ads

Mengenal Floaters: Bayangan Melayang di Mata, Haruskah Kita Khawatir?

Novita Sari - Rabu, 15 April 2026
dr. Dearaini, Sp.M, Dokter Spesialis Mata di Eka Hospital Permata Hijau, Jakarta Barat. Foto: Novi
dr. Dearaini, Sp.M, Dokter Spesialis Mata di Eka Hospital Permata Hijau, Jakarta Barat. Foto: Novi
A A A

Pernahkah kamu melihat bintik-bintik hitam atau benang halus yang melayang-layang saat menatap langit cerah atau lampu terang? Begitu kamu mencoba memfokuskan pandangan, bayangan itu seolah "lari" menjauh. Fenomena ini disebut floaters, dan meski sering bikin risih, ternyata ada banyak cerita di baliknya.

Menurut dr. Dearaini, Sp.M, Dokter Spesialis Mata dari Eka Hospital Permata Hijau, Jakarta Barat, floaters sebenarnya adalah gumpalan yang berada di dalam bola mata kita.

Apa Itu Floaters Sebenarnya?

Isi bola mata kita bukanlah cairan encer seperti air putih, melainkan sebuah gel kental yang disebut vitreus. Seiring bertambahnya usia, konsistensi gel ini berubah.

"Seiring bertambahnya usia, gelnya ini bisa semakin cair. Dia tidak akan jernih lagi, tapi akan terbentuk semacam clumping atau gumpalan-gumpalan. Bentuknya macam-macam, bisa titik-titik, atau seperti benang yang melayang-layang," jelas dr. Dearaini saat Media Meet Up - Eka Hospital Permata Hijau pada Selasa, 14 April 2026 di Kramat Pela, Jakarta Selatan.

"Gumpalan inilah yang menghalangi jalan masuk cahaya ke saraf mata kita, sehingga terlihat seperti bayangan di penglihatan kita," tambah perempuan yang akrab disapa dr. Dea.

Faktor Risiko: Bukan Hanya Faktor Usia

Umumnya, floaters dialami oleh mereka yang berusia 50-60 tahun ke atas karena proses degenerasi alami. Namun, dr. Dea menekankan bahwa anak muda pun bisa mengalaminya, terutama jika memiliki mata minus tinggi (lebih dari 5).

Selain itu, floaters bisa menjadi "sinyal" dari kondisi kesehatan lain, seperti:

  • Diabetes dan Darah Tinggi: Komplikasi gula darah dapat menyebabkan perdarahan di dalam mata. Pasien biasanya mengeluh melihat bayangan merah atau titik merah terbang.
  • Trauma Mata: Benturan fisik, misalnya terkena bola saat berolahraga, bisa memicu munculnya floaters.
  • Peradangan (Uveitis): Infeksi seperti TBC atau Toksoplasma juga bisa ditandai dengan munculnya floaters.

Kapan Harus Waspada? (The Red Flags)

Secara umum, floaters sederhana tidak berbahaya dan otak kita sangat pintar untuk beradaptasi. "Lama-lama, benda melayang itu tidak akan di-notice oleh otak kita. Istilahnya, dia 'dikacangin', sehingga tidak mengganggu pandangan lagi," tambah dr. Dea.

Namun, kamu harus segera ke dokter jika menemukan tanda bahaya berikut:

  • Jumlah floaters tiba-tiba bertambah banyak secara mendadak.
  • Muncul kilatan cahaya (flashes) seperti jepretan kamera secara terus-menerus.
  • Pandangan tertutup seperti ada tirai hitam.

"Jika penglihatan terasa tertutup tirai, itu tanda bahaya adanya pelepasan retina atau ablasio retina. Ini harus segera diperiksa ke dokter, jangan ditunda," tegas dr. Dea.

Tips Menjaga Kesehatan Mata

Bagi kamu yang bekerja intens di depan layar atau memiliki mata minus, dr. Dea membagikan beberapa tips praktis:

  • Gunakan Kacamata Secara Konsisten: Jika kamu memiliki minus atau silinder, pakailah kacamata agar otot mata tidak bekerja terlalu keras (overwork) yang bisa memicu pusing dan mata kering.
  • Aktivitas Outdoor: Disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan (bukan di mall) selama 2 jam sehari. Cahaya alami dan melihat jarak jauh, membantu menjaga progresivitas minus mata.
  • Kontrol Gula Darah: Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula sangat krusial karena komplikasi pada mata (seperti katarak dini atau kerusakan makula) bisa berujung pada kebutaan jika tidak ditangani sejak awal.

Floaters seringkali hanyalah bagian dari proses penuaan mata yang normal. Namun, tetaplah peka terhadap perubahan yang terjadi. Jika kamu merasa bayangan tersebut semakin ramai atau disertai kilatan cahaya, segera konsultasikan ke dokter spesialis mata untuk memastikan saraf mata kamu tetap aman.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
IQ Anak Turun karena Kurang Zat Besi? Bukan Nakut-nakutin, Tapi Moms Wajib Tahu Ini!
img
Mengenal Floaters: Bayangan Melayang di Mata, Haruskah Kita Khawatir?
img
Dorong Remisi Diabetes dengan Gaya Hidup Sehat Melalui Beat Diabetes 2026
img
Peluang Sembuh Total bagi Pasien Kanker Ginjal Kini Semakin Terbuka