Share The Care: Moms, Yuk, Bahagiakan Diri Sendiri untuk Anak-anak yang Lebih Bahagia!

Novita Sari - Minggu, 02 Juni 2024
Ki-ka: Maira Odessa, Grace Devina, Abhimanyu Dutta (Commercial Leader Philips Health Indonesia), Chelsea Olivia, Samanta Elsener, dan Bidan Ony Christy (Midwife). Foto: Novi
Ki-ka: Maira Odessa, Grace Devina, Abhimanyu Dutta (Commercial Leader Philips Health Indonesia), Chelsea Olivia, Samanta Elsener, dan Bidan Ony Christy (Midwife). Foto: Novi
A A A

“Saya ibu dari dua anak (6 tahun dan 1,5 tahun). Saya pernah mengalami yang namanya Baby Blues. Saya tinggal bersama mertua dan saya dengan suami menjalani pernikahan hubungan jarak jauh atau istilahnya LDM (Long Distance Marriage). Komunikasi dengan suami juga agak susah karena dia bekerja di luar negeri dan hanya pulang saat Lebaran saja. Dengan mertua juga komunikasinya kurang lancar. Bagaimana cara mengatasinya?” tanya Ibu Yulia saat sesi tanya jawab di acara #ShareTheCare: Dukung Ibu dengan Berbagi Kepedulian Bersama Philips Avent pada Sabtu, 01 Juni 2024 di Ballroom Intercontinental Pondok Indah, Jakarta Selatan.

“Inilah pentingnya self love atau mencintai diri sendiri. Terkadang, saat sudah menjadi ibu, kita justru jadi kurang atau tidak memerhatikan kebahagiaan diri kita sendiri. Ditambah lagi dengan kondisi Ibu Yulia yang jauh dari suami. Oleh karena itu, tidak apa-apa, lho, sesekali kita me-reward diri kita. Jangan anak terus yang dikasih hadiah, tapi kita juga harus menghadiahi diri kita sendiri untuk kebahagiaan. Dengan cara sederhana pun bisa, seperti Ibu Yulia yang katanya suka baca novel, itu juga bisa untuk self reward,” saran Samanta Elsener, M.Psi., Parenting Psychologist, Family and Child Psychologist, Writer-yang menjadi salah satu narasumber dalam acara ini.

Chelsea Olivia, Public Figure and Mom juga turut hadir berbagi kisah. “Waktu anak pertama, Nastusha Olivia Alinskie (lahir 9 September 2016) aman. Yang katanya sudah pengalaman, saya justru mengalami Baby Blues saat anak kedua, Dante Oliver Alinskie (lahir 20 Oktober 2020). Anak kedua pas lagi Covid, stres tingkat dewa. Ada anak pertama, dari proses hamil anak kedua dan seterusnya, tidak ada satu keluarga pun yang datang atau menemani.  Untung suami saya, Glen, 24 jam standby. Dante dan kakaknya ini beda 4 tahun. Anak kedua ternyata lebih susah. Belum lagi perhatian pada anak pertama, mana harus begadang, sementara badan belum pulih, banyak banget yang bikin stres. Puji Tuhan ada support dari suami. Saya ini juga kan full ASI. Suami selalu tanya, perlu bantuan apa? Lapar nggak? Dia bikinin susu panas. Sementara saya pumping, dia jagain Dante. Dia tahu kalau saya butuh bantuan,” papar Chelsea.

Chelsea Olivia, Public Figure and Mom. Foto: Novi
Chelsea Olivia, Public Figure and Mom. Foto: Novi

“Waktu anak kedua saya juga mengalami mastitis, payudara sakit sekali. Diajarin bidannya, Glen selalu pijitin punggung saya agar hormon oksitosin (disebut hormon cinta karena dapat memberikan perasaan positif pada tubuh) lancar, sehingga ASI lebih mengalir dan ini berhasil karena saya pun merasa disayang,” ujar Chelsea tersenyum. 

“Saya sangat berterima kasih dengan teknologi sekarang, dengan adanya produk-produk peralatan untuk bayi ini. Saya pernah punya pengalaman, anak saya kolik atau kembung, dan ternyata salah memilih botol dotnya. Nah, dengan produk ini aman, karena tidak ada udara masuk dan anak juga tidak bingung puting. Hidup kita sebagai ibu jadi mudah karena membersihkannya juga gampang banget. Saya pumping 2-3 kali sehari, alatnya pun praktis bisa dibawa kemana-mana,” cerita Chelsea.

Memang benar, menjadi ibu adalah sebuah anugerah yang luar biasa, namun tak jarang juga penuh dengan tantangan. Di tengah kesibukan mengurus bayi, ibu seringkali mengabaikan kebutuhan diri sendiri. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental ibu, serta kualitas pengasuhan anak.

#ShareTheCare: Bersama Philips AVENT. Foto: Novi
#ShareTheCare: Bersama Philips AVENT. Foto: Novi

Untuk itulah, Philips Avent, pemimpin global dalam teknologi kesehatan untuk ibu dan bayi, meluncurkan gerakan #ShareTheCare untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung kesehatan dan kebahagiaan ibu.

Dari hasil penelitian mereka yang terbaru, didapatkan:

  • Dua dari tiga ibu (61%) hanya memiliki waktu satu jam atau kurang dalam sehari untuk kebutuhan dasar mereka.
  • Hampir setengah dari para ibu (44%) merasa kesulitan untuk "melakukan segalanya".
  • Lebih dari sepertiga (37%) ibu memiliki kekhawatiran tentang kesehatan dan kebahagiaan mereka secara keseluruhan.
  • Sebagian besar para ibu (73%) mengatakan jika kesehatan dan kebahagiaan para ibu memiliki dampak terhadap kemampuan mereka untuk merawat bayi dari waktu ke waktu.
  • Hampir semua ibu (74%) percaya tekanan dan harapan masyarakat terhadap mereka meningkat dalam 10 tahun terakhir.
  • Sebagian besar orang (88%) mengakui bahwa para ibu kurang mengindahkan kesehatan dan kebahagiaan pribadi mereka demi untuk merawat bayi.
  • Para ibu (74%) menjadi merasa lebih cemas dibandingkan sebelum mereka memiliki anak.
  • Lebih dari setengah (51%) ibu mengatakan, kurang tidur membuat mereka merasa lebih tertekan,
  • Hampir seperempat (23%) ibu dengan bayi, kehilangan tiga jam tidur atau lebih setiap malamnya.
  • Para ibu (66%) ingin pasangan mereka membantu merawat bayi dan hampir setengahnya (44%) juga ingin kakek-nenek ikut membantu. Namun, sebagian orang tetap enggan untuk membantu, dimana sepertiga dari mereka (38%) menahan diri untuk tidak ikut campur karena khawatir mereka mungkin tidak dapat merawat bayi sesuai dengan harapan sang ibu.

Dengan mempertimbangkan temuan-temuan tersebut, melalui gerakan ini, mereka ingin meningkatkan kesadaran dan mendorong keluarga, teman, dan support system lainnya, untuk:

  • Membantu ibu dalam tugas-tugas sehari-hari, seperti mengurus bayi, memasak, dan membersihkan rumah.
  • Mengambil alih tugas malam atau berbagi tugas dalam pemberian makan.
  • Memberikan waktu bagi ibu untuk beristirahat dan bersantai.
  • Menawarkan dukungan emosional dan mendengarkan curhatan ibu.

Grace Devina, Marketing Leader Philips Commercial Indonesia, mengatakan, "Ibu adalah 'sumber kehidupan', terutama di masyarakat Indonesia. Namun sesungguhnya mereka kerap kali merasa berada di bawah tekanan, yang semakin hari, semakin meningkat. Oleh karena itu, mereka perlu tahu bahwa tidak apa-apa untuk meluangkan waktu untuk merawat diri sendiri, dan hal itu memiliki dampak yang baik untuk ibu maupun bayi. Kita perlu menghapus ketabuan di masyarakat bahwa jika kita membutuhkan atau meminta bantuan berarti kita tidak melakukan pekerjaan dengan baik. Itulah mengapa sangat penting bagi orang-orang di sekitar ibu untuk secara proaktif ikut serta, sebisa mereka. Bersama dengan komunitas Mothercare BFF, kami ingin menunjukkan bahwa perubahan itu adalah suatu hal yang mungkin dan kita bisa turut membantu meningkatkan kebahagiaan para ibu."

"Gerakan ini adalah seruan yang patut kita jalankan, terutama di sebuah keluarga. Sebagai brand global terkemuka yang fokus pada kebutuhan ibu dan anak, mengerti bahwa kesulitan yang dirasakan para ibu dapat memengaruhi kualitas dari merawat dan gaya komunikasi sang ibu kepada anaknya. Oleh karena itu, mari kita berkomitmen untuk membantu para ibu. Penting untuk diingat bahwa ini bisa dilakukan di luar keluarga terdekat, karena kita tahu kemampuan dukungan setiap orang bersifat individual dan unik. Jika kita secara kolektif mengubah perilaku dan sikap kita, kita benar-benar dapat membuat perbedaan," dukung Maira Odessa, GM Marketing Mothercare Indonesia.

Philips Avent bantu ibu mengurus bayi dengan lebih mudah. Foto: Novi
Philips Avent bantu ibu mengurus bayi dengan lebih mudah. Foto: Novi

Merayakan ulang tahun ke-40 tahun ini, lanjut Grace, mereka berkomitmen dalam mendukung dan mendorong perempuan untuk bisa mengatur perjalanan pengasuhan mereka melalui pra-konsepsi, kehamilan, dan pasca-persalinan demi meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan ibu, bayi, dan keluarga. “Kami juga berikan solusi yang adaptif dan intuitif, seperti produk perawatan bayi, aksesori dan perlengkapan bayi guna membantu para ibu dan orang di sekitar mereka untuk bisa memberikan dukungan, terutama selama bulan-bulan dan tahun-tahun pertama mereka. Kami sediakan berbagai produk dan solusi yang dirancang untuk membantu ibu mengurus bayi dengan lebih mudah dan efisien, sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri. Dan tak kalah pentingnya, kami juga mendukung para ibu untuk lebih percaya diri,” pungkas Grace.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Mitos dan Fakta Seputar Migrain, Penting untuk Atasi Mitos Migrain di Tempat Kerja
img
Krisis Kesehatan Meningkat, PMI Lanjutkan Layanan Kesehatan Keliling di Kamp Pengungsian Khan Younis Gaza
img
Kampanye Generasi Bersih Sehat, Soroti Pentingnya Akses WASH dan PHBS di Sekolah 
img
Jangan Anggap Enteng Migrain, Ternyata Berpengaruh pula Terhadap Pola Pendidikan Anak