ads

Panduan Praktis Menjaga Keseimbangan Cairan Tubuh dengan Pola Hidrasi  3-2-1

Efa Trapulina - Sabtu, 14 Februari 2026
(ki-ka) Host, dr. Cut M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K,CSNC, CHt., Dokter Spesialis Gizi Klinik, dan Devi Chrisnatalia selaku Senior Brand Manager AQUVIVA dalam peluncuran kampanye panduan hidrasi 3-2-1 di Kimaya Slipi Jakarta (12/2) Foto: Efa
(ki-ka) Host, dr. Cut M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K,CSNC, CHt., Dokter Spesialis Gizi Klinik, dan Devi Chrisnatalia selaku Senior Brand Manager AQUVIVA dalam peluncuran kampanye panduan hidrasi 3-2-1 di Kimaya Slipi Jakarta (12/2) Foto: Efa
A A A

Merasa cepat lelah, kurang fokus, atau tubuh terasa tidak segar padahal aktivitas tidak terlalu berat, apakah Moms pernah alami kondisi ini? Kita sering tidak menyadarinya, padahal bisa jadi penyebabnya karena tubuh sedang kekurangan asupan cairan. 

Publikasi ilmiah dalam National Library of Medicine menunjukkan bahwa kebutuhan cairan harian orang dewasa umumnya berada di kisaran 2 hingga 2,5 liter per hari, namun dalam praktiknya masih banyak yang belum memenuhinya secara konsisten dalam keseharian.

Tantangan pemenuhan kebutuhan cairan harian juga tercermin pada kondisi masyarakat di Indonesia. Penelitian The Indonesian Regional Hydration Study (THIRST) menunjukkan bahwa 46,1% penduduk Indonesia mengalami dehidrasi ringan. Ini berarti hampir separuh masyarakat berada dalam kondisi kekurangan cairan tanpa selalu menyadarinya.

Dari angka tersebut, proporsi kejadian pada kelompok remaja (49,5%) lebih tinggi dibandingkan dibandingkan kelompok dewasa (42,5%). Bahkan, sebanyak 24,75% remaja di dataran tinggi dan 41,70% remaja di dataran rendah tercatat mengalami dehidrasi ringan, mengindikasikan bahwa persoalan hidrasi tidak semata berkaitan dengan tingkat pengetahuan, tetapi juga keteraturan pola minum dalam keseharian. Kondisi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara pemahaman dan praktik hidrasi, terutama di tengah aktivitas yang padat dan gaya hidup modern.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Cut M.Gizi, SpGK, FINEM, AIFO-K,CSNC, CHt., menjelaskan bahwa tantangan menjaga hidrasi tidak hanya berkaitan dengan jumlah cairan yang dikonsumsi, tetapi juga keteraturan pola minum dalam keseharian. Kondisi ini menjadi semakin penting selama periode puasa, ketika waktu konsumsi cairan lebih terbatas dan memerlukan perencanaan yang lebih terstruktur.

“Tubuh manusia memiliki mekanisme keseimbangan cairan yang sangat bergantung pada keteraturan asupan minum, bukan hanya jumlahnya. Ketika asupan cairan tidak merata sepanjang hari, tubuh bisa mengalami penurunan kenyamanan dan performa ringan, seperti cepat lelah atau menurunnya konsentrasi. Pada periode puasa, perencanaan hidrasi menjadi semakin penting,” imbuh dr. Cut dalam sesi diskusi di Kimaya Slipi, Jakarta (12/2) lalu. 

Untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidrasi agar tetap nyaman dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk selama menjalani ibadah puasa, AQUVIVA, merek air minum dalam kemasan (AMDK) dari WINGS Food meluncurkan kampanye 3–2–1. Konsep ini merujuk pada tiga botol air minum ukuran 700 ml yang setara dengan dua liter air untuk satu hari. Pendekatan ini dihadirkan sebagai panduan praktis dan mudah diingat agar masyarakat lebih konsisten memenuhi kebutuhan cairan harian.

Senior Brand Manager AQUVIVA, Devi Chrisnatalia, menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan membantu masyarakat membangun pola hidrasi yang lebih teratur. “Melalui kampanye 3–2–1, kami ingin menghadirkan panduan hidrasi yang sederhana, praktis, dan mudah diingat, yaitu 3 botol air minum 700 ml setara 2 liter air untuk 1 hari. Dengan pola hidrasi yang lebih teratur, kami ingin memastikan masyarakat dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh agar tetap nyaman dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk selama menjalani ibadah puasa,” jelas Devi.

Panduan hidrasi ini, menurut dr. Cut sangat membantu sebagai pengingat agar tidak mengabaikan asupan cairan.  “Panduan seperti 3–2–1 membantu membentuk kebiasaan minum yang lebih terstruktur, sehingga keseimbangan cairan tubuh dapat terjaga dengan lebih optimal,” ujar dr. Cut Hafiah.

Devi mengatakan sebagai sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan, mereka secara konsisten mendukung kebutuhan hidrasi masyarakat. “Air minum ini diproduksi menggunakan Teknologi 7 Tahap Nano Purifikasi untuk menjaga kualitas air sekaligus mempertahankan mineral yang dibutuhkan tubuh, sehingga diharapkan dapat menjadi bagian dari keseharian masyarakat dalam mendukung gaya hidup seimbang,” tutupnya.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Panduan Praktis Menjaga Keseimbangan Cairan Tubuh dengan Pola Hidrasi  3-2-1
img
Perkuat Deteksi Dini, PERKI Gelar Skrining Penyakit Jantung Bawaan Gratis untuk Siswa SD dan Santri di 27 Kota
img
Kepemimpinan Rumah Sakit di Era Transformasi Kesehatan, Apa yang Dibutuhkan Hari Ini?
img
Moms, Akhirnya Ada Akses Tes Diagnosa Akurat buat Anak-Anak Spesial Kita