Teknologi AI Memungkinkan Manusia Bisa Berbicara dengan Hewan

Novita Sari - Kamis, 04 September 2025
Foto: Ist
Foto: Ist
A A A

Pernahkah kamu membayangkan, kalau kamu bisa berbicara dengan hewan peliharaan-mu di rumah? Dan hewan tersebut mengerti akan apa yang kamu katakan. Hmmm… nampaknya itu bisa jadi kenyataan, Kids!

Ya, ilmuwan asal Amerika Serikat, Dr. Karen Bakker, Profesor di University of British Columbia dan seorang rekannya di Harvard Radcliffe Institute for Advanced Study, meneliti tentang penggunaan bioakustik dan kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) untuk berkomunikasi dengan hewan.

Profesor Karen Bakker - penulis buku berjudul The Sounds of Life: Bagaimana Teknologi Digital Membawa Kita Lebih Dekat ke Dunia Hewan dan Tumbuhan - mengatakan kepada majalah Scientific American bahwa AI telah membantu manusia berkomunikasi dengan kelelawar dan lebah madu.

Dikatakan Prof. Bakker, algoritma AI membantu memecahkan kode rekaman hewan yang berbicara satu sama lain. Diungkapkan Prof. Bakker, mencoba berkomunikasi dalam bahasa mereka, lebih baik daripada upaya kami sebelumnya yaitu mengajari makhluk seperti kera dapat menggunakan bahasa isyarat manusia.

Prof. Bakker pun menjelaskan bagaimana rekannya, peneliti Yossi Yovel menggunakan rekaman dan AI untuk memahami kelelawar.

“Kelelawar berdebat tentang makanan; mereka benar-benar membedakan jenis kelamin ketika mereka berkomunikasi satu sama lain,” terang Prof. Bakker. “Induk kelelawar berbicara kepada bayinya dalam bahasa yang setara dengan 'bahasa ibu',” terang Prof. Bakker lagi.

AI memungkinkan hal tersebut karena komputer dapat dilatih untuk mendengarkan seperti kelelawar.

Adapun pada lebah madu, komputer menggabungkan pendengaran dengan penglihatan gerakan tubuh lebah untuk memahami apa yang mereka komunikasikan.

Peneliti Tim Landgraf bahkan sampai menciptakan robot lebah madu agar bisa memasuki sarang dan berkomunikasi dengan lebah lain.

“Ketika lebah madu 'berbicara' satu sama lain, kita rekam gerakan tubuh mereka serta suaranya,” kata Prof. Bakker. “Komputer dapat mengikuti ini karena kita dapat menggunakan penglihatan komputer, dikombinasikan dengan pemrosesan bahasa alami. Para peneliti sekarang tahu bagaimana lebah mengatakan hal-hal seperti ‘diam’ atau ‘berhenti’,” pungkas Prof. Bakker.

Latest Update
Explore more fun