ads

Mengapa Istilah PCOS Kini Berganti Menjadi PMOS? Simak Penjelasan Medis dan Bagaimana Dampaknya

Novita Sari - Sabtu, 27 Juni 2026
dr. Agus Heriyanto, Sp.OG, Subsp. FER, MARS, MM, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan-Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi dari Eka Hospital BSD. Foto: Ist
dr. Agus Heriyanto, Sp.OG, Subsp. FER, MARS, MM, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan-Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi dari Eka Hospital BSD. Foto: Ist
A A A

Selama puluhan tahun, kaum wanita mungkin sudah sangat akrab dengan istilah Polycystic Ovary Syndrome atau PCOS. Gangguan hormonal ini kerap menjadi momok, terutama bagi mereka yang sedang berjuang mendapatkan momongan.

Namun, sebuah langkah besar baru saja diambil oleh para pakar kesehatan dunia. Istilah PCOS kini resmi bertransformasi menjadi Metabolic Reproductive Syndrome (MRS), atau di Indonesia disepakati dengan nama PMOS (Penyakit Metabolik Ovarium Sindrom).

Perubahan nama ini bukan sekadar urusan administrasi medis, melainkan sebuah revolusi untuk memperbaiki sistem diagnosis dan penanganan pasien agar lebih akurat dan tepat sasaran.

Mengapa Istilah PCOS Harus Diganti?

Menurut dr. Agus Heriyanto, Sp.OG, Subsp. FER, MARS, MM, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan - Konsultan Fertilitas Endokrinologi Reproduksi dari Eka Hospital BSD, alasan utama dibalik perubahan ini adalah tingginya angka underdiagnosis, kondisi dimana sebuah penyakit gagal terdeteksi sejak awal.

Selama ini, kata "polycystic" (banyak kista kecil) sering kali menyesatkan, baik bagi sebagian tenaga medis maupun pasien. Banyak orang terlalu terpaku mencari keberadaan sel telur kecil yang menyerupai kista melalui pemeriksaan USG.

"Padahal, sekitar 70% pasien terlambat ditangani hanya karena mereka tidak memiliki kista saat diperiksa USG. PCOS atau PMOS sebetulnya bukanlah penyakit kista, melainkan sebuah gangguan pada sistem metabolisme dan hormon yang berdampak buruk pada organ reproduksi. Nama PMOS kini jauh lebih menggambarkan kondisi aslinya, yaitu masalah metabolik pada ovarium," jelas dr. Agus.

Pergeseran Kriteria Diagnosis: Lama vs Baru

Perubahan nama dari PCOS menjadi PMOS secara otomatis mengubah cara dokter melakukan diagnosis.

Dalam kriteria lama (Kriteria Rotterdam), seorang wanita dinyatakan positif PCOS jika memenuhi minimal 2 dari 3 tanda berikut:

  • Gangguan menstruasi (siklus haid tidak teratur, jarang, atau bahkan absen).
  • Kadar hormon androgen (hormon pria) yang tinggi, ditandai dengan gejala klinis seperti jerawat parah, rambut berlebih di wajah/tubuh (hirsutisme), atau hasil laboratorium.
  • Gambaran indung telur polikistik (banyak kantung cairan kecil) saat diperiksa melalui USG.

Apa yang berubah pada kriteria PMOS? Kini, fokus utama diagnosis beralih ke aspek metabolik dan hormonal, bukan lagi pada tampilan fisik ovarium di layar USG. Dokter akan memeriksa lebih dalam mengenai gejala:

  • Resistensi insulin
  • Obesitas, terutama penumpukan lemak di area perut
  • Gangguan kadar kolesterol
  • Masalah proses pelepasan sel telur (ovulasi)

"Artinya, meskipun hasil USG rahim Anda bersih dan tidak memperlihatkan adanya kista, Anda tetap bisa didiagnosis mengidap PMOS jika Anda memiliki gangguan haid kronis disertai masalah metabolisme tubuh," terang dr. Agus.

Dampak Positif Bagi Penanganan Pasien

Pergeseran parameter ini membawa angin segar dan harapan baru bagi para wanita yang selama ini mengeluhkan gejala PMOS namun tidak mendapatkan kejelasan diagnosis. Dengan parameter yang lebih sensitif, pasien bisa mendapatkan penanganan yang jauh lebih cepat.

Deteksi dini PMOS sangat krusial untuk mencegah berbagai komplikasi kesehatan jangka panjang yang berbahaya, antara lain:

  • Infertilitas: Gangguan pematangan sel telur yang menyebabkan kesulitan hamil.
  • Diabetes Melitus Tipe 2: Akibat gangguan resistensi insulin yang tidak tertangani.
  • Penyakit Kardiovaskular: Meningkatnya risiko penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
  • Kesehatan Mental: Munculnya gangguan kecemasan (anxiety) hingga depresi akibat ketidakseimbangan hormon.
Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Mengapa Istilah PCOS Kini Berganti Menjadi PMOS? Simak Penjelasan Medis dan Bagaimana Dampaknya
img
Survei Temukan Paparan Kental Manis pada Balita Masih Tinggi, Ini yang Patut Diperhatikan Orang Tua!
img
Tantangan Kesehatan Anak dan Remaja Belum Usai, ChildFund Libatkan Anak Muda Merancang Solusinya
img
Jangan Tunggu Haus! Ini cara Mudah Penuhi Kebutuhan Cairan Harian dengan Panduan Hidrasi 3-2-1