ads

30 Tahun Neuroscience, Menembus Batas untuk Hadirkan Layanan Saraf yang Semakin Presisi

Novita Sari - Sabtu, 19 September 2026
Ki-ka: Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N, Subs. NNNK (K), FIPP, CIPS; Dr. Grace Frelita, MM, Chief Medical Officer Siloam International Hospitals; dan Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS. Foto: Novi
Ki-ka: Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N, Subs. NNNK (K), FIPP, CIPS; Dr. Grace Frelita, MM, Chief Medical Officer Siloam International Hospitals; dan Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS. Foto: Novi
A A A

Otak adalah pusat dari begitu banyak hal dalam kehidupan manusia. Dari kemampuan berpikir, bergerak, mengingat, hingga merasakan berbagai emosi, semuanya berkaitan erat dengan kerja sistem saraf. Karena itu, ketika terjadi gangguan pada otak dan saraf, penanganannya membutuhkan ketelitian, keahlian, serta teknologi yang terus berkembang.

Selama 30 tahun, Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang terus memperkuat layanan neuroscience di Indonesia. Perjalanan yang dimulai sejak hadirnya Neuroscience Centre pada 1996 ini berkembang melalui penguatan keahlian klinis, kolaborasi lintas disiplin, pendidikan, penelitian, hingga pemanfaatan teknologi medis untuk menghadirkan penanganan yang semakin presisi bagi pasien.

“Memasuki era baru neuroscience, kemajuan teknologi tidak lagi berjalan sendiri. Dokter, teknologi, dan berbagai bidang keilmuan kini saling bersinergi untuk satu tujuan: menghadirkan layanan saraf yang semakin tepat, terintegrasi, dan berpusat pada kebutuhan pasien,” ujar Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals saat membuka The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026: “Beyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscience” Sabtu pagi, 19 September 2026 di Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City Hotel Ballroom lantai 3.

Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals. Foto: Ist
Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals. Foto: Ist

Sepanjang perjalanannya, lebih dari 20.000 kasus neuroscience kompleks telah ditangani dengan dukungan 16 dokter spesialis saraf dan 10 dokter spesialis bedah saraf. Layanannya mencakup neurointervensi, rehabilitasi saraf, neuro-onkologi, neurorestorasi, Memory & Aging Clinic, Pain Management, Deep Brain Stimulation (DBS), hingga awake brain surgery.

Ketika Teknologi Membantu Dokter Bekerja Lebih Presisi

Perkembangan teknologi membuat penanganan berbagai penyakit saraf memasuki babak baru. Advanced imaging, neuromodulasi, artificial intelligence (AI), precision medicine, hingga teknologi bedah kini semakin banyak digunakan untuk membantu proses diagnosis dan tata laksana.

Namun, teknologi bukan pengganti dokter. Justru, teknologi hadir sebagai alat yang membantu dokter melihat dan melakukan sesuatu dengan tingkat ketelitian yang sebelumnya sulit dicapai.

Dalam sesi konferensi pers, Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS, menjelaskan bahwa dalam bedah saraf, tujuan utama penggunaan teknologi adalah meningkatkan presisi sekaligus meminimalkan kerusakan jaringan.

Perkembangan tersebut juga terlihat dari teknik operasi yang semakin minim invasif. Jika dahulu operasi tertentu membutuhkan sayatan besar, kini sejumlah prosedur dapat dilakukan melalui bukaan yang jauh lebih kecil dengan bantuan teknologi seperti endoskopi dan sistem navigasi.

Dengan demikian, teknologi tidak hanya berbicara mengenai alat yang semakin canggih, tetapi bagaimana alat tersebut digunakan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi untuk memberikan manfaat nyata bagi pasien.

Neuroscience Tak Lagi Berjalan Sendiri

Salah satu perubahan penting dalam dunia neuroscience adalah semakin kuatnya kolaborasi lintas disiplin.

Penanganan masalah pada otak dan sistem saraf tidak selalu dapat diselesaikan oleh satu dokter atau satu bidang ilmu. Dalam kasus tertentu, neurolog, dokter bedah saraf, radiolog, neuropatolog, endokrinolog, dokter mata, dokter THT, hingga tim rehabilitasi dapat terlibat dalam satu rangkaian penanganan.

Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N, Subs. NNK (K), FIPP, CIPS, Chairman The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026, menjelaskan bahwa semangat “Beyond Boundaries” menggambarkan upaya melampaui batas-batas disiplin ilmu, teknologi, dan perspektif untuk menghasilkan layanan neuroscience yang semakin terintegrasi.

Contohnya dapat terlihat pada penanganan tumor di dasar tengkorak yang melibatkan kelenjar pituitari. Kasus seperti ini dapat membutuhkan kolaborasi berbagai keahlian agar kondisi pasien dapat dipantau secara menyeluruh, baik sebelum maupun setelah operasi.

Artinya, keberhasilan terapi bukan semata-mata hasil kerja satu orang. Dibutuhkan sebuah tim yang solid, mulai dari diagnosis, tindakan medis, perawatan hingga pemulihan.

Dari Rumah Sakit hingga Pasien

Semangat kolaborasi tersebut menjadi salah satu gagasan utama dalam The 2nd Neuroscience Summit 2026 yang mengusung tema “Beyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscience”.

Forum ini menghadirkan lebih dari 55 pembicara nasional dan internasional untuk mempertemukan praktisi, akademisi, dan tenaga kesehatan dari berbagai bidang. Forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan 30 tahun Neuroscience Centre.

Menurut Dr. Grace Frelita, MM, Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, perjalanan tiga dekade tersebut bukan hanya mengenai pembangunan keahlian klinis dan teknologi, tetapi juga pengembangan ekosistem neuroscience melalui pendidikan, penelitian, serta kolaborasi.

Gagasan penting lainnya adalah memastikan agar kemajuan neuroscience tidak berhenti di ruang operasi, laboratorium, atau rumah sakit rujukan.

Pengetahuan dan teknologi yang berkembang perlu diteruskan kepada semakin banyak tenaga kesehatan di berbagai daerah. Dengan begitu, manfaat kemajuan ilmu tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh pasien.

Dalam diskusi summit, para narasumber juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia. Rumah sakit rujukan tidak hanya membutuhkan dokter dengan subspesialisasi lengkap, tetapi juga perlu berperan dalam pendidikan dan berbagi pengetahuan dengan dokter di berbagai wilayah Indonesia.

Foto: Ist
The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026: “Beyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscience” Sabtu, 19 September 2026 di Sheraton Grand Jakarta, Gandaria City Hotel Ballroom lantai 3. Foto: Ist

Tantangan Stroke dan Penyakit Saraf

Penguatan layanan neuroscience juga menjadi penting karena kebutuhan terhadap layanan saraf terus berkembang. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stroke menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan sekitar 337.000 kematian tercatat setiap tahun.

Dalam penanganan stroke, kecepatan diagnosis, koordinasi multidisiplin, serta penerapan protokol klinis menjadi bagian penting dalam proses pelayanan.

Rumah Sakit ini juga telah mengembangkan stroke pathway terintegrasi dan memperoleh Clinical Care Program Certification (CCPC) dari Joint Commission International (JCI) untuk Acute Ischemic Stroke, sebagai rumah sakit pertama di Indonesia yang meraih sertifikasi tersebut.

Namun, neuroscience sendiri jauh lebih luas daripada stroke. Berbagai gangguan neurodegeneratif, tumor otak, gangguan memori, nyeri, hingga kondisi neurologis kompleks lainnya membutuhkan pendekatan yang berbeda dan dapat melibatkan berbagai bidang keahlian.

Memasuki Dekade Keempat

Setelah 30 tahun perjalanan, pengembangan layanan neuroscience memasuki babak berikutnya. Fokusnya bukan hanya pada penambahan teknologi, tetapi bagaimana teknologi, dokter, penelitian, pendidikan, dan kolaborasi dapat membentuk sistem pelayanan yang semakin terintegrasi.

RS ini menyatakan akan terus mengembangkan layanan neurologi dan bedah saraf untuk menjawab kebutuhan pasien yang semakin kompleks.

Pada akhirnya, kemajuan neuroscience bukan hanya tentang seberapa canggih sebuah alat atau seberapa kompleks sebuah prosedur. Ukuran terpentingnya adalah manfaat yang benar-benar dirasakan pasien.

Ketika ilmu pengetahuan berkembang, teknologi semakin presisi, dan para tenaga kesehatan bekerja sebagai satu tim, harapannya bukan sekadar menghadirkan terobosan baru, tetapi membuka lebih banyak kesempatan bagi pasien untuk mendapatkan penanganan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
30 Tahun Neuroscience, Menembus Batas untuk Hadirkan Layanan Saraf yang Semakin Presisi
img
BKGN 2026 Dorong Pemahaman Baru: Menjaga Keseimbangan Microbiome Mulut untuk Perlindungan Ekstra
img
First Aid Conference 2026 Perkenalkan Inovasi Spray Plaster untuk Perlindungan Luka yang Praktis
img
Terlihat Sehat Belum Tentu Bebas Risiko, Cara Kenali Sejak Dini Bahaya Hipertensi, Gangguan Irama Jantung, dan Stroke