ads

Tak Panik Lagi, Yuk Pantau Kesehatan Pencernaan Anak dengan Mudah Lewat AI Poop Tracker

Efa Trapulina - Kamis, 02 April 2026
Untuk membantu ibu monitoring kesehatan pencernaan anaknya, Bebeclub telah menghadirkan Bebejourney dengan AI Poop Tracker yang dapat diakses secara gratis yang resmi diluncurkan di Jakarta, Kamis (2/4)
Untuk membantu ibu monitoring kesehatan pencernaan anaknya, Bebeclub telah menghadirkan Bebejourney dengan AI Poop Tracker yang dapat diakses secara gratis yang resmi diluncurkan di Jakarta, Kamis (2/4)
A A A

Siapa bilang urusan ‘pup’ itu cuma soal ganti popok? Buat para ibu, kondisi feses si Kecil ternyata bisa jadi “jendela” untuk mengintip kesehatan pencernaannya secara keseluruhan. Dari hal-hal yang tampak sepele seperti warna ‘pup’ yang berubah, tekstur berbeda, atau frekuensi BAB (buang air besar) yang tidak teratur, justru sering bikin ibu panik. Padahal kalau tahu caranya, memantau pup si Kecil bisa jadi rutinitas yang simpel dan sangat bermanfaat, lho, Moms.

Tapi tenang, kabar baiknya, kini ada teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bisa membantu ibu melakukan pemantauan itu langsung dari genggaman tangan.

Fungsi Penting Saluran Cerna

Banyak ibu yang belum tahu bahwa saluran cerna bukan hanya bertugas mencerna makanan. Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K), menjelaskan betapa krusialnya organ satu ini.

“Kesehatan pencernaan anak harus menjadi perhatian serius dan tidak boleh diremehkan oleh para Ibu. Para ahli kesehatan telah sepakat bahwa saluran cerna merupakan organ yang berperan paling penting dan berkembang pesat pada masa awal kehidupan untuk mendukung tumbuh kembang optimal dan kesehatan holistik si Kecil serta sebagai fondasi kecerdasan anak,” ujar dr. Frieda dalam diskusi media bertajuk “Monitoring Kesehatan pencernaan Anak dengan AI Poop Tracker” di Bunga Rampai Restaurant, Jakarta (2/4).

dr. Frieda
dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K) Foto: Efa

Artinya, kesehatan pencernaan si Kecil berdampak langsung pada nafsu makannya, kualitas tidurnya, suasana hatinya, bahkan kecerdasannya. Bukan berlebihan Moms, hal ini memang sudah dibuktikan oleh para ahli.

Prebiotik: Kunci Pencernaan yang Sehat

Lalu, apa yang bisa ibu lakukan untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil? Salah satu jawabannya ada pada nutrisi lengkap dan seimbang, termasuk asupan serat prebiotik yang cukup. “Salah satu cara untuk mengoptimalkan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan adalah dengan mengonsumsi serat prebiotik, seperti FOS, GOS, dan Inulin yang berperan sebagai makanan utama bagi ratusan triliun mikrobiota pada saluran cerna dari awal kehidupan si Kecil dan menjaga jumlah bakteri baik dalam usus tetap seimbang,” jelas dr. Frieda.

Bagi bayi baru lahir dan menyusu hingga 6 bulan, prebiotik secara alami terkandung di dalam ASI. Saat anak sudah diperkenalkan dengan MPASI, sumber prebiotik bisa didapat dari buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, hingga umbi-umbian. Untuk anak di atas satu tahun, susu pertumbuhan yang disuplementasi prebiotik juga bisa menjadi pilihan.

“Dengan asupan nutrisi yang kaya serat prebiotik, kesehatan pencernaan si Kecil dapat terjaga, sehingga mencegah timbulnya masalah gangguan pencernaan seperti konstipasi dan mendukung kebiasaan buang air besar secara teratur,” jelas dr. Frieda.  

Selain memastikan asupan nutrisi prebiotik-nya terpenuhi, dr. Frieda juga mengingatkan pentingnya memantau pup si Kecil secara rutin. “Masalah pencernaan pada anak sering kali tidak langsung terlihat, dan perubahan pola buang air besar menjadi salah satu tanda paling awal dan penting dari gangguan kesehatan pencernaan,” tambahnya.

Parameter Saluran Cerna: Bentuk, Ukuran dan Warna Pup

Lebih lanjut dr. Frieda menjelaskan secara sederhana terkait parameter saluran cerna anak yang bisa Moms amati di rumah. Pada bayi usia di bawah 12 bulan, kondisi kesehatan pencernaan dinilai dari volume, konsistensi, dan warna feses. Dari sisi volume, jika jumlah pup sangat sedikit dengan tekstur cenderung keras, hal ini dapat mengarah pada gejala konstipasi. Sebaliknya, volume yang mengisi 25% hingga 50% kapasitas popok umumnya dianggap normal. Namun, orang tua perlu waspada jika pup mengisi lebih dari 50% popok, terutama jika konsistensinya sangat cair, karena ini merupakan indikasi diare.

Dari segi tekstur, pup yang menyerupai cairan menunjukkan potensi diare, sedangkan tekstur lunak hingga sedikit berbentuk dikategorikan normal. Terkait warna, kuning atau oranye adalah warna ideal bagi bayi yang mengonsumsi ASI maupun susu formula, sementara warna hijau atau cokelat masih dapat dipengaruhi oleh asupan MPASI si Kecil. Namun, warna pucat keabu-abuan perlu diwaspadai karena bisa menandakan gangguan penyumbatan pada kandung empedu (Atresia Bilier) dan dianjurkan untuk segera konsultasi dengan Tenaga kesehatan.

dr. Frieda juga menjelaskan bahwa pup warna hitam atau merah dapat menjadi tanda adanya perdarahan dalam saluran cerna. Namun, hal ini juga dapat terjadi apabila si kecil mengonsumsi bahan makanan berwarna merah atau gelap, sehingga hal ini memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Memasuki usia di atas satu tahun, penilaian kualitas feses lebih mengacu pada bentuk dan konsistensi menggunakan standar Bristol Stool Chart. Bentuk yang ideal adalah menyerupai sosis atau pisang permukaan halus serta lunak (Tipe 3–4), yang menandakan sistem pencernaan berfungsi dengan baik. Jika pup berbentuk bulat-bulat kecil yang keras (Tipe 1–2), anak berpotensi mengalami konstipasi. Sebaliknya, bentuk yang sangat lembek hingga cair tanpa ampas (Tipe 6–7) mengarah pada kondisi diare.

Frekuensi buang air besar pada anak di atas usia satu tahun umumnya satu kali sehari, namun masih dianggap normal jika satu hingga dua hari sekali selama tidak disertai keluhan. Warna pup tetap menjadi indikator penting, di mana cokelat, kuning, atau hijau masih tergolong normal, sedangkan warna pucat, hitam, atau terdapat darah perlu diwaspadai dan sebaiknya segera dikonsultasikan ke tenaga medis.

Inovasi AI untuk Pantau Pup si Kecil

Memahami kebutuhan para ibu modern yang makin akrab dengan teknologi, kini hadir AI Poop Tracker dari Bebeclub, yang merupakan tools berbasis AI pertama di Indonesia yang bisa membantu ibu memantau kesehatan pencernaan si Kecil hanya dengan foto feses melalui ponsel.

dr. Ray
Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia

Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, menjelaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar aplikasi biasa. “Tim Nutricia di Eropa dan Asia sudah mengembangkan tools berbasis teknologi AI pertama di Indonesia yaitu ‘AI Poop Tracker’ dengan fitur canggih untuk membantu para orang tua mendeteksi dan memonitor kesehatan pencernaan anak secara mudah di mana saja dan kapan saja, hanya dengan foto feses melalui handphone dan telah teruji memiliki akurasi lebih dari 95%,” paparnya.

Lebih lanjut, dr. Ray menjelaskan bahwa hasil riset di balik tools ini sudah dipresentasikan di forum ilmiah internasional bergengsi seperti ESPGHAN (The European Society for Paediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition), serta dipublikasikan di jurnal The Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition (JPGN) dan Acta Paediatrica. Riset tersebut juga telah divalidasi oleh dokter anak konsultan gastroenterologi di Indonesia.

Cara Pakainya Gampang Banget

Rakhmania Pithaloka, Marketing Manager Consumer Value Journey & CRM Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia, menjelaskan cara kerja AI Poop Tracker yang intuitif dan ramah pengguna. “AI Poop Tracker dapat menjadi partner bagi ibu untuk memonitor masalah pencernaan si Kecil dengan cepat dan akurat. Ibu dapat mengunggah foto feses anak dan AI akan menganalisis warna, tekstur, serta frekuensi buang air besar si Kecil. AI Poop Tracker berbasis AI dengan 95% akurasi, dan sudah tervalidasi expert, sehingga ibu bisa lebih tenang dan segera berkonsultasi dengan dokter jika diperlukan,” kata Rakhmania.

danone
Rakhmania Pithaloka (Foto: Efa)

Tak hanya itu, setiap kali menggunakan fitur ini, Moms juga akan mendapatkan materi edukasi kesehatan pencernaan yang bermanfaat. Jadi sambil pantau, sambil belajar! AI Poop Tracker ini bisa diakses secara gratis di bebeclub-BebeJourney.

“Kami percaya bahwa anak-anak dapat mencapai potensi optimalnya jika memiliki sistem pencernaan yang sehat. Maka dari itu, memahami bahwa orang tua masa kini semakin mengandalkan teknologi untuk mendukung parenting journey mereka,” imbuh Rakhmania.

AI Poop Tracker
AI Poop Tracker

Winona Willy, ibu dari dua anak dan pengguna AI Poop Tracker, mengaku tools ini benar-benar membantu kesehariannya. “Dengan adanya AI Poop Tracker, memantau kesehatan pencernaan si Kecil kini menjadi lebih mudah, lebih akurat sehingga bisa membantu saya dalam membangun kebiasaan proaktif untuk jaga kesehatan saluran cerna si Kecil dan dapat informasi yang tepat untuk membantu saya memenuhi nutrisi yang tepat bagi tumbuh kembang optimal si Kecil,” ungkap Winona yang merupakan adik dari artis Nikita Willy.

Rakhmania menutup dengan pesan yang relevan bagi semua orang tua: “Kami berharap dapat membantu orang tua menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan pencernaan anak setiap hari, tidak hanya saat masalah muncul, serta mendukung tercapainya Good Poop sebagai tanda Good Growth si Kecil,” tutupnya.

Jadi, mulai sekarang, jangan anggap remeh urusan pup si Kecil ya, Moms. Karena dari sana, kita bisa tahu banyak tentang kesehatan saluran cernanya.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Tak Panik Lagi, Yuk Pantau Kesehatan Pencernaan Anak dengan Mudah Lewat AI Poop Tracker
img
Waspada! Ini Penyakit-Penyakit yang Sering Muncul Setelah Lebaran
img
Irama Jantung Tak Beraturan: Kenali Bedanya yang Normal dan yang Berbahaya
img
Mata Bintitan: Kapan Bisa Sembuh Sendiri dan Kapan Harus ke Dokter?