Berbagi Cerita di Rumah Sahabat, Begini Kisah Penuh Berkah dan Keajaiban yang Dialami Ivan Gunawan dan Oki Rengga Agak Laen
Bagi seorang figur publik yang hari-harinya selalu dikelilingi oleh keriuhan, kesunyian terkadang menjadi barang mewah yang asing. Pengalaman inilah yang dirasakan oleh desainer dan pembawa acara kondang, Ivan Gunawan, saat menunaikan ibadah haji di tanah suci.
Biasa ditemani asisten dan manajer yang sigap mengurus segala keperluan, Igun-biasa ia disapa, justru harus melakoni perjalanan sucinya seorang diri. Tidur sendiri, mengurus pakaian sendiri, dan berada di tengah lautan manusia yang tak satu pun dikenalnya.
Namun, di balik kesendirian itu, sebuah ruang spiritual baru, justru terbuka lebar. Igun menemukan bahwa momen tanpa sekat keriuhan duniawi itu, membuatnya merasa jauh lebih tenang. Di titik itulah ia menyadari bahwa sahabat sejati yang paling dekat dan tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya adalah Allah SWT. Rasa sepi dan takut lenyap, berganti dengan kedamaian yang utuh.
"Di saat kita sudah bisa mendekatkan diri kepada Allah, itu adalah sahabat yang tidak akan meninggalkan kita selama-lamanya. Jadi hati itu enggak akan sepi, enggak akan kosong, enggak akan pernah merasa sendiri," ungkap Igun penuh ketenangan, di acara peresmian pembukaan ‘Rumah Sahabat’ di area outdoor Senayan City, Jakarta, Sabtu, 20 Juni 2026.
Dalam kesempatan yang sama, pengalaman menyentuh tentang ketetapan "Jalur Langit" ini juga dialami oleh Oki Rengga, aktor yang sukses membintangi film box office sepanjang masa, Agak Laen.
Jauh sebelum filmnya menembus rekor belasan juta penonton, Oki melewati titik balik spiritual yang tidak terduga saat masih duduk di bangku SMA di Medan. Sebagai atlet sepakbola muda yang saat itu belum akrab dengan ibadah, ia sempat mengalami kepanikan luar biasa ketika satu map berisi seluruh dokumen pentingnya, dari akta kelahiran hingga ijazah asli, tertinggal di dalam angkutan kota.
Di tengah keputusasaan di tanah rantau dan ketakutan untuk memberi tahu orangtuanya, Oki mencoba mempraktikkan apa yang ia baca dari sebuah buku panduan: mendirikan salat tahajud. Selama seminggu penuh, ia mengetuk pintu langit dengan konsisten.
Keajaiban pun datang. Melalui perantara dua pemuda yang dengan sukarela melacak alamat rumahnya di kampung halaman, ijazah tersebut kembali utuh tanpa kurang satu apa pun. Sebuah peluang yang secara logika sangat kecil terjadi di kota besar.
Sejak peristiwa itulah, keyakinan Oki bahwa Sang Pencipta itu nyata dan selalu mendengar hamba-Nya, menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidupnya hingga kini.
Tantangan Literasi dan Nilai Sebuah Keberkahan
Kisah perjalanan spiritual Ivan Gunawan dan Oki Rengga memperlihatkan bahwa setiap orang memiliki prosesnya sendiri dalam mencari jati diri dan ketenangan hidup. Keinginan untuk meraih keberkahan yang berkelanjutan ini sebenarnya sangat dekat dengan prinsip dasar perbankan syariah. Namun, pemahaman masyarakat Indonesia terhadap solusi keuangan berbasis syariah saat ini masih menghadapi tantangan yang cukup besar.
Berdasarkan data terkini, tingkat literasi atau pemahaman masyarakat terkait perbankan syariah di Indonesia baru menyentuh angka 43%. Lebih memprihatinkan lagi, tingkat inklusinya jauh lebih rendah, yaitu hanya 14% masyarakat yang telah menggunakan solusi perbankan syariah dalam kehidupan sehari-hari. Angka ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia yang tingkat inklusi keuangan syariahnya telah mencapai hampir 90%.
Kesenjangan yang lebar ini memperlihatkan adanya kesempatan yang sangat besar bagi para pelaku keuangan syariah di Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana hadir dan memberikan solusi yang mudah dipahami, edukatif, serta konsisten menyampaikan prinsip kebaikan syariah secara inklusif, hangat, dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menghadirkan Solusi Modern yang Inklusif
Masyarakat Muslim di Indonesia memiliki tingkat keragaman preferensi yang cukup tinggi, terutama antara mereka yang mengutamakan keandalan sistem (reliable formula) versus mereka yang menitikberatkan pada ketaatan murni terhadap prinsip keuangan syariah.
Menjawab kebutuhan ini, BCA Syariah hadir sebagai sahabat perjalanan yang kolaboratif dan inklusif, baik bagi komunitas yang sudah akrab dengan syariah maupun bagi masyarakat yang selama ini belum terpapar.
Langkah nyata untuk mendekatkan ekosistem ini diwujudkan melalui pendekatan yang modern, progresif, namun tetap hangat meluncurkan brand proposition baru bertajuk Sahabat Berkahmu. Keuangan syariah tidak hanya menawarkan rezeki yang berlimpah, melainkan juga ketenangan hidup dan kebaikan yang berkelanjutan. Sebagai bentuk komitmen nyata secara luring, kehadiran sebuah ruang interaktif komprehensif bernama ‘Rumah Sahabat’ di area outdoor Senayan City pada Sabtu-Minggu, 20-21 Juni 2026, menjadi titik temu yang relevan.
Melalui pameran imersif ini, masyarakat disuguhkan pelayanan yang melampaui sekadar fungsi perbankan konvensional (Beyond Banking), yang didukung oleh tiga pilar kesehatan hidup yang terintegrasi:
- Pilar Keterampilan Manajemen Finansial (Financial Management): Mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan keuangan personal maupun bisnis melalui diskusi santai di area Ruang Tamu dan Ruang Makan yang akrab.
- Pilar Pengayaan Spiritual (Spiritual Health): Menyediakan wadah kajian rohani ringan untuk memperkuat keimanan serta menyelaraskan aktivitas duniawi dengan nilai ibadah.
- Pilar Kesehatan Mental (Mental Health): Menghadirkan 'Ruang Jeda' khusus untuk konsultasi kesehatan mental bersama tim ahli, menjawab kegelisahan generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alfa di tengah dinamika zaman yang serba cepat.
Selain kehadiran fisik, penguatan literasi ini dipertegas secara digital melalui peluncuran Digital Video Campaign bertajuk 'Sahabat Berkahmu'. Langkah integrasi ekosistem ini terbukti efektif mendorong pertumbuhan pengguna mobile banking syariah (BSya) yang melonjak hingga 339,7% secara tahunan per Mei 2026, serta menyumbang hingga 69% dari total akuisisi nasabah baru.
Senior Vice President Dana, Jasa, dan Komunikasi Pemasaran BCA Syariah, Mia R. Amalia, menambahkan, “Perbankan syariah saat ini telah berevolusi menjadi bagian dari modern lifestyle. Rumah Sahabat, kami menghadirkan point of access yang relevan dan inklusif. Dengan menyelaraskan literasi keuangan, kajian rohani, dan hiburan modern, kami optimistis dapat memperluas basis nasabah dan menjadikan perbankan syariah sebagai sahabat perjalanan finansial mereka.”
Selain program promosi, dihadirkan pula serangkaian area hiburan dan panggung utama yang menyajikan sesi kajian rohani ringan serta talkshow edukatif. Sementara itu, pecinta musik dapat menikmati konser DEWA 19 dan RAN secara gratis, dengan syarat melakukan pembukaan rekening Tahapan iB Mudharabah dengan nilai setoran tertentu selama acara berlangsung.
“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk mampir ke Senayan City Outdoor Area. Gunakan mobile banking mu untuk menikmati seluruh pengalaman terbaik dan penuh berkah ini. Semoga kami dapat menjadi sahabat yang menguatkan langkah, dan menemani setiap ikhtiar kebaikan masyarakat,” kata Mia.
Pada akhirnya, perjalanan spiritualitas dan pengelolaan finansial adalah dua hal yang saling bertaut. Dengan mengintegrasikan literasi keuangan, pengayaan spiritual, dan kepedulian terhadap kesehatan mental, perbankan syariah bertransformasi menjadi bagian dari modern lifestyle yang inklusif. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap ikhtiar kebaikan dan pencarian berkah di "Jalur Langit" dapat didukung oleh solusi nyata yang kokoh di bumi.