Gelang Batu Akik
- Cerita: Seruni
- Ilustrasi: Novi Chrisna
- Translator: Listya Natalia Manopo
Suatu hari, Manda melihat teman sekelasnya, Lisa memandangi ponsel pintarnya dengan serius. Saat itu, dia dan Lisa sedang jalan-jalan di sebuah mall, dan duduk bersama di sebuah restoran untuk makan siang.
Manda dan teman-teman lain sedang menertawakan cerita lucu yang diceritakan seorang temannya. Lisa tidak tertawa dan hanya memandangi layar ponsel pintarnya.
“Serius banget sih, Lisa!” kata Manda sambil menepuk bahu Lisa. Lisa terkejut, dan reaksinya membuat Manda dan teman-teman lain tertawa. “Lagi ngapain?” tanya seorang teman. “Aku lagi lihat ini nih, bagus ya?” kata Lisa sambil menunjukkan gambar gelang batu akik di layar ponsel pintarnya. “Waah iya!” seru teman-teman. “Kenapa enggak beli?” tanya Manda. “Harganya mahal dan lagi, kalau gelang batu akik berat. Aku punya yang bukan batu asli,” jawab Lisa.
Tapi, Manda sebetulnya tahu kalau Lisa masih ingin punya gelang batu akik sungguhan. Buktinya, Manda selalu melihat Lisa sedang mencari gambar gelang-gelang batu akik di ponsel pintarnya.
Suatu sore di hari Sabtu, Manda dan Lisa pergi bersepeda bersama. Tiba-tiba, Manda menghentikan sepedanya. Roda sepeda Manda melindas sesuatu. “Manda...ini gelang batu akik!” kata Lisa terkejut. Rupanya, yang dilindas roda sepeda Manda adalah gelang batu akik yang tergeletak di jalanan. “Wah, pasti ada yang kehilangan gelang ini,” kata Lisa sambil memerhatikan gelang itu, dengan sorot mata sedih.
Manda melihat sekelilingnya. Tapi, di sekeliling mereka hanya rumah-rumah kosong. Lisa dan Manda memutuskan untuk menyerahkan gelang itu pada penjaga kompleks. Tapi setelah dicari, pak penjaga kompleks tidak ada.
“Sudah sore Manda, kalo enggak pulang sekarang, bisa kemalaman sampai rumah,” kata Lisa. “Iya, betul, besok saja kita kesini lagi,” ucap Manda setuju.
Tapi, keesokan harinya Manda dan Lisa juga tidak bisa bertemu dengan pak penjaga. “Apa sebaiknya kita posting saja gelangnya di akunku?” usul Lisa. “Takutnya ada yang bohong,” kata Manda.
Akhirnya, Lisa memutuskan untuk memakai gelang batu akik yang tidak bisa dikembalikan itu. “Wah, cocok lho di tangan Lisa!” kata Manda. “Hehe ...terima kasih, Manda,” kata Lisa tersipu senang.
Tapi, keanehan mulai terjadi semenjak Lisa memakai gelang batu akiknya. Yang pertama, walaupun gelang itu jelas terbuat dari batu akik, karena dingin, namun tidak terasa berat. “Aneh deh,” kata Lisa. “Tapi bagus, kan. Kalau berat pasti Lisa enggak nyaman,” hibur Manda. “Iya benar,” angguk Lisa.
Suatu hari, kebetulan Manda melihat Lisa ketika pelajaran olahraga di sekolah. Lisa sedang berlari dan tiba-tiba dia tersandung lalu jatuh. “Lisa!” seru Manda khawatir. Manda membantu Lisa berdiri, ketika menyadari kejanggalan yang ada. Tangan kiri Lisa digunakan untuk menopang tubuhnya, dan harusnya tangan itulah yang terluka. Tapi yang terluka adalah tangan kanannya, tangan yang dia gunakan untuk memakai gelang batu akik.
Dan tidak hanya kejadian itu saja. Lisa bercerita kalau dia pernah tersiram air di rumah, dan dia lebih merasakan dinginnya air di tangan kanannya. “Manda, aku jadi takut sama gelang batu akik ini,” keluh Lisa. “Mungkin memang sebaiknya di lepas saja, Lisa,” Manda juga mulai merasakan takut.
Malam harinya, ponsel pintar Manda berbunyi, rupanya itu dari Lisa. Lisa habis menangis katanya, dan dia bercerita. Lisa mencoba untuk melepaskan gelang batu akiknya, tapi tidak bisa. Sesuatu yang sangat ganjil karena gelang batu akik itu tidak terlalu kecil di pergelangan tangan Lisa.
Lisa menangis ketakutan dan Mama Lisa terkejut melihatnya. Mama mencoba melepas gelang itu dan berhasil. “Syukurlah..” kata Manda lega. “Memang memakai barang yang bukan milik kita tanpa izin itu salah,” kata Lisa.
Akhirnya, Manda dan Lisa memutuskan untuk mengembalikan gelang batu akik itu di tempat semula, sambil berharap tidak ada yang mengambilnya.