ads

Gangguan Mental pada Anak: Kenali Tanda dan Jenisnya Sejak Dini

Efa Trapulina - Rabu, 28 Januari 2026
Masalah kesehatan mental pada anak sering terlewat karena gejalanya tidak selalu terlihat, untuk itu penting bagi orang tua untuk memahami tanda dan perubahan perilaku anak (Foto ilustrasi: Freepik)
Masalah kesehatan mental pada anak sering terlewat karena gejalanya tidak selalu terlihat, untuk itu penting bagi orang tua untuk memahami tanda dan perubahan perilaku anak (Foto ilustrasi: Freepik)
A A A

Bagi orang tua, menjaga kesehatan anak tidak hanya soal fisik, tapi juga mental. Sayangnya, masalah kesehatan mental pada anak sering terlewat karena gejalanya tidak selalu terlihat. Padahal, perubahan perilaku kecil bisa menjadi tanda awal yang penting untuk dikenali.

​Psikolog Klinis Anak & Remaja RS Premier Bintaro, Monica Sulistiawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa gangguan mental pada anak bisa muncul dalam berbagai bentuk. “Masalah kesehatan mental pada anak kerap terabaikan karena terkadang sulit mendeteksinya, berbeda dengan kesehatan fisik yang umumnya gejalanya terlihat,” ujar Monica.

Ia menguraikan beberapa masalah kesehatan mental yang umum menyerang anak dan gejalanya: 

1. Gangguan Kecemasan

Salah satu gangguan mental yang umum dialami anak adalah gangguan kecemasan, yaitu rasa takut, cemas, dan khawatir yang terjadi secara berlebihan serta sulit dikendalikan. Gangguan kecemasan terdiri dari beberapa jenis dengan tanda yang berbeda-beda.

Pada General Anxiety Disorder (GAD), anak cenderung merasa cemas terhadap berbagai hal yang sebenarnya wajar, seperti penampilan atau nilai akademik.

“Anak dengan GAD sering menunjukkan kecenderungan perfeksionis karena dorongan kecemasan yang terus-menerus,” jelas Monica.

Sementara itu, Panic Disorder ditandai dengan kepanikan luar biasa saat anak menghadapi situasi tertentu, seperti tampil di depan umum. Ada pula Separation Anxiety Disorder (SAD), yaitu kecemasan berlebihan saat anak harus berpisah dengan orang terdekatnya.

Jenis lain dari gangguan kecemasan adalah Social Anxiety Disorder, yang membuat anak merasa sangat cemas saat harus berinteraksi dengan orang di luar lingkaran terdekat, sehingga dapat menyulitkan anak dalam membangun pertemanan.

Pada kondisi Selective Mutism, anak dapat tiba-tiba menjadi sangat diam, menundukkan kepala, minim aktivitas, dan menjauh dari lingkungan sekitar saat berada dalam situasi tertentu yang membuatnya tidak nyaman, meskipun tetap aktif di lingkungan yang dianggap aman, seperti di rumah.

Gangguan kecemasan juga dapat muncul dalam bentuk Fobia, yaitu rasa takut berlebihan terhadap pemicu tertentu, seperti ketinggian, hewan, atau makanan tertentu. Selain itu, terdapat pula Obsessive Compulsive Disorder (OCD), ketika anak memiliki obsesi berlebihan terhadap suatu hal dan merasa sangat tidak nyaman jika hal tersebut tidak terpenuhi.

“Misalnya, anak dengan OCD terhadap kerapian bisa merasa sangat terganggu ketika melihat mainan yang tidak tersusun rapi,” kata Monica.

Anak juga dapat mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), yaitu rasa takut atau cemas berlebihan saat menghadapi situasi yang berkaitan dengan pengalaman traumatis yang pernah dialami.

2. Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD)

Jenis gangguan mental berikutnya adalah Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD). Anak dengan kondisi ini cenderung terlalu aktif, sulit dikendalikan, mengalami kesulitan fokus, serta sering bertindak impulsif.

“Anak aktif memang identik dengan anak sehat, tetapi pada ADHD, tingkat aktivitasnya jauh lebih tinggi dan disertai kesulitan memusatkan perhatian,” jelas Monica.

3. Autism Spectrum Disorder (ASD)

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi fungsi sosial, komunikasi, dan perilaku anak. Anak dengan ASD umumnya mengalami kesulitan berinteraksi sosial, memiliki keterbatasan minat, serta melakukan gerakan secara berulang. Gejala ini biasanya mulai terlihat sejak anak berusia sekitar 12 bulan.

4. Disruptive Behavior Disorders

Pada disruptive behavior disorders, anak memiliki kecenderungan melanggar aturan dan menunjukkan pola perilaku yang tidak kooperatif. Jika tidak ditangani secara tepat, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan kepribadian anak dan hubungan sosialnya di kemudian hari.

5. Eating Disorder

Jenis gangguan mental lainnya adalah eating disorder atau gangguan makan. Kondisi ini dapat berupa makan terlalu sedikit karena ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan, seperti pada anoreksia. Ada pula bulimia nervosa, yaitu anak makan dalam porsi normal tetapi kemudian memuntahkannya kembali. Selain itu, anak juga dapat makan berlebihan meskipun tidak merasa lapar, sehingga berisiko mengalami obesitas.

Faktor Penyebab Gangguan Mental pada Anak

Menurut Monica, gangguan mental pada anak dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di antaranya adalah faktor genetik, tekanan dari lingkungan sekitar, serta peristiwa atau pengalaman tertentu yang pernah dialami anak.

“Memahami penyebab gangguan mental pada anak sangat penting agar orang tua bisa mencari solusi yang tepat dan sesuai dengan kondisi anak,” ungkapnya.

Namun, Monica menekankan bahwa orang tua tidak disarankan untuk mendiagnosis sendiri kondisi anak.

“Untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat, pendampingan dari tenaga medis profesional sangat dibutuhkan,” ujar Monica.

Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan mental, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak. Pemeriksaan yang dilakukan secara tepat dapat membantu anak mendapatkan dukungan yang sesuai, sekaligus membantu orang tua memahami kebutuhan emosional dan psikologis anak dengan lebih baik. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah berkonsultasi dengan psikolog anak di RS Premier Bintaro, yang menyediakan layanan pemeriksaan dan pendampingan sesuai kondisi anak, agar penanganan dapat dilakukan secara tepat sejak dini.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Mengenal Usus Buntu dan Cara Mengatasinya
img
Gangguan Mental pada Anak: Kenali Tanda dan Jenisnya Sejak Dini
img
Moms, Wajib Tahu! Cara Baru Deteksi Kanker Leher Rahim yang Lebih Privat dan Gampang
img
Bakso Urat vs Balon Air, Cara Bedakan Miom dan Kista ala dr. Budi Santoso