Atasi Kelainan Bentuk Kaki O dan Kaki X Pada Anak dengan Guided Growth Surgery
Kelainan bentuk kaki pada anak, seperti kaki O dan kaki X, merupakan kondisi bawaan atau fase tumbuh kembang normal yang dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika kondisi ini menetap atau tidak membaik seiring dengan pertumbuhan anak, maka diperlukan penanganan medis untuk mengatasinya. Perlu Moms perhatikan, mengenali dan mewaspadai kondisi ini merupakan langkah awal yang penting.
dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A. (K), Dokter Spesialis Ortopedi Subspesialis Ortopedi Anak, dari RS Pondok Indah – Puri Indah menjelaskan apa perbedaan kaki O dan kaki X. Kaki berbentuk O atau bow legs adalah suatu kelainan bentuk tungkai, di mana lutut membengkok menjauh satu sama lain, seolah membentuk huruf O. Secara medis, kelainan ini disebut sebagai ‘genu varum’. Kondisi ini cenderung normal terjadi pada bayi atau balita dan dapat tumbuh lurus seiring dengan pertumbuhan. Namun kondisi kaki O yang menetap setelah usia 2 tahun kemungkinan merupakan kelainan yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Anak dengan kaki O juga dapat menunjukkan gait atau pola berjalan yang terlihat tidak normal.
“Pada anak yang berusia di bawah 2 tahun, kondisi kaki O ini biasanya tidak menimbulkan nyeri. Namun, saat memasuki usia remaja, penderitanya dapat mengeluhkan rasa tidak nyaman hingga nyeri di panggul, lutut, dengan atau tanpa nyeri pada pergelangan kaki. Keluhan ini terjadi akibat peningkatan beban pada beberapa sendi tertentu,” ujarnya.
Sementara kaki berbentuk X atau knock knees atau genu valgum adalah kelainan bentuk tungkai yang ditandai dengan kedua lutut saling atau hampir bersentuhan sedangkan pergelangan kaki mengarah ke luar dengan arah yang saling berlawanan. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak berusia 3-4 tahun dan akan berangsur membaik dengan sendirinya setelah usia 6-7 tahun.
Adapun beberapa hal yang dapat memengaruhi kondisi kaki anak berbentuk O atau X antara lain; defisiensi vitamin D, berat badan berlebih, kelainan bawaan, riwayat trauma, riwayat infeksi, tumor pada tulang, kelainan saraf, dan gangguan autoimun.
Lebih lanjut dokter Aulia menjelaskan jika kondisi kaki O maupun kaki X tidak kunjung membaik seiring bertambahnya usia anak, maka orang tua patut mewaspadai tanda lainnya, seperti: bentuk kaki tidak simetris, tinggi badan anak pendek, lengkungan tungkai cukup parah, perubahan tungkai terjadi sangat cepat, dan adanya kelainan tulang lainnya.
Untuk menegakkan diagnosis kelainan tungkai anak, dokter spesialis orthopedi subspesialis ortopedi anak akan menanyakan keluhan penyerta, riwayat kesehatan, maupun riwayat kesehatan keluarga. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat bentuk kaki, baik dengan berdiri maupun berjalan. Pemeriksaan penunjang juga dapat dilakukan, seperti pemeriksaan radiologi dengan scanogram pada kaki yang mengalami kelainan bentuk, maupun dengan tes laboratorium untuk mengetahui penyebab kelainan tungkai.
Kebanyakan anak dengan kaki O atau kaki X yang sesuai umur kemungkinan tidak memerlukan penanganan khusus, karena kondisi ini akan membaik dengan sendirinya. Namun, ketika kaki berbentuk O atau X yang di luar umur fisiologis dan mempengaruhi proses tumbuh kembang anak, kelainan yang semakin berat secara cepat, atau hanya terjadi pada salah 1 sisi hingga mengganggu aktivitas anak, maka diperlukan penanganan yang tepat. Penanganan kelainan bentuk kaki beragam, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan.
Menurut dokter Aulia penanganan yang dapat dianjurkan untuk pasien dengan kelainan tungkai O atau X adalah terapi pengobatan dan suplemen pada kasus defisiensi vitamin D. Penggunaan alat bantu berupa braces, terutama untuk kasus Blount disease. Dan, tindakan pembedahan untuk memperbaiki bentuk tulang kaki. Tindakan dapat dilakukan dengan teknik guided growth ataupun correctional osteotomy surgery. Penerapan pola hidup sehat juga penting untuk dilakukan agar dapat menjaga berat badan ideal, sehingga kelainan bentuk kaki tidak semakin parah
“Guided Growth Surgery dapat menjadi solusi efektif dalam mengatasi kondisi kelainan tungkai anak. Guided Growth Surgery akan memperbaiki tulang tungkai anak sesuai bentuk anatomi tanpa mengganggu pertumbuhan tulangnya. Tindakan ini lebih aman bagi pasien anak karena menggunakan metode yang bersifat minimal invasive. Pembedahan dilakukan dengan memasukkan implan khusus pada lempeng pertumbuhan untuk menyiasati arah pertumbuhan tulang tungkai. Implan akan dipasang selama beberapa waktu hingga bentuk tungkai berubah menjadi seperti yang diharapkan, barulah tindakan bedah untuk pelepasan implan dilakukan kembali,” jelasnya.
Sebelum melakukan tindakan, dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memastikan pasien berada dalam kondisi yang baik, sehingga tindakan berjalan lancar dan masa pemulihan berlangsung optimal.