JP Bistro, tempat para tamu menikmati iftar Ramadan Nusantara Journey. Ragam hidangan pembuka khas Timur Tengah dan Asia membuka perjalanan rasa seperti Hummus, Babaganoush, Mint Tabbouleh, Mixed Vegetable Samosa, sebelum berlanjut ke sajian Nusantara dan Peranakan yang menjadi sorotan utama, seperti Gado-Gado dengan saus kacang khas, Selada Bangka Orange and Shrimps, Singapore Rojak Nyonya, Laksa Udang, hingga menu utama seperti Beef Rendang, Ayam Kecombrang, Cumi Hitam Pekalongan, Balado Terong Jepang, dan Tumis Kecipir Teri Medan.

Dapur Sebagai Ruang Belajar

Kolaborasi ini tidak hanya memberi pengalaman bagi para tamu, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi tim dapur hotel. Ram Nurani, Vice President of Operations Aryaduta Hotel Group, menyoroti proses di balik layar yang terjadi selama persiapan Ramadan. “Yang paling penting dari Chef William Wongso adalah orisinalitas resep, kesederhanaannya, dan bagaimana beliau menuangkan hati ke dalam setiap hidangan,” ujarnya. “Saya sangat bersemangat melihat para chef kami berlatih langsung bersama Chef William dan mempelajari resep-resep warisan ini,” sambungnya.

Ramadan Nusantara Journey

Menurut Ram, esensi berbuka puasa lebih dari sekadar makan bersama. “Ramadan adalah bulan untuk berbagi dan berkumpul. Iftar bukan hanya tentang makanan, tetapi tentang pengalaman—dari penglihatan, aroma, hingga rasa,” tambahnya.

Ramadan Nusantara Journey ditawarkan sepanjang bulan Ramadan dengan harga IDR 420.000 net per orang, termasuk promo Buy 4 Get 5 di JP Bistro. Nuansa Ramadan juga dihadirkan di Shima Japanese Restaurant dan Ambiente Ristorante, masing-masing dengan menu khusus yang tetap setia pada karakter rasa restorannya.

“Kami berharap iftar ini bukan hanya memorable dari sisi bisnis, tetapi juga dari pengalaman kuliner yang kami berikan,” tutup Fajar Sukarno.

Moms, waktu berbuka di bulan Ramadan menjadi momen yang paling dinanti. Perjalanan rasa nusantara bersama Chef William Wongso ini mengajak kita kembali ke akar, menikmati masakan Indonesia dengan rasa, cerita dan kehangatan.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Menelusuri Jejak Rasa Nusantara di Bulan Ramadan Bersama Chef William Wongso
img
Manifesting Nggak Cuma Soal Pikiran Tapi Juga Badan yang Fresh
img
Musikal Perahu Kertas Resmi Berlayar, Menghidupkan Lagi Mimpi di Atas Panggung
img
Smart Beauty Tips: Cara Memilih Color Makeup yang Gak Bikin Rugi dan Kulit Tetap Happy