Tips Cerdas Proteksi Finansial Keluarga di Tengah Kebutuhan Ekonomi yang Terus Bergerak
Di tengah harga kebutuhan yang terasa makin cepat naik, banyak Moms mulai bertanya-tanya: “Apakah perencanaan keuangan keluarga kami sudah cukup aman?” Ya, bukan cuma soal cukup untuk hari ini, tapi juga sanggup melindungi keluarga saat risiko datang —apakah itu terkait kesehatan, pendidikan anak, atau masa pensiun kelak.
Kondisi ini bukan hanya dirasakan segelintir orang. Berbagai survei menunjukkan bahwa keamanan finansial kini menjadi salah satu kekhawatiran utama keluarga Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya tekanan biaya hidup.
Di balik kekhawatiran tersebut, Moms, ada kabar yang cukup menenangkan. Outlook perekonomian di tahun 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 5,2%, dengan suku bunga acuan berada di kisaran 4% dan inflasi terjaga di level 2,5%
Kondisi ekonomi memang menunjukkan sinyal yang lebih stabil. Namun, stabil bukan berarti tanpa tantangan. Justru di fase seperti inilah, keputusan finansial yang tepat bisa membuat keluarga melangkah lebih tenang.
Berikut beberapa tips proteksi finansial yang relevan untuk keluarga Indonesia saat ini, khususnya bagi para ibu yang memegang peran penting dalam mengelola keuangan masa depan keluarga, di
1. Sadari Bahwa Kebutuhan Finansial Berubah di Setiap Fase Hidup
Saat baru menikah, fokus mungkin pada membangun rumah tangga. Ketika anak lahir, prioritas bergeser ke pendidikan dan kesehatan. Lalu, mendekati usia matang, muncul kebutuhan dana pensiun dan perlindungan jangka panjang.
Inilah alasan mengapa perencanaan keuangan tidak bisa bersifat satu arah. Seperti disampaikan oleh Rebecca Tan, President Director & CEO Generali Indonesia. Ia mengatakan bahwa kebutuhan finansial keluarga akan terus berkembang seiring perjalanan hidup.
“Setiap rencana serta tujuan hidup layak diperjuangkan, dan fondasinya adalah keamanan finansial yang kuat,” ujar Rebecca dalam acara diskusi Market Outlook and Product Launch di Jakarta (30/1).
Artinya, solusi keuangan yang dipilih sebaiknya mampu mengikuti perubahan tersebut, bukan justru membatasi.
2. Jangan Mengandalkan Tabungan Saja untuk Menghadapi Risiko
Menabung itu penting, tapi tabungan saja sering kali tidak cukup ketika risiko besar datang tiba-tiba. Biaya kesehatan, misalnya, bisa menggerus dana yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun hanya dalam waktu singkat.
Rebecca juga menyoroti bahwa investasi tanpa proteksi tetap memiliki risiko, apalagi di tengah meningkatnya usia harapan hidup. “Meskipun kondisi ekonomi membaik dan inflasi relatif stabil, investasi tanpa proteksi tetap memiliki risiko. Di sinilah kami melihat adanya pain point di pasar: produk yang belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di setiap tahap kehidupan, nilai investasi yang tergerus karena tercampur dengan proteksi, serta kebutuhan perlindungan jangka panjang seiring meningkatnya usia harapan hidup,” katanya.
Itu mengapa, proteksi finansial yang tepat sangat penting untuk membantu menjaga agar rencana keluarga tetap berjalan, bahkan saat kondisi tak terduga muncul.
3. Manfaatkan Momentum Ekonomi untuk Mulai Berinvestasi Lebih Terencana
Dari sisi ekonomi, tahun 2026 justru dinilai sebagai momentum yang cukup baik. Aswin Adhinugrahanto, Head of Institutional Sales Batavia Prosperindo Asset Management, menjelaskan bahwa prospek ekonomi Indonesia masih solid.
“Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,0–5,2%, dengan inflasi tetap terkendali di bawah 3%. Ini menjadi dasar keyakinan bahwa 2026 adalah waktu yang tepat untuk mulai berinvestasi,” jelas Aswin.
Namun, Aswin juga mengingatkan bahwa investasi sebaiknya tidak berdiri sendiri. “Sebagai orang tua dengan tiga anak, bagi saya yang terpenting adalah dana tersedia saat dibutuhkan, tanpa membuat keluarga stres,” katanya. Artinya, pertumbuhan dana perlu berjalan beriringan dengan perlindungan.
Dengan kondisi tersebut, menggabungkan investasi dan proteksi bisa menjadi strategi yang lebih seimbang. Jadi, tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga menjaga keamanan keluarga.
4. Pilih Proteksi Finansial yang Tidak Menggerus Nilai Investasi
Salah satu tantangan dalam memilih produk keuangan adalah ketika nilai investasi dan perlindungan saling “mengganggu”. Dana tumbuh, tapi terpotong biaya proteksi; atau sebaliknya, proteksi aktif tapi nilai dana tidak optimal. Karena itu, Moms perlu mencermati solusi yang memisahkan fungsi proteksi dan investasi, agar keduanya bisa berjalan seimbang.
Menjawab kebutuhan tersebut dan mempertegas komitmen empowering lives and dreams, Generali Indonesia menghadirkan solusi GEN Prime Link, produk asuransi jiwa unit link atau PAYDI yang dirancang agar investasi dan perlindungan bisa berjalan beriringan.
Chief Product Management & Marketing Officer Generali Indonesia, Jong Wie Siu, menjelaskan bahwa produk ini memberikan perlindungan jiwa hingga usia 99 tahun dengan masa pembayaran premi yang relatif singkat, sementara dana investasi dialokasikan 100 persen tanpa potongan biaya asuransi serta tanpa memengaruhi nilai perlindungan. “Produk ini kami rancang sebagai solusi proteksi finansial serbabisa. Perlindungan jiwa tetap aktif tanpa terpengaruh nilai investasi, sehingga dana bisa digunakan untuk berbagai tujuan mulai dari pendidikan anak, persiapan pensiun, hingga rencana jangka panjang lainnya,” katanya.
5. Pastikan Proteksi Menjangkau Kebutuhan Kesehatan Keluarga
Bagi keluarga dengan anak, kebutuhan kesehatan sering kali menjadi perhatian utama. Karena itu, proteksi finansial idealnya bisa dilengkapi dengan manfaat tambahan, seperti perlindungan kesehatan dan penyakit kritis.
Jutany Japit, Director and Chief Agency Officer menjelaskan bahwa GEN Prime Link dapat dilengkapi dengan manfaat rawat inap, rawat jalan, perlindungan penyakit kritis, hingga pilihan investasi yang disesuaikan dengan profil risiko —mulai dari cash fund, fixed income, hingga equity fund.
Ia juga menyarankan untuk memilih proteksi finansial yang mudah diakses bagi nasabah. “Dengan didukung oleh konsultan finansial di 26 kota dan sistem digital, memungkinkan proses pengajuan hingga pembayaran premi dilakukan secara online,” ujar Jutany.
Di tengah ekonomi yang terus bergerak, proteksi finansial bukan lagi soal berjaga-jaga, melainkan bagian dari strategi hidup keluarga. Dengan perencanaan yang tepat, Moms bisa memastikan bahwa pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga masa depan tetap berada di jalur yang aman.
“Di tengah peluang pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya kebutuhan proteksi, kami ingin menjadi Lifetime Partner yang selalu siap mendampingi masyarakat dengan menghadirkan produk yang memberikan kepastian proteksi, peluang investasi, dan ketenangan hati. Karena masa depan yang kuat berawal dari keputusan finansial yang tepat hari ini!” tutup Rebecca.