ads

Soft Toys for Sumatran Tiger: Bermain Seru, Belajar Menyayangi Satwa, dan Menjaga Alam Sejak Dini

Novita Sari - Kamis, 05 November 2026
Para siswa dari SMPK Tirtamarta BPK Penabur Pondok Indah, Jakarta Selatan tampil di acara IKEA PLAY Campaign: Petualangan Dimulai Melalui Bermain dan Imajinasi, Kamis, 05 November 2026 di Jakarta Garden City. Foto: Novi
Para siswa dari SMPK Tirtamarta BPK Penabur Pondok Indah, Jakarta Selatan tampil di acara IKEA PLAY Campaign: Petualangan Dimulai Melalui Bermain dan Imajinasi, Kamis, 05 November 2026 di Jakarta Garden City. Foto: Novi
A A A

Bermain bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu luang anak. Di balik aktivitas yang menyenangkan ini, tersimpan banyak manfaat bagi tumbuh kembang, kreativitas, dan imajinasi si Kecil.

Bahkan, melalui permainan sederhana, orang tua juga bisa mengenalkan berbagai hal penting kepada anak, termasuk mengajarkan rasa sayang terhadap hewan dan kepedulian untuk menjaga lingkungan.

“Kami melakukan survei kepada anak-anak hingga usia tujuh tahun mengenai aktivitas bermain. Hasilnya, sebanyak 91 persen anak mengatakan bahwa mereka sangat senang bermain dan menganggap bermain sebagai aktivitas yang sangat penting untuk mengembangkan kreativitas. Selain itu, kami juga melakukan survei kepada para orang tua. Hasilnya, 54 persen orang tua mengaku sangat senang ketika memiliki kesempatan untuk bermain bersama anak-anak mereka,” ungkap Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia di acara PLAY Campaign: “Petualangan Dimulai Melalui Bermain dan Imajinasi”, Kamis, 05 November 2026 di Jakarta Garden City.

Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia. Foto: Novi
Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia. Foto: Novi

Menurut Ririn, hal itu menunjukkan bahwa bermain bukan hanya memberikan kebahagiaan bagi anak, tetapi juga bagi orang tua. “Karena itu, kami ingin mengajak lebih banyak keluarga untuk meluangkan waktu bermain bersama anak. Sebab, melalui bermain, orang tua dan anak bisa menikmati kebersamaan sekaligus mendukung tumbuh kembang, kreativitas, dan imajinasi anak,” kata Ririn saat membuka acara.

Berangkat dari semangat tersebut, hadir  koleksi terbaru ALPTALL yang terinspirasi dari satwa dan lanskap pegunungan Himalaya. Mereka mengembangkan koleksi ini bersama Nordens Ark, pusat konservasi satwa liar di Swedia, dengan menghadirkan berbagai karakter satwa seperti panda merah, macan tutul salju, harimau Bengal, dan anak beruang hitam Asia.

Koleksi ini tidak hanya mencakup soft toys atau boneka, tetapi juga stiker, buku aktivitas, perlengkapan menggambar, serta tekstil dengan ilustrasi satwa dan alam. Berbagai produk tersebut memberi anak pilihan untuk mengembangkan permainan melalui cerita, gambar, maupun permainan peran, sehingga satu karakter dapat menjadi awal dari banyak petualangan berbeda.

Angela Krisyanti, Business Leader IKEA Indonesia. Foto: Novi
Angela Krisyanti, Business Leader IKEA Indonesia. Foto: Novi

“Kami ingin memberi anak-anak kesempatan untuk mengembangkan ceritanya sendiri. Seekor panda merah bisa menjadi tokoh utama petualangan, sementara gambar yang mereka buat dapat menjadi tempat yang ingin dijelajahi. Anak juga bisa menggabungkan berbagai karakter dan menciptakan cerita yang berbeda setiap kali bermain. Kami berharap koleksi ini bisa menjadi teman bagi anak untuk terus mencoba ide baru dan menggunakan imajinasinya,” ujar Angela Krisyanti, Business Leader IKEA Indonesia.

Dikatakan Angela, selain menjadi karakter dalam permainan, satwa-satwa ALPTALL memiliki keunikan yang dapat mengundang rasa ingin tahu anak. “Macan tutul salju, misalnya, memiliki bulu tebal untuk menghadapi suhu dingin serta ekor panjang yang membantunya menjaga keseimbangan di medan berbatu. Orang tua dapat menggunakan ketertarikan anak terhadap karakter tersebut sebagai awal percakapan untuk mengenal satwa, habitat, dan cara mereka bertahan hidup di alam,” ucap Angela.

Di Indonesia, mereka juga bekerja sama dengan WWF-Indonesia melalui program Soft Toys for Sumatran Tiger untuk mendukung konservasi harimau Sumatera. Selama periode program hingga 31 Desember 2026, pembelian boneka ini berpartisipasi turut mendukung upaya konservasi tersebut. Melalui pesan “Luangkan Ruang, di rumah untuk bermain, di hutan untuk bertahan,” mereka menghubungkan kesempatan anak untuk bermain dengan pentingnya menjaga habitat satwa liar.

Foto: Novi
Siswa dari SMPK Tirtamarta BPK Penabur Pondok Indah, Jakarta Selatan menampilkan drama musikal tentang satwa dan kepedulian alam. Foto: Novi

Mengenal Ancaman Kepunahan Satwa

Selain memperkenalkan berbagai jenis satwa, edukasi dalam kegiatan ini juga mengangkat pentingnya konservasi hewan. Salah satu contohnya adalah harimau Sumatera yang saat ini menghadapi ancaman serius terhadap kelangsungan hidupnya.

Foto: Novi
Ki-ka: Ririn Basuki, Angela Krisyanti, Eny Wahyu Lestari, dan Lisa Anggraini. Foto: Novi

Dalam kesempatan ini hadir pula Eny Wahyu Lestari, Wildlife Specialist WWF-Indonesia yang bercerita bahwa Indonesia pernah memiliki tiga subspesies harimau, yaitu harimau Jawa, harimau Bali, dan harimau Sumatera. “Namun, harimau Jawa dan harimau Bali telah dinyatakan punah. Kini, harimau Sumatera menjadi satu-satunya subspesies harimau yang masih hidup di Indonesia,” kata Eny.

Disebutkan Eny, ancaman terhadap harimau Sumatera antara lain berasal dari kerusakan dan terpecahnya habitat akibat pembukaan lahan, perburuan liar, serta berkurangnya hewan mangsa yang menjadi sumber makanannya.

Ketika hutan tempat tinggalnya semakin menyempit dan makanan sulit ditemukan, harimau dapat mendekati permukiman warga. Kondisi inilah yang berpotensi menimbulkan konflik antara manusia dan satwa liar.

“Untuk membantu melindungi keberadaan harimau Sumatera, upaya konservasi perlu dilakukan bersama-sama, mulai dari pemerintah, masyarakat sekitar hutan, hingga berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian satwa,” papar Eny.

Foto: Novi
Siswa dari SMPK Tirtamarta BPK Penabur Pondok Indah, Jakarta Selatan menampilkan drama musikal tentang satwa dan kepedulian alam. Foto: Novi

Belajar Peduli Melalui Imajinasi dan Permainan

Mengenalkan satwa kepada anak sejak dini menjadi salah satu langkah penting untuk menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Anak-anak yang mengenal berbagai jenis hewan dan memahami peran mereka dalam ekosistem akan lebih mudah diajak untuk menghargai serta melindungi makhluk hidup lainnya.

Dalam sesi diskusi, salah satu orang tua, Lisa Anggraini berbagi pengalaman bahwa anak sebenarnya bisa mengembangkan imajinasi menggunakan benda-benda sederhana. “Boneka, misalnya, bisa berubah menjadi murid, pasien, teman bermain, bahkan tokoh utama dalam sebuah cerita yang dibuat anak sendiri,” ucap Lisa.

Melalui permainan, cerita, dan pengalaman sehari-hari, pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Sebab, anak akan lebih mudah memahami sesuatu ketika mereka terlibat langsung dalam aktivitas yang membuatnya gembira.

Pada akhirnya, bermain bersama anak bukan hanya tentang menciptakan tawa dan kebahagiaan. Lebih dari itu, setiap momen bermain bisa menjadi kesempatan untuk membangun imajinasi, menanamkan nilai kebaikan, serta membentuk generasi yang lebih peduli terhadap sesama makhluk hidup dan kelestarian Bumi.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Soft Toys for Sumatran Tiger: Bermain Seru, Belajar Menyayangi Satwa, dan Menjaga Alam Sejak Dini
img
Dua Ibu dengan Anak Down Syndrome Hadirkan Sekolah Inklusif di Kemang
img
Dari Bersih Pantai hingga Edukasi Daur Ulang, Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan dan Sebar Kebaikan
img
Tiga Tahun Berturut-turut, Pusat Fertilitas di Indonesia Pertahankan Sertifikasi Internasional RTAC